Rabu, 26 Juli 2017 - Pukul 11:46

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

inspirasi

Parlemen Senayan ini Bicara Blak-blakan Dalam Buku ​

Oleh: cr1 - Minggu 18 Desember 2016 | 11:00 WIB

Parlemen Senayan ini Bicara Blak-blakan Dalam Buku ​

BC/CR1

Urainya Perjalanan Politiknya Hingga Terpilih Sebagai Wakil Rakyat

 

BERITACIANJUR.COM - Anggota Komisi VI DPR RI Daerah Pemilihan III Jawa Barat, Kabupaten Cianjur dan Bogor, Eka Sastra meluncurkan buku berjudul “Catatan di Parlemen” yang mengulas perjalanan dirinya untuk duduk menjadi wakil rakyat di Senayan, Kamis (15/12/2016).

 

Berlokasi di salah satu hotel di Cianjur, wakil rakyat dari Partai Golkar tersebut meluncurkan buku bersampul kuning setebal 168 halaman. Tampak hadir tim pemenangan “Baraya” serta sejumlah tamu undangan dari unsur pemerintahan, mahasiswa hingga ormas.

 

Ditemui usai peluncuran buku, Eka Sastra mengatakan, selain menceritakan perjalanan dirinya dari awal pencalonan hingga duduk di DPR RI. Buku tersebut juga sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja dirinya selama dua tahun menjabat sebagai wakil rakyat, kepada masyarakat Cianjur dan Bogor.

 

“Buku ini bukan hanya menceritakan perjalanan saya menuju DPR RI, tapi juga bentuk tanggungjawab saya kepada masyarakat yang telah memilih saya,” katanya.

 

Dirinya menceritakan, ada banyak keraguan sejak ikut mencalonkan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 di daerah pemilihan Cianjur. Terlebih dirinya memiliki latar belakang sebagai seorang pengusaha dan aktifis.

 

Namun dengan alasan melihat kebijakan negara yang membuat orang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin, dirinya membulatkan tekad untuk maju mencalonkan serta terjun ke dunia politik setelah cukup lama berdiskusi.

 

“Merubah sebuah kebijakan, kita harus masuk ke dalam sistemnya. Inilah alasan saya memutuskan untuk terjun ke dunia politik,” katanya.

 

Hasilnya, dirinya mampu meraih 74 ribu suara di wilayah Cianjur dan Bogor tanpa menggunakan politik uang, intimidasi dan lain sebagainya.  Hal tersebut membuktikan, jika politik bisa dimenangkan dengan cara profesional dan kekeluargaan.

 

“Janji saya ingin masuk komisi VI, akhirnya dikabulkan juga oleh partai. Bahkan saya juga dimasukkan sebagai salah satu anggota badan anggaran,” katanya.

 

Meski demikian, dirinya menyadari sebagai wakil rakyat masih banyak kekurangan dan banyak hal yang perlu dibenahi serta diperbaiki. “Makanya dengan forum seperti ini, bisa muncul sebuah masukan bagi saya untuk merencanakan apalagi yang akan dilakukan kedepan sebagai wakil rakyat,” katanya.

 

Selain meluncurkan buku, Eka juga membuat website ekasastra.id, rumah pangan dan klinik Baraya. Alasan dirinya membuat rumah pangan, karena melihat selama ini masyarakat sebagai konsumen selalu membeli kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) dengan harga yang tidak wajar.

 

“Kita sudah punya 10 rumah pangan di Kota Bogor, khusus di Cianjur target dan harapan saya di setiap desa memiliki rumah pangan.Sehingga para spekulan tidak akan bisa lagi melakukan permainan harga,” ungkapnyas. (ree)

Komentar