Rabu, 18 Oktober 2017 - Pukul 04:01

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

sosialita

Toleransi Beragama Warnai Natal di Kawasan Ciranjang

Oleh: Apip Samlawi - Selasa 27 Desember 2016 | 13:00 WIB

Toleransi Beragama Warnai Natal di Kawasan Ciranjang

BC/Apip Samlawi

Tetap Menjungjung Tinggi Perbedaan dengan Saling Menghormati

 

BERITACIANJUR.COM - Kawasan Sindangjaya dan sekitarnya mau tidak mau harus diakui merupakan daerah yang spesial bagi Kabupaten Cianjur yang identik dengan sebutan Kota Santri. Kawasan yang berada di Kecamatan Ciranjang, dihuni oleh umat Kristiani dengan belasan Gereja yang berdiri kokoh di berbagai titik, berdampingan dengan sejumlah mesjid.

 

Perayaan Natal yang dilaksanakan Umat Kristiani di kawasan tersebut, bukti kuat sebuah toleransi beragama di Kabupaten Cianjur, yang mayoritas beragama islam. Dua umat beragama, tampak jelas saling bantu untuk melaksanakan perayaan hari besar umat kristiani. Tak ada rasa canggung bagi Umat Islam membantu Umat Kristiani mempersiapkan Natal tahun ini.

 

Dikatakan Nopelus (70)  tokoh Umat Nasrani Warga Desa Sindangjaya, Kecamatan Ciranjang, tiap tahun pelaksanan Natal di setiap gereja yang ada di Kecamatan Ciranjang selalu berjalan dengan lancar, tertib dan aman, karena selalu berkoordinasi dengan tokoh Islam setempat.

 

“Seluruh tokoh umat nasrani yang ada di Desa Sindangjaya selalu berkoordinasi dengan pihak Pemerintahan desa, Kecamatan, Kepolisian, Koramil dan tidak terlepas berkoordinasi pula dengan tokoh agama Islam yang ada di Desa Sindangjya,” katanya

 

Sementara itu, Kepala Desa Sindangjaya Sajaroh Napi menjelaskan, pelaksanaan natal di Gereja Kerasulan Pusaka Kampung Rawaselang, Gereja Persekutuan Injil Eliezer Kap Rawaselang,  Gereja Pantekosta Indonesia (GPDI) Haris Kampungrawaselang,  GPDI Kampung Pasir Nangka dan Gereja Kristen Pasundan Pasir Nangka, selalu diwarnai dengan kerukunan beragama antara umat islam dan kristen.

 

“Saya sendiri selalu berusaha hadir memenuhi undangan, untuk menunjukan sikap toleransi beragama. Kehadiran saya diharapkan jadi cermin kuat soal kebhinekaan di tanah air,” tegasnya.

 

Farik Kristiani, salah seorang warga Kristen, mengaku nyaman melaksanakan natal di daerahnya. Keragaman umat beragama disini menjadikan perbedaan agama adalah hal yang indah.

 

“Kami juga sering melakukan bantuan saat umat islam merayakan Idul Fitri, begitu juga sebaliknya. Intinya, kami saling membantu dalam berbagai hal, tidak hanya sekedar perayaan hari besar keagamaan saja,” akunya. (ree)

Komentar