Rabu, 26 Juli 2017 - Pukul 11:44

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

inspirasi

Bripka S Sitorus, Polisi yang Mensyahadatkan Suku Sakai Secara Massal

Oleh: kliksaja.co - Rabu 14 Desember 2016 | 18:00 WIB

Bripka S Sitorus, Polisi yang Mensyahadatkan Suku Sakai Secara Massal

kliksaja.co

Namanya Suheri Sitorus. Pangkatnya Brigadir Kepala. Jabatannya: Bhayangkara Pembina Kamtibmas. Tugasnya di Polsek Bonai Resor Rokan Hulu, Polda Riau. Prestasinya: meng-Islam-kan Suka Sakai di Bonai Darussalam secara massal.

 

BERITACIANJUR.COM - Polisi berusia 37 tahun ini, sangat dikenal oleh warga Suku Sakai, yang tinggal di Desa Pauh Kecamatan Bonai Darussalam.

 

Selain menjadi Babinkamtibmas, selama hampir 18 tahun, Bripka Heri dengan ikhlas dan sabar mengajari Suku Sakai dalam menulis dan membaca.

 

Ia dikenal warga Suku Sakai karena tekad mulianya yang mengajar baca tulis huruf latin dan metode Iqra di Suku Sakai Desa Pauh, Kecamatan Bonai Darussalam. Ini, adalah satu prestasi yangmengantarnya lulus sebagai salah satu bintara Polri yang berhak mengikuti pendidikan SIP untuk menjadi salah satu perwira di Polda Riau tahun ini.

 

Upayanya dalam mengajar baca tulis bagi Suku Sakai itu dimulainya dari bulan November 2012 lalu. Hal ini karena keprihatinannya melihat warga Suku Sakai yang tidak bisa menulis dan memmbaca. Selain itu, sekitar 97% suku ini tidak mengenal sekolah.

 

Pada tahun 1998, suku ini disyahadatkan dan memeluk Islam secara massal namun mereka tidak mengenal baca tulis.

 

Kemudian pada tahun 2012, Bripka Suheri merintis pendidikan untuk Suku Sakai ini. Upayanya dalam membina warga setempat tersebut tentu saja tidak mudah. Puluhan anak didiknya adalah warga yang berusia 18 hingga 45 tahun bahkan beberapa diantaranya malah ada yang sudah berusia 50 tahun.

 

Bahkan dalam keseriusannya, Bripka Suheri menggunakan penghasilan resminya dari dana remunerasi di Kepolisian untuk membeli buku-buku Iqra untuk belajar baca Quran dan buku-buku belajar huruf latin untuk murid muridnya.

 

Beruntung sekali, isterinya, yang bernama Ismaini (34) mengikhlaskan dana remunerasi yang diterima suaminya itu setiap bulan untuk diberikan membantu biaya pendidikan masyarakat Suku Sakai ini.

 

Pengorbanan yang ia lakukanpun selama ini pun membuahkan hasil. Kini sebagian besar murid-muridnya sudah bisa membaca dan menulis, sebagian lagi masih terbata-bata dan masih mengeja karena faktor usia yang tidak lagi muda.

 

Tahun 2015 kemaren, Kapolres Rokan Hulu Poda Riau, AKBP Pitoyo Agung Yuwono memberikan SIM gratis bagi murid-murid Bripka Suheri yang telah pandai membaca dan menulis.

 

Namun demikian, upaya Bripka Suheri masih terkendala untuk mendapatkan ijazah paket A untuk murid muridnya. Kapolres AKBP Pitoyo sudah membantu pengurusan ijazah paket A namun masih terhambat di Dinas Pendidikan Kabupaten Rohul hingga saat ini.

 

Atas prestasinya ini, Bripka Suheri Sitorus mendapatkan penghargaan dari Kapores Rohul, kemudian dari Kapolda Riau dalam acara HUT Bhayangkara tanggal 1 Juli 2015, berturut turut juara 2 Kompolnas Award di Jakarta pada tanggal 28 Desember 2015 lalu dan juara 1 Film Dokumenter Kapolri Award Desember 2015 lalu.

 

(kliksaja.co)

Komentar