Jumat, 28 Juli 2017 - Pukul 07:37

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

entertainment

Konser Mini Seven Taman Joglo, Ti Beatles Nepi Ngigeul

Oleh: Nuki Nugraha, cr7 - Sabtu 10 Desember 2016 | 16:06 WIB

Konser Mini Seven Taman Joglo, Ti Beatles Nepi Ngigeul

BC/Nuki Nugraha

BERITACIANJUR.COM - Konser mini seven yang digagas Pemerintah Kabupaten Cianjur, bersama beberapa pihak semakin berwarna di laksanakan di Taman Joglo, di Jalan Siliwangi, Kelurahan Sawah Gede, Cianjur. Helaran yang digelar setiap tanggal tujuh ini, mulai menampilkan ragam kesenian termasuk menampilkan lagu-lagu lawas the Beatles.

 

Salah seorang senior etnterpreuner, Aam Whois yang ditemui di Harian Berita Cianjur, di Taman Joglo Cianjur, mengungkapkan, semakin kesini konser mini seven semakin mengairahkan. Kalau sebelumnya, kegiatan menitik beratkan pada seni budaya lokal, kini sudah berkembang jauh dengan merangkul pelaku berksenian lainya di Cianjur.

 

Aam yang baru saja tampil dengan group bandnya, mengaku senang dengan kemajuan remaja di Cianjur dalam mempertahankan ruang berkesenian yang ada. Aam yang tampil membawakan lagu grup legendaries the Beatles, menilai konsep yang sudah ada sekarang terus dipertahankan, tanpa mengurangi waktu bagi pelaku kesenian lokal di Cianjur.

 

“Mempertahankan dan memperkenalkan budaya lawas asal daerah sendiri, memang tidak bisa dipaksakan dengan cara yang kaku. Tetap mengakomodir pelaku kesenian lainnya, jadi cara yang santun untuk menggabungkan sebuah pementasan seni di Cianjur,” ungkap Aam.

 

MC kondang yang juga berprofesi sebagai guru di SMK Pasundan Cianjur ini juga berharap, agar konser mini seven bisa terus berkembang dan tidak hanya dilakukan pada sore hari saja. Kegiatan bisa dilakukan hingga waktu malam, selama tidak mengganggu ketertiban umum.

 

Aam melihat, terbatasnya waktu yang ada banyak masyarakat yang memiliki kabisa tidak bisa tampil di mini konser. Padahal, sebagian besar ingin kabisa mereka dilihat langsung Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar yang tidak pernah absen datang ke konser mini seven.

 

“Saya yakin kalau kegiatan ini dikemas dengan lebih baik lagi, akan jadi pertunjukan rutin yang bisa dijadikan masyarakat Cianjur sebagai ajang alternative hiburan yang positif. Tapi semua itu kembali ke panitia pelaksana, untuk memikirkan penambahan waktu pelaksanaan,” pungkasnya.

 

Sementara itu, penggagas kegiatan konser mini seven, Bayu, mengakui ada perkembangan yang cukup baik dalam pelaksanaan konser mini seven. Menurut Bayu, konser sederhana dalam merangkul pelaku berkesenian di Cianjur itu, sudah bisa diterima dengan baik semua lapisan masyarakat.

 

“Antusias masyarakat mengikuti kegiatan ini memang semakin tinggi. Ini terlihat dari banyaknya jenis kesenian yang mohon untuk bisa unjuk gigi di konser mini seven Cianjur. Saking banyaknya, memang ada beberapa pihak yang akhirnya harus diundur penampilannya pada mini konser akan datang,” cetusnya.

 

Bayu juga mengakui, kegiatan yang digagasnya jadi arena hiburan rakyat geratis yang ditunggu banyak kalangan, termasuk kalangan penting di Kabupaten Cianjur. Konser sederhana ini, sepertinya sudah jadi magnet bagi masyarakat Cianjur melepas sore.

 

“Ya mudah-mudahan saja bisa terus berkembang dengan baik, karena kegiatan ini semata-mata dibuat untuk menampung semua kesenian di Cianjur. Harapan kedepannya, semua kesenian termasuk seni lokal seperti maenpo dan mamaos, bisa berdampingan baik dengan kesenian modern,” pungkasnya.

 

Pantauan harian berita cianjur, beberapa kesenian yang tampil di Mini Seven Konser, Rabu (7/12/2016) kemarin, cukup berwarna. Selain penampilan group band Aam Whois, tampil juga Band Tirta Mukti yang dihuni beberapa pegawai Perumdam Tirta Mukti Cianjur.

 

Bahkan, kesenian maenpo yang ditampilkan salah satu paguron di Cianjur, mampu menarik perhatian khusus pengunjung yang ada. Liuk memainkan jurus dengan membawa golok dan dilakukan anak yang masih duduk di bangku kelas dasar, cukup menyita perhatian. (nuk)

 

Komentar