Rabu, 26 Juli 2017 - Pukul 11:48

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

traveling

Upaya Mendirikan Wisata Hutan Supaya Mencintai Alam

Oleh: Apip Samlawi - Rabu 14 Desember 2016 | 14:30 WIB

Upaya Mendirikan Wisata Hutan Supaya Mencintai Alam

BC/Apip Samlawi

BERITACIANJUR.COM - Perum perhutani menyajikan wisata alam dengan mengubah hamparan lahan hutan di Kampung Pongpok Lanak, Desa Haurwangi, Kecamatan Haurwangi. Bahkan sarana wisata tersebut dikerjasamakan dengan Pemerintahan Desa Haurwangi dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

 

Tempat wisata yang dinamai Poklan tersebut meliputi bumi perkemahan, trek untuk motor cross, sepeda trail, pesta kebun, rumah pohon, tempat bermain anak hingga kolam renang. Untuk memulai kegiatan tersebut telah dilakukan nota kesepahaman diantara pihak terkait melalui kegiatan pembukaan yang dilaksanakan kemarin, selasa (13/12/2016).

 

Menurut Didin Rohidin, Wakil Ketua Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cianjur, dengan  dibangunnya  wahana wisata  Poklan tersebut itu menandakan upaya memanfaatkan potensi alam dan sumber daya lahan hutan yang berlokasi di Tempat Penyimpanan Kayu (TPK) Pongpok lanak, Haurwangi.

 

Pihaknya melakukan kerjasama pengelolaan dengan beberapa pihak supaya lebih terukur dan sinergis. Mulai dari fungsi koordinasi, perencanaan,  pemasaran dan pengendalian organisasi  dan sistem jejaring informasi dan teknologi terpadu.  Targetannya wahana wisata ini memiliki daya tarik bagi masyarakat termasuk generasi muda, sehingga mampu untuk meningkatkan pengetahuan hutan lebih luas. 

 

“Kami harus memberikan akses pemahaman kepada publik tentang pentingnya keberadaan hutan bagi kita semua. Kedepan, kami ingin generasi muda kalau mau berwisata ke hutan sekaligus bisa berekspresi,” ucapnya.

 

Sementara itu, Ayi Juandi (38) menambahkan, dengan dilaksanakannya kerjasama pengembangan wahana wisata. Pihaknya menyambut  dengan antusias, kerjasama tersebut, akan mendorong kecintaan masyarakat pada hutan yang memang sepatutnya dilindungi.

 

“Hutan merupakan tempat belajar yang baik bagi generasi muda, karena hutan bisa dikatakan laboratorium alam, menyimpan banyak ilmu pengatahuan yang perlu diteliti dan dikembangkan,” tambahnya. (ree)

Komentar