Selasa, 30 Mei 2017 - Pukul 16:13

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

healthy life

Hanya 10 Hisapan Rokok Elektrik Sudah Bisa Merusak Jantung

Oleh: Rifqi Dahwan Aziz - Senin 05 Desember 2016 | 20:00 WIB

Hanya 10 Hisapan Rokok Elektrik Sudah Bisa Merusak Jantung

Ilustrasi Rokok Elektrik. (Foto : Getty Images)

BERITACIANJUR.COM - Rokok elektrik seringkali disebut-sebut lebih aman dari rokok tembakau. Hal ini juga didorong oleh beberapa dokter yang percaya, mereka jauh lebih aman daripada rokok tembakau. Namun temuan oleh Karolinska Institutet di Stockholm, Swedia, menunjukkan sebaliknya.

 

Dikutip dari laman Liputan6, Senin (5/12/2016). Para ilmuwan terkenal di Karolisnka Institutet telah menemukan hanya sepuluh hisapan dari rokok elektrik sudah cukup untuk memicu perubahan fisiologis dimana “bisa memulai munculnya penyakit jantung”.

 

Studi ini juga menemukan, sama seperti rokok batangan, rokok elekrik juga meningkatkan tekanan darah dan mempromosikan pengerasan arteri.

 

Dalam studi mereka yang diterbitkan dalam jurnal Atherosclerosis, para peneliti Swedia tersebut merekrut 16 orang yang hanya merokok sesekali untuk menjadi peserta penelitian. Para peneliti lalu meminta mereka masing-masing untuk menghisap rokok elektrik sebanyak sepuluh kali hisapan.

 

“Dalam satu jam pertama, ada peningkatan yang pesat dalam kadar sel yang menunjukkan kerusakan pada lapisan di dalam pembuluh darah, yang disebut sel progenitor endotel atau EPC. Peningkatan tersebut sama besarnya dengan merokok satu batang rokok tradisional,” ujar para peneliti.

 

Paparan yang sangat singkat pada uap rokok elektrik tersebut, menunjukkan dampak pada integritas pembuluh darah yang mengarah ke aterosklerosis di masa depan, atau lebih dikenal sebagai pengerasan arteri. Bahkan tingkat EPC tersebut baru bisa turun menjadi normal 24 jam kemudian.

 

“Hal ini sangat mengejutkan saya, bahwa uap yang hanya sedikit dari rokok elektrik, bisa memulai munculnya penyakit jantung. Hal ini mengkhawatirkan, karena satu rokok elektrik saja dapat memicu respon tersebut,” ujar spesialis jantung dan juru bicara untuk European Society of Cardiology, Profesor Joep Perk.

 

Jadi, akankah penggunaaan jangka panjang rokok elektrik benar-benar menyebabkan penyakit jantung? Hal ini masih harus dilihat. Namun tim peneliti Swedia tersebut mencatat, rata-rata pengguna rokok elektrik menghisap uapnya sebanyak 230 kali dalam sehari - meningkatkan prospek, bahwa penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan jantung yang serius.

Komentar