Selasa, 24 Oktober 2017 - Pukul 00:07

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

aktualita

Banyak Gadis Pelajar Cianjur Terjerumus Prostitusi!

Oleh: Angga Purwanda - Selasa 01 September 2015 | 12:00 WIB

Banyak Gadis Pelajar Cianjur Terjerumus Prostitusi!

ilustrasi/net

BERITACIANJUR.COM, CIANJUR - Ibarat puncak gunung es,  prostitusi di kalangan pelajar di Cianjur masih banyak yang belum terkuak.  Meski satu dua kali ketahuan,  tetapi  praktik  jual beli kehormatan dengan pelaku berusia belia tersebut terus berjalan. 

 

Berdasarkan data Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cianjur,  tecatat sedikitnya ada belasan anak perempuan berusia sekolah terjaring dalam razia penyakit masyarakat (Pekat) yang rutin di gelar dari periode Januari hingga Juli 2015.

 

Belasan anak usia sekolah tersebut terjaring razia disejumlah tempat hiburan di Kota Cianjur dan sejumlah warung remang-remang yang ada di kawasan Puncak Cianjur. Mereka rata-rata pelajar SMP dan SMA di Cianjur.

 

Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Perundang-undangan Satpol PP Kabupaten Cianjur, Sulaeman Madna, menyebutkan, sedikitnya 18 pelajar yang berhasil terjaring razia di sejumlah tempat hiburan di Cianjur.

 

" Dihadapan petugas mereka rata-rata mengaku hanya sekedar mencari hiburan saja. Tapi untuk memberi efek jera agar para pelajar ini tidak lagi datang ke tempat hiburan  apalagi hingga larut malam, kami memanggil pihak orang tua mereka,”  ujar Sulaeman yang ditemui, Senin (31/8). 

 

Terpisah, Dewi Anzani (35), seorang ibu rumah tangga mengaku prihatin dengan kondisi banyaknya pelajar, terutama pelajar perempuan yang terjerumus ke bisnis prostitusi. "Ini sangat menyedihkan, bagaimana generasi muda kita bisa maju dan bersaing dengan negara lain, jika kondisinya seperti ini," tutur Dewi.

 

Dewi meminta, Pemkab Cianjur untuk mengeluarkan kebijakan terkait kegiatan, khususnya pelajar pada malam hari."Harus ada regulasi (aturan, red) yang tegas, agar mereka tidak lagi menjadi korban," ucapnya

 

Kapolres Cianjur, AKBP Asep Guntur Rahayu menuturkan, terkait dengan pengawasan terhadap warga negara asing (WNA) yang ada di Cianjur, fungsi lembaganya, ujar Asep, sebagai fungsi pengawasan terbatas yang bekerjasama dengan pihak imigrasi terkait dengan pendataan identitas orang asing.

 

Namun, kata Asep, apabila orang asing tersebut menjadi pelaku atau korban dari tindak pidana, maka kepolisian berwenang untuk menanganinya. "Kewenagan pengawasan lalu lintas orang asing berada di bawah satuan fungsi Intelijen bidang pengawasan orang asing (POA)," jelas Asep yang dihubungi, Senin (31/8). ***

Komentar