Minggu, 24 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Asal Muasal Alat Musik Tradisional Angklung

Bisri Mustofa

Rabu, 07 Desember 2016 - 09:00 WIB

BC/Dok
BC/Dok
A A A

BERITACIANJUR.COM - Banyak alat musik tradisional di negeri ini yang keberadaannya sudah diakui dunia. salah satu alat musik tradisional tersebut adalah Angklung.

Alat musik asal Jawa Barat ini memiliki seni pertunjukan cukup banyak yang tumbuh dan berkembang tersebar di berbagai pelosok. Jenis-jenis pertunjukan tersebut meliputi seni karawitan, seni tari, dan seni drama.

Tidak sedikit seni pertunjukan daerah tersebut yang berkembang pesat seiring dengan perkembangan masyarakat penduduknya sehingga dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat dan berbagai bangsa di Dunia. Salah satu seni pertunjukan tanah priangan yang sudah terkenal adalah pertunjukan Angklung.

Angklung adalah alat musik multitonal (bernada ganda) yang secara tradisional berkembang dalam masyarakat Sunda. Alat musik ini dibuat dari bambu, dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu) sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil. 

Angklung adalah waditra yang terbuat dari bambu dengan tabung suara sebagai resonator. Kita patut berbangga karena Angklung sudah terdaftar sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia dari UNESCO sejak November 2010

Tidak mudah untuk mementukan sejak kapan seni pertunjukan angklung ada di daerah jawa barat, dari mana asalnya, dan siapa penciptanya, karena belum ada data yang akurat tentang hal ini. Namun jika dilihat dari sejarah perkembangan seni pertunjukan daerah Jawa Barat, ada kecendrungan angklung yang berkembang dewasa ini berasal dari Jawa barat, hasil dari kreativitas seniman daerah Jawa Barat di masa lampau

Angklung merupakan salah satu jenis seni pertunjukan yang telah lama hidup di daerah Jawa Barat. Selama keberadaannya, angklung telah mengalami berbagai perkembangan, baik hubungan dengan musikalitas, fungsi, teknis pertunjukan maupun daerah penyebarannya. Perkembangan musikalitas artinya perubahan nilai-nilai musik karena adanya penyesuaian dengan kebutuhan masyarakat pemakaiannya. 

Perkambangan fungsi maksudnya perubahan-perubahan yang ada hubungannya dengan penggunaan angklung di masyarakat. Sebagai contoh dapat kita lihat pada awal pertumbuhannya, aangklung hanya dipertunjukan sebagai sarana upacara penghormatan terhadap Dewi Sri, tetapi pada perkembangan selanjutnya juga sebagi seni tontonan atau hiburan. Yang dimaksud dengan perkembangan daerah adalah perluasan daerah penyebarannya, sekarang ini angklung tidak hanya dapat dijumpai di Jawa Barat saja, tapi di mana saja sudah ada bahkan sampai ke luar negri

Perkembangan angkung yang tampak menonjol berawal dari adanya upaya Daeng Sutigna membuat angklung diatonis sekitar tahun 1938, beliaua dalah seorang guru di daerah Kuningan dan Cirebon. Beliau beranggapan bahwa angklung yang awalnya hanya dipakai untuk kegiatan pramuka dan kesenian lainnya dapat dipergunakan untuk menyajikan lagu-lagu diatonis yang cenderung banyak digemari oleh kalangan masa itu. Anggapan tersebut menjadi kenyataan, tahun 1946 Daeng Sutifna berhasil mempertunjukan hasil karyanya melalui pertunjukan di Lingkar Jati, Kuningan.

Selama berkiprah di bidang Angklung, Daeng Sutigna mempunyai enam orang murid yaitu Sanui, Hidayat Winitasasmita, Opan Sopandi Agam Ngadimin, Yahya Erawan, Dan Ujo Ngalagena. Orang-orang tersebut penerus setelah Daeng Sutigna yang melestarikan kebudayaan seni Angklung sampai sekarang ini. Bahkan Ujo Ngalagena spada tahun 1958 mendirikan Saung Angklung di daerah Padasuka Bandung. 

Meski pada awalnya Saung Angklung hanya sekedar tempat pembuatan angklung, namun setelah dikembangkan lagi Saung Angklung menjadi objek wisata budaya. Sekarang Saung Angklung semakin berkembang, tempat tersebut menjadi sebuah tempat pertunjukan-pertunjukan angklung dan tempat dimana jika kalian ingin belajar memainkan angklung sehingga banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara

Dengan berkembang penyebarannya angklung pun sekarang banyak jenisjenisnya, sesuai dengan tempat penyebarannya, sebagai contoh adalah Angklung Kanekes dari aduy , angklung reyog dari Ponorogo, angklung Banyuwangi, angklung Bali dan masih banyak lagi jenis lainnya. Persamaan jenis angklung tersebut dari bahan bakunya yaitu bambu, yang membedakannya adalah nada yang menjadi kekhasan daerah berasal masing-masing. Namun diluar itu semua kita patut bangga karena Angklung adalah Alat Musik tradisional milik Indonesia yang sudah diakui oleh dunia. (bbs/bis)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Aktualita 08/06/2018 07:00 WIB

Usut Tuntas Pengelolaan PPJ

MENGUATNYA dugaan penyimpangan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) di Cianjur, membuat sejumlah aktivis untuk segera melaporkannya ke pihak kepolisian. Benarkah?

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.

Aktualita 07/06/2018 08:00 WIB

Dugaan Penyelewengan Pengelolaan PPJU Makin Menguat

DUGAAN adanya kejanggalan atau penyelewengan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) di Cianjur, semakin menguat. Benarkah?