Selasa, 17 Oktober 2017 - Pukul 08:59

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

ekonomi bisnis

Harga Sembako Pasar Cipanas Tidak Menentu

Oleh: Asri Fatimah - Selasa 01 September 2015 | 12:00 WIB

Harga Sembako Pasar Cipanas Tidak Menentu

ilustrasi/net

BERITACIANJUR.COM, CIPANAS – Patokan harga sembilan bahan pokok (Sembako) di Pasar Cipanas mengalami fluktuasi. Naik turunnya harga tersebut terjadi sejak Agustus lalu. Hal tersebut terjadi karena berbagai alasan, mulai dari melemahnya rupiah, kebijakan pemerintah yang membatasi impor, sampai pada musim kemarau.

 

Sebulan terakhir, ada beberapa macam Sembako yang mengalami kenaikan yang sangat drastis dari harga biasanya. Seperti halnya harga daging sapi yang semula Rp 95 ribu per kilogram menjadi Rp120 ribu per kilogram. Begitupun dengan daging ayam, yang semula Rp 25 ribu per kilogram menjadi Rp 35 ribu per kilogram.

 

Begitupun dengan cabe rawit semula harga Rp 30 ribu, kini mencapai Rp 60 ribu per kilogram. Tidak ketinggalan merica yang kenaikannya lebih 100 persen, semula Rp 109 ribu menjadi Rp 230 ribu per kilogram.

 

Dikatakan Kasubag Tata Usaha Pasar Cipanas, A. Suganda, harga semua jenis Sembako memang terus berubah setiap harinya, kadang naik kadang turun, dan yang paling drastis terjadi pada keempat bahan pokok tersebut.

 

 “Sumua Sembako, harganya memang naik turun tiap harinya, dan keempat jenis Sembako tersebut cenderung naiknya tinggi dan harganya bertahan paling mahal,” ujarnya kepada “BC” kemarin (31/8).

 

Hal tersebut terjadi, terang Suganda akibat dari adanya kebijakan pemerintah yang membatasi daging impor, nilai tukar rupiah melemah, dan juga karena musim kemarau. Contohnya saja cabai dan merica, kemarau menjadi alasan mengapa harga tinggi, karena produski pertanian berkurang seiring adanya dengan cuca ekstrim. Hal itu mengakibatkan pada stok barang yang juga berkurang, sedangkan permintaan bertambah.

 

Tingginya jumlah permintaan tersebut, terang Suganda mengingat di bulan Agustus banyak sekali acara syukuran mulai dari walimatusafar sampai pada acara pernikahan. “Kita pikirkan secara logikanya saja, kalau barang kurang permintaan bertambah, maka sistem ekonomi yang berjalan akan mengantarkan pada kenaikan harga. Begitupun dengan Sembako, namun karena stok barang cukup aman akhirnya kenaikan tidak terlalu drastis” ungkapnya. (nuk)

Komentar