Kamis, 14 Desember 2017 | Cianjur, Indonesia

Rupiah Ambruk, 50 Ribu Buruh Terkena PHK

Astri D. Andriani

Selasa, 01 September 2015 - 12:00 WIB

ilustrasi/jpnn
ilustrasi/jpnn
A A A

BERITACIANJUR.COM, JAKARTA – Anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) membawa dampak buruk pada sektor tenaga kerja di dalam negeri. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan akibat hal ini, ratusan ribu buruh terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan berpotensi terkena PHK.

"Data dari Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) ada 50 ribuan buruh sudah ter-PHK. Kalau dengan potensi menjadi 100 ribuan. Tapi yang potensi ini sekarang sudah hampir pasti di-PHK," ujarnya.

Dia menjelaskan, para buruh yang berpotensi terkena PHK tersebut saat ini tengah dalam proses perundingan antara serikat pekerja (SP) dengan perusahaan soal pembayaran pesangon. "Mereka sudah siap-siap di-PHK. Sekarang dalam proses negosiasi serikat pekerja soal pesangonnya," lanjut dia.

Menurut Said, industri yang telah memberhentikan pekerjanya sebagian besar merupakan industri padat karya seperti garmen, sepatu, tekstil, makanan dan minuman. "Itu ada di Semarang, Demak, Tangerang, Jawa Timur seperti Mojokerto dan Pasuruan. Bahkan ada 13 perusahaan padat karya sudah tutup ketika dolar AS menembus Rp 13 ribu," katanya.

Sedangkan industri yang berpotensi mem-PHK pekerjanya yaitu industri di sektor otomotif dan elektronik. Hal ini terlibat dari sebelum Idul Fitri perusahaan-perusahaan tersebut telah merumahkan pekerja kontrak yang habis masa kontraknya.

"Biasanya setelah Lebaran pekerja-pekerja itu dipanggil lagi dan diperpanjang kontraknya. Tapi ini dua bulan setelah Lebaran tidak dipanggil lagi. Ini berarti sudah ada tanda PHK permanen. Jadi yang sebelumnya dirumahkan, sekarang terancam di-PHK," jelas dia.

Industri otomotif dan elektronik tersebut berada di beberapa wilayah seperti Bekasi, Purwakarta, Batam, Jawa Timur dan Pasuruan. "Sudah pasti pada September ini mereka di-PHK, dari yang tadinya dirumahkan atau jam kerjanya dikurangi dari yang biasanya seminggu bekerja selama 5 hari menjadi 3 hari," tandasnya. (bbs)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 10 jam yang lalu

24 Siswa SMK Darmawangsa Siap Prakerin

Sebanyak 24 siswa kelas XI SMK Kesehatan Darmawangsa Cianjur, dinyatakan siap melaksanakan prakerin 2017-2018 dengan usainya pelaksanaan ujian pra-prakerin (UPP).

Aktualita 11 jam yang lalu

Cegah Difteri dengan Imunisasi

WABAH difteri di Cianjur makin meluas sehingga meneror masyarakat. Betapa tidak, di sepanjang 2017, tercatat 11 orang di lima lokasi berbeda terjangkit dan dua di antaranya meninggal dunia.

Aktualita 11 jam yang lalu

Dinkes Bilang Vaksin Halal, MUI: Kami Belum Pernah Terbitkan Sertifikasi Halal

KEPALABidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, dr Neneng Efa Fatimah mengatakan, masih banyak warga Cianjur yang belum sadar pentingnya imunisasi.

Cianjur Euy 11 jam yang lalu

Rem Blong, Truk Tronton Seruduk Mobil dan Pagar Rumah

KECELAKAAN kembali terjadi di ruas Jalan Raya Cianjur-Sukabumi, Kampung/Desa Bangbayang, Kecamatan Gekbrong, Cianjur, Rabu (13/12/2017) sekitar pukul 05.00 WIB.

Cianjur Euy 11 jam yang lalu

Nasib Ratusan Buruh PT Ikon Garmindo, Harus Diselesaikan di Pengadilan

ANJURAN penyelesaian persoalan hak-hak buruh PT Ikon Garmindo ke ranah Pengadilan Hubungan Industrial (PHI), ternyata tidak hanya disampaikan pihak Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cianjur. 

Cianjur Euy 11 jam yang lalu

Tak Mudah Terbuai Iming-iming Investor

Alih fungsi lahan produktif di Kabupaten Cianjur terbilang menggila. Ratusan bahkan ribuan hektar lahan pesawahan di Kabupaten yang mayoritas masyarakatnya bergelut di bidang agraris (pertanian, red)…

Cianjur Euy 11 jam yang lalu

2018 Bantuan DD Akan Naik Kabar Hoax

Kabar adanya kenaikan untuk pagu bantuan Dana Desa (DD) di Tahun 2018, nyatanya sebatas berita bohong belaka alias Kabar Hoax.  Hal tersebut dikatakan Kepala Desa Mekarwangi, Kecamatan Haurwangi, Cecep…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Pemenang Tender Terbukti Subkan Pekerjaan

TERUNGKAP, pelaksanaan kegiatan perataan dan pemagaran pembangunan Masjid Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Desa Cipeuyeum, Kecamatan Haurwangi ternyata disub kontrakkan oleh pihak pemenang tender.

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

MTs Manarulhuda Adakan Bengkel Kreasi Siswa

MTs Manarulhuda mengadakan kegiatan Bengkel Kreasi Siswa, selasa (12/12) pagi hari. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah, Desa Sukamanah Kecamatan Karangtengah itu dihadiri orangtua siswa dan…

Cianjur Euy 18 jam yang lalu

Pemkab Siap Laksanakan Kebijakan Satu Jalur

Uji coba kebijakan satu jalur di sejumlah ruas jalan di wilayah perkotaan Kabupaten Cianjur ditunda hingga awal Januari 2018. Fokus pengamanan dan rekayasa lalulintas menghadapi Natal dan Tahun baru menjadi…