Jumat, 23 Juni 2017 - Pukul 03:32

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

healthy life

Efek Buruk Makan Sambil Menonton TV

Oleh: Rifqi Dahwan Aziz - Rabu 07 Desember 2016 | 20:00 WIB

Efek Buruk Makan Sambil Menonton TV

Net/Ilustrasi

BERITACIANJUR.COM - Makan atau ngemil sambil menonton TV, bermain games atau membaca tentu mengasyikkan karena aktivitas jadi tak membosankan. Tapi tak banyak yang tahu jika kombinasi aktivitas tersebut ternyata bisa memicu masalah obesitas atau kelebihan berat badan.

 

Dikutip dari klikdokter.com, Rabu (7/12/2016). Sebuah penelitian dilakukan di University of Minnesota, Minneapolis, Amerika Serikat, untuk mempelajari hal ini. Kepala penelitian, Amanda Trofholz, menyebutkan jika mereka yang makan dengan menonton televisi akan cenderung mengkonsumsi makanan yang kurang sehat. Penelitian ini sendiri dilakukan dengan menganalisa setidaknya rekaman video dari 120 keluarga yang memiliki anak dengan usia antara 6-12 tahun. Para orang tua juga diminta untuk mencatat apa saja yang mereka makan dan seberapa banyak konsumsi makanan tersebut setiap hari.

 

Dari video rekaman saat makan, diketahui bahwa keluarga yang makan tanpa menonton televisi cenderung lebih menikmati makanannya dan memiliki tingkat kepuasan lebih tinggi pada makanan tersebut. Keluarga ini juga cenderung lebih banyak berbincang-bincang sehingga sesi makan pun menjadi hal yang menyenangkan dan harmonis.

 

Hal yang sebaliknya didapatkan dari video rekaman para keluarga yang makan dengan ditemani televisi. Mereka tidak bisa benar-benar menikmati makanan karena kenikmatan makan teralihkan oleh asyiknya acara televisi. Tanpa disadari, hal ini juga akan membuat mereka mengkonsumsi makanan secara berlebihan sehingga para anak-anak cenderung memiliki resiko lebih besar mengalami masalah berat badan. Makan sambil menonton televisi juga akan membuat banyak anak yang melihat iklan makanan-makanan kurang sehat sehingga mereka pun akan cenderung ingin mengkonsumsi makanan-makanan tersebut yang tentu berimbas pada resiko lebih besar terkena obesitas.

 

Karena alasan inilah, ada baiknya para keluarga setidaknya menyempatkan satu kali waktu makan bersama sekeluarga, yakni pada saat malam hari, tanpa adanya gangguan televisi sebagai cara agar semua anggota keluarga bisa mengkonsumsi makanan sehat sehingga resiko terkena masalah obesitas bisa menurun.

Komentar