Rabu, 28 Juni 2017 - Pukul 12:26

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

makan enak

Pagi Menjadi Supervisor Hotel, Malam Berjualan Kue Balok

Oleh: cr1 - Selasa 27 Desember 2016 | 14:00 WIB

Pagi Menjadi Supervisor Hotel, Malam Berjualan Kue Balok

Marwin (39) Supervisor salah satu hotel berbintang di Cipanas ini memiliki pekerjaan sampingan sebagai penjual Kue Balok didepan HotelCianjur Jalan Raya Cipanas. Nampak Marwin tengah menjajakan dagangannya setiap malam selepas ia bekerja di hotel. (F

Didesak oleh Kebutuhan Rumah Tangga dan Alasan Ingin Menambah Paenghasilan

 

BERITACIANJUR.COM - Bagi anda yang pernah menyaksikan sinetron komedi (Sitkom)  Preman Pensiun yang ditayangkan salah satu televisi swasta,  mungkin tidak akan lupa dengan salah satu makanan khas Garut yang selalu di makan dan digemari Kang Bahar (Alm.  Didi Petet).

 

Ya, makanan yang dimaksud adalah Kue Balok. Dibeberapa episode, terlihat jika Kang Bahar selalu memerintahkan anak buahnya untuk membeli kue yang terbuat dari adonan tepung terigu dengan cara masak yang dipanggang tersebut. 

 

Berbicara soal kue balok,  ternyata di wilayah Desa Gadog, Kecamatan Pacet, ada salah satu pedagang yang tiap malam berjualan kue tersebut tepatnya di depan Hotel Cianjur.  
Usut punya usut,  yang empunya gerobak kue balok tersebut merupakan milik Marwin (39) warga Kampung Jembar,  Desa Gadog.

 

Ketika Harian Berita Cianjur berbincang-bincang dengannya,  ternyata Marwin merupakan supervisor di salah satu hotel berbintang di wilayah Cipanas.  Karena tertarik untuk mengetahui seperti apa kisah perjalanan hidupnya hingga memutuskan berjualan kue balok, Harian Berita Cianjur mencoba mewawancarai Marwin di sela-sela kesibukannya mengolah adonan kue balok dan surabi yang dipanggang di atas gerobak roda dua yang dimilikinya.

 

Dirinya mengaku,  sejak tahun 1998 sudah bekerja di salah satu hotel di kawasan Cipanas dengan jabatan sebagai seorang supervisor.  Karena di desak oleh kebutuhan rumah tangga dan alasan ingin menambah penghasilan, sekitar tahun 2007 dirinya memberanikan diri berjualan kue surabi.  

 

Meski tidak memiliki keahlian dalam bidang kuliner,  berkat ketelatenan untuk mau belajar dan melihat cara pembuatan surabi seperti apa.  Hingga sekarang usaha kue surabinya tetap berjalan dan laris manis.  

 

Melihat banyaknya pembeli,  dirinya mencoba untuk berjualan penganan lain yang berbahan tepung terigu dan pilihannya jatuh pada kue balok.

 

"Kalau jualan kue balok sudah sekitar tujuh bulanan, paling lama jualan kue surabi, " ujar Marwin. 

 

Dikatakannya,  kue surabi dan balok yang dijualnya berbeda seperti pada pedagang lainnya.  Karena proses memasaknya dengan cara dipanggang menggunakan arang, alasannya agar panas api bisa merata dan adonan kue tidak cepat gosong serta matangnya merata dari bagian bawah hingga atas. 

 

"Kalau pakai gas atau kompor,  biasanya bagian bawah suka keras dan gosong.  Sedangkan di bagian tengah dan atas kue menjadi lembek, " katanya. 

 

Menurutnya,  banyak pembeli yang sengaja datang jauh-jauh dari Kota Cianjur hanya untuk membeli surabi dan kue balok buatannya.  Selain rasa original,  pembeli juga bisa memesan aneka rasa dengan toping nangka,  keju, coklat,  strawberry dan kacang. 

 

Harganya pun terbilang sangat terjangkau, satu buah kue balok original dijual seharga Rp.2000 dan surabi dari Rp.14000 - Rp.15000/kap. "Hampir setiap malam saya jualan disini, kecuali malam Senin dan malam Jumat biasanya saya libur tidak jualan," katanya. 

 

Diungkapkan Marwan, awalnya niat jualan hanya untuk mengisi waktu luang saja saat malam hari.  Karena kebutuhan keluarga untuk menambah penghasilan ke dapur,  sampai sekarang masih terus berjualan. 

 

Penasaran seperti apa rasa kue balok buatan Marwin,  saat di makan ternyata memang berbeda dengan kue balok lainnya.  Selain lembut,  adonan kuenya juga matang merata dari bawah hingga atas.  Bahkan bisa dibilang adonan kue baloknya hampir mirip dengan kue bolu. 

 

Anda tertarik ingin mencicipinya,  datang langsung saja ke depan Hotel Cianjur di Jalan Raya Cipanas, karena setiap malam Marwin selalu mangkal berjualan di lokasi tersebut. (bis)

Komentar