Selasa, 23 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Premium Mendadak Langka di Wilayah Cianjur ​

Cr7

Minggu, 25 Desember 2016 - 12:00 WIB

Net/Ilustrasi
Net/Ilustrasi
A A A

BERITACIANJUR.COM - Pengguna kendaraan roda dua dan empat di Kabupaten Cianjur, mulai keder mencari pom bensin yang menyediakan layanan bensin premium. Beberapa pom bensin yang biasa menjual bahan bakan minyak (BBM) Premium, di Kabupaten Cianjur, Jumat (23/12/2016) kemarin, sudah mengantinya dengan BBM Pertalite.

Sejumlah pengendara mengkonfirmasikan, bensin premium mendadak langka dan tidak lagi dijual di sejumlah pom bensin tertentu, sejak Pertamina mengumumkan kenaikan harga pertalite dan pertamax 92, Dex Lite.

Penerima manfaat BBM Bersubsidi ini, beranggapan pemerintah dalam hal ini Pertamina, sengaja melakukan pengurangan dan menutup sebagian layanan bensin premium di Pom Bensin, agar masyarakat beralih langsung ke BBM non Subsidi.

Oblank (40) warga Cikole, Desa Maleber, Kecamatan Karangtengah, Cianjur, mengaku pusing mencari Bensin Premium untuk sepeda motornya. Nyaris di sepanjang jalan Raya Bandung, tepatnya di Kecamatan Karangtengah dan Sukaluyu, semua Pom Bensin tidak lagi melayani penjualan Premium.

 “Ada pom bensin yang masih mencantumkan bensin premium, namun saat hendak bertransaksi, petugas Pom langsung mengatakan tidak lagi menjual premium dengan alasan kosong,” ucap Oblank menirukan pengakuan petugas Pom yang ditemuinya.

Oblank menjelaskan, bagi masyarakat kecil yang berpenghasilan pas-pasan, membeli prtalite dengan harga sekarang, cukup memberatkan. Apalagi, kenaikan satu liter mencapai 150 rupiah. Kondisi sekarang, sama saja pemerintah menghabisi subsidi BBM bagi masyarakat secara tidak langsung.

“Sepertinya karena takut di demo dan menimbulkan reaksi berlebih dari rakyat, pemerintah menghilangkan subsidi BBM dengan cara menaikan pertalite dan menghentikan pengiriman BBM Premium untuk daerah tertentu,” terangnya.

Konsumen bensin Premium lainnya, Nandar (39) warga BTN Joglo, Kelurahan Sawah Gede, Kecamatan Cianjur, berkomentar, seharusnya Pertamina terlebih dahulu mensosialisasikan soal pengurang pasokan bensin premium, sehingga tidak membuat konsumen keder.

 “Jangan main jebred seperti ini, jadi keder bagi rakyat yang masih mempergunakan bensin premium sebagai BBM kendaraan,” tandasnya.

Terpisah, Ketua Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kabupaten Cianjur, Suryadi, mengakui terjadi kelangkaan bensin premium di Kabupaten Cianjur, pasca naiknya dua BBM lainnya.

Namun, menurut Suryadi, pihaknya tidak bisa berkomentar, karena ranah untuk memberikan keterangan itu, ada di Pertamina. “ Lebih baik ditanyakan langsung ke Pertamina, karena itu memang ranahnya,” ungkap Suryadi.

Seperti diketahui PT. Pertamina Persero, tertanggal 16 Desember lalu, telah menaikan harga BBM jenis Pertamax 92, Pertalite dan Dex Lite. Salah satu faktor kenaikan adalah melemahnya kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Berdasarkan harga sekarang, Pertalite naik dari 6.900 per liter menjadi Rp 7.050 per liter, harga Pertamax 92 naik dari Rp 7.600 per liter menjadi Rp 7.750 per liter dan Dex Lite naik dari Rp 6.750 per liter menjadi Rp 6.900 per liter. (nuk)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 2 jam yang lalu

Polres Waspadai Wilayah Pesisir Pantai Selatan Cianjur

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur mewaspadai wilayah pesisir pantai selatan dijadikan akses masuknya narkoba dari jalur laut ke wilayah hukum Cianjur. Peningkatan kewaspadaan itu, dilakukan karena wilayah…

Cianjur Euy 2 jam yang lalu

Personel Polres Latihan Peningkatan Kemampuan

SERATUSAN personel pengendali massa (Dalmas) Sat Sabhara Polres Cianjur melakukan latihan peningkatan kemampuan dalam rangka menghadapi pelaksanaan Pilkada yang akan digelar serentak bulan Juni mendatang.

Cianjur Euy 2 jam yang lalu

Antisipasi Penyebaran Difteri, Dinkes Lakukan Vaksinasi

DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur melakukan imunisasi dan pemberian vaksin kepada masyarakat di sejumlah wilayah rawan kasus difteri.Namun, keterbatasan vaksin membuat petugas hanya melakukan…

Aktualita 15 jam yang lalu

Desak Audit RSUD, Komisi IV Sebut Pemkab Cianjur Jangan Tinggal Diam

BPJS Kesehatan menunggak hingga Rp45 miliar. Itulah pengakuan dari pejabat RSUD Sayang Cianjur yang disampaikan terhadap Komisi IV DPRD Cianjur.

Aktualita 15 jam yang lalu

Aset RSUD Diduga Raib

EMPAT masalah sudah terungkap dan membuat geram banyak pihak. Kini, persoalan baru di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur kembali terbongkar. Ada apa lagi?

Cianjur Euy 22/01/2018 21:29 WIB

Cuaca Buruk, Masyarakat Agar Waspada

MASYARAKAT Kabupaten Cianjur diimbau untuk mewaspadai bencana akibat cuaca buruk yang dalam beberapa pekan terakhir melanda Tatar Santri.

Cianjur Euy 22/01/2018 21:25 WIB

Disdukcapil Siap Launching Lima Cabang Layanan

DINAS Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur membuka cabang layanan administrasi kependudukan di lima kecamatan. Tak hanya proses perekaman, pencetakan KTP el pun dapat dilaksanakan…

Cianjur Euy 22/01/2018 20:57 WIB

Tolak Alihfungsi dan Pembongkaran Bujensa

AKSI penolakan terkait alihfungsi dan pembongkaran eks Gedung SDN Ibu Jenab 1 (Bujensa, red) terus disuarakan berbagai kalangan. Bahkan, aktivis di Cianjur akan menggugat Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Aktualita 22/01/2018 08:00 WIB

Tega, Ini Jeritan Hati Pegawai RSUD

PENGAKUAN mengejutkan datang dari sejumlah pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur. Sudah dua bulan, insentif para pegawai di rumah sakit plat merah tersebut belum dibayarkan.

Cianjur Euy 21/01/2018 22:37 WIB

Sampah Berserakan di Area Asamul Husna

PEDAGANG yang biasa mangkal di sekitar area Taman Asmaul Husna, Kampung Panaruban, Desa/Kecamatan Haurwangi belum sepenuhnya sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan.