Senin, 19 Februari 2018 | Cianjur, Indonesia

Manfaat dan Efek Samping Kerokan Bagi Kesehatan

Rifqi Dahwan Aziz

Rabu, 28 Desember 2016 - 16:00 WIB

Net/Ilustrasi
Net/Ilustrasi
A A A

BERITACIANJUR.COM - Kerokan merupakan terapi tradisional yang sudah sejak lama dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Kerokan tidak hanya populer di Indonesia, namun juga dikenal di berbagai negara seperti Vietnam dan Tiongkok.

 Kerokan sering dijadikan sebagai pengobatan alternatif masuk angin atau kondisi sekadar tidak enak badan

Dikutip dari laman klikdokter.com, Rabu (28/12/2016). Kerokan dikenal dengan istilah Gua Sha di Tiongkok. Teknik Gua Sha dibawa oleh imigran Tiongkok sampai ke dunia barat. Kerokan biasanya menggunakan batu giok atau benda tumpul lainnya.

Cara Kerja Kerokan

Kerokan dilakukan dengan menggesekkan benda ke kulit secara berulang, sampai timbul warna kemerahan pada kulit. Pada saat dikerok, biasanya orang juga menggunakan sejenis minyak untuk membantu melumaskan kulit.

Apa yang menyebabkan warna kemerahan pada kulit saat dikerok? Warna kemerahan saat dikerok merupakan pelebaran dan pecahnya pembuluh darah di bawah kulit. Kerokan tidak hanya menimbulkan pelebaran pembuluh darah, tetapi juga meningkatkan sirkulasi darah ke otot. Selain itu, kerokan dapat menaikkan endorfin yang membuat perasaan nyaman dan segar.

Kerokan dari Sisi Medis

Layaknya pengobatan alternatif lainnya, sampai saat ini belum ada penelitian skala besar yang mempelajari tentang manfaat kerokan. Sebuah riset kecil pernah dilakukan dan menyimpulkan bahwa kerokan bermanfaat dalam mengurangi nyeri leher kronis, apabila dibandingkan dengan penggunaan thermal pad.

Tidak dapat dimungkiri bahwa kerokan memiliki manfaat yang sudah banyak dirasakan oleh masyarakat. Namun, teknik kerokan yang benar juga perlu diperhatikan. Karena teknik kerokan yang salah bukannya membawa manfaat, tapi malah dapat mendatangkan penyakit.

Kerokan menyebabkan terbukanya pori-pori kulit dan pecahnya pembuluh darah kecil. Jika kerokan dilakukan dengan bahan-bahan yang tidak bersih, maka dapat membuat bakteri masuk ke dalam kulit. Hal ini kemudian bisa menimbulkan infeksi pada kulit.

Selain itu, kerokan lebih baik dihindari pada pasien dengan gangguan darah (misalnya leukemia), karena dapat menyebabkan perdarahan yang sulit dikontrol.
 

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 30 menit yang lalu

Kornas Jokowi Jabar Segera Lapor ke Kantor Staf Presiden

KORNAS Jokowi Jawa Barat, Isman Muslim mengancam akan melaporkan masalah pencatutan nama Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang diduga dilakukan pejabat di lingkungan Pemkab Cianjur, ke Kantor…

Aktualita 35 menit yang lalu

Cianjur Kabupaten Tanpa Aturan?

SELAMA beberapa pekan terakhir ini, masyarakat Cianjur disuguhkan kabar seputar tindak tanduk pejabat pemerintah Kabupaten Cianjur yang begitu ‘hebat’, hingga membuat berdecak ‘kagum’.

Cianjur Euy 7 jam yang lalu

Rd Siti Jenab Diusulkan Jadi Pahlawan Nasionla

Pakar sejarah Jawa Barat Profesor Nina Herlina Lubis bersama Lutfi Yondri dari Dewan Cagar Budaya Jabar, mengusulkan nama Rd Siti Jenab menjadi pahlawan nasional ke Pemkab Cianjur.

Cianjur Euy 7 jam yang lalu

Kapolda Jabar Resmikan Pembangunan Rumah Layak Huni di Cianjur

KAPOLDA Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto melakukan kunjungan ke wilayah hukum Polres Cianjur, Sabtu (17/2/2018).

Cianjur Euy 7 jam yang lalu

Korem 061/SK Tanami Pohon Diwilayah Terdampak Longsor

Komando Resort Militer (Korem) 061 Suryakancana menanam bibit pohon akar wangi dan manii di wilayah yang terdampak bencana longsor di kawasan Puncak, Bogor. Pemilihan kedua bibit pohon itu, karena dianggap…

Cianjur Euy 7 jam yang lalu

Waspadai Hoax Jelang Pilkada Serentak

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jawa Barat memaksimalkan patroli di dunia maya untuk menangkal munculnya pemberitaan bohong (Hoax, red) menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang…

Aktualita 15/02/2018 08:00 WIB

Masyarakat Ancam Laporkan Bupati ke Presiden

JELAS-jelas belum dilengkapi izin, namun pembangunan kantor baru Pemkab Cianjur di Kecamatan Campaka malah dianggap sebagai terobosan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, yang bertujuan untuk meningkatkan…

Aktualita 15/02/2018 07:55 WIB

Buruh Tani Cianjur Sambut Baik Lengsernya Iwan Cahmawan

Balai Pengembangan Benih Padi (BPBP) Cihea memasuki babak baru di tahun 2018 ini. Iwan Cahmawan yang selama 4 tahun lebih memimpin pengelolaan balai, akhirnya lengser dari jabatannya sebagai Kepala BPBP.

Cianjur Euy 14/02/2018 21:35 WIB

Pemkab Cianjur Dorong Pembangunan Jalur Puncak II

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Cianjur kembali mendorong pelaksanaan pembangunan Jalur Puncak II, mengingat kondisi jalur puncak I yang rawan longsor dan dinilai tidak cukup menampung volume kendaraan…

Cianjur Euy 14/02/2018 21:33 WIB

Dua Orang Calon Tenaga Kerja Ilegal Berhasil Dipulangkan

DINAS Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur kembali berhasil mengembalikan dua orang Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ilegal asal Cianjur. Keduanya diketahui menjadi korban…