Jumat, 21 Juli 2017 - Pukul 09:38

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

inspirasi

Nenek Sendirian Huni Rumah Reyot

Oleh: Apip Samlawi - Minggu 25 Desember 2016 | 10:00 WIB

Nenek Sendirian Huni Rumah Reyot

BC/Apip Samlawi

Pemdes Sukaratu Berkomitmen Bantu dengan Gunakan Swadaya Masyarakat

 

BERITACIANJUR.COM - Tinggal sendiri bagi Siti Maryam (85) bukanlah bergelimang harta dan kemewahan melainkan ancaman ambruk hunian tinggalnya. Lantaran rumah biliknya yang berukuran 10x7 sudah reyot karena sudah lama tidak diperbaiki.

 

Sebagai seorang nenek ternyata hari yang dilaluinya bertahan jauh dari anggota keluarganya. Setelah suaminya (alm.) Ustadz Tarpudin meninggal dunia beberapa tahun lalu, Siti tak menoleh malah mengaku pasrah atas nasibnya meski kediamannnya di Kampung Cibiuk Rt 02 Rw 09, Desa Sukaratu, Kecamatan Bojongpicung miring ke kiri.

 

Menurut Siti, ia mendiami rumah panggung telah puluhan tahun dan sekarang tinggal sendirian. Ia menolak tinggal menetap bersama anaknya yang beranjak dewasa  karena sudah kerasan di rumah yang ditinggalkan oleh suaminya tersebut.

 

Siti khawatir jika bersama anaknya akan merepotkan dengan sendirian tetap bisa menjalani hidup dengan berpasrah diri. Walaupun ada kecemasan karena diam di gubuk reyot takut ambruk terutama saat turun hujan lebat disertai angin.

 

“Takut ambruk pastinya, saat turun hujan besar yang disertai angin kencang namun apa boleh buat hanya pasrah saja,” ucapnya.

 

Sementara itu, Kades Sukaratu, Ahmad Hidayat menjelaskan, jika rumah rumah panggung  milik keluarga (alm.) ustadz Tarpudin sebagai  Imam Masjid Jami Al-Huda itu kini dihuni istrinya sendirian. Siti Maryam memilih bertahan kendati sempat disarankan pindah rumah karena kondisinya sudah reyot, miring ke sebelah kiri.

 

Pihaknya sudah mengusulkan permohonan proposal bantuan  agar rumah Siti tersebut menjadi skala proritas untuk perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu) kepada Pemkab, Pemprov Jabar maupun  Pusat.

 

“Namun kalau masih belum ada tanggapan dari Pemerintahan Pusat, Pemprov Jabar maupun Pemkab Cianjur maka akan segera merenovasinya dengan swadaya masyarakat dan akan minta bantuan pada para dermawan lainnya. Warga setempat pasti akan membantunya, karena merasa iba menyaksikan kondisi Siti Maryam,”  bebernya. (ree)

Komentar