Selasa, 17 Oktober 2017 - Pukul 08:57

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

healthy life

Penyebab Rasa Geli Ketika Tergelitik

Oleh: Rifqi Dahwan Aziz - Sabtu 03 Desember 2016 | 17:00 WIB

Penyebab Rasa Geli Ketika Tergelitik

Net/Ilustrasi

BERITACIANJUR.COM - Secara medis, geli merupakan reaksi fisiologis yg definisinya 'tidak dapat dikendalikan otak'. Hal itu disebabkan akibat gabungan dari dua daerah otak yang bekerja secara bersamaan

 

Beberapa bagian tubuh yang sensitif terhadap geli adalah ketiak, leher, tulang iga, dan paha bagian dalam. Bagian-bagian tubuh inilah yang rentan merasakan geli.
Dilansir dari laman viva, Sabtu (3/12/2016). Banyak ilmuwan percaya bahwa mereka yang rentan merasakan geli mudah menggeliat dan tertawa ketika tergelitik di bagian-bagian tersebut, hal ini disebabkan oleh mekanisme evolusioner yang dirancang untuk mengajarkan kita bela diri karena berusaha menangkis tangan orang lain.

 

Menggelitik hingga merasa dipercaya juga merupakan satu cara membangun ikatan antara sesama manusia. Dimulai dari orangtua yang menggelitik buah hatinya. Ketika orang bersosialisasi, mereka percaya bahwa tertawa ketika tergelitik adalah respon yang tepat.

 

Faktor lain penyebab geli adalah sensitivitas terhadap sentuhan. Jika seseorang memiliki tingkat sensitivitas yang tinggi atau rendah dibandingkan kebanyakan orang, tergelitik akan membuat mereka merasa tidak nyaman, tapi tidak akan membuat mereka tertawa.

 

Ada dua jenis geli, pertama adalah knismesis yaitu bentuk geli yang ringan. Seperti sebuah bulu yang menyentuh halus kulit. Geli tipe ini bisa dilakukan pada diri sendiri.

 

Kedua, gargalesis yang merupakan versi agresif. Geli jenis ini bisa membuat seseorang tertawa hingga kehabisan napas atau kesakitan. Biasanya geli ini terjadi pada area tubuh yang sangat sensitif.

 

Tubuh cenderung memberikan respon dengan sensasi enak karena dua bagian otak menganalisis pesan yang dikirim ketika ujung saraf di bawah kulit distimulasi oleh geli. Bagian korteks akan menganalisis sentuhan kemudian mengirimnya ke bagian yang mengatur perasaan senang sehingga menghasilkan tawa.

 

Mengalihkan fokus pada suasana hati dipercaya dapat mengurangi rasa geli. Banyak yang percaya bahwa marah membuat geli tidak begitu dirasakan.
Sama halnya ketika seseorang dipijat dan merasa rileks sehingga mengurangi sensitivitasnya terhadap geli.

Komentar