Selasa, 23 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Tembok Ambrol Empat Pekerja Tewas Ditempat

Angga Purwanda

Rabu, 05 Agustus 2015 - 06:58 WIB

ist
ist
A A A

BERITACIANJUR.COM - Empat orang pekerja bangunan tewas setelah tertimpa benteng pembangunan peternakan ayam di Kp Simumput, Desa Jamali, Kecamatan Mande. Keempatnya tewas seketika saat tengah menyusun tembok pada ketinggian sekitar 12 meter. Diduga kecelakaan terjadi akibat pondasi bangunan yang menyalahi aturan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun "BC", kejadian berlangsung Selasa (4/8) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat peristiwa berlangsung, terdapat sepuluh orang yang bekerja. Dua orang tengah mengaduk semen, sedangkan delapan orang menyusun tembok.

Kedelapan pekerja itu, tengah menyusun tembok pada bidang yang sama. Namun mereka terbagi pada sisi yang beda. Empat orang menyusun di bagian dalam sedangkan empat lainnya di bagian luar.

Naas bagi pekerja di bagian luar, karena saat kejadian tembok setinggi 12 meter itu ambruk ke bagian luar.  Keempat korban tersebut yakni Ulo (45), Mulyana (36), Omay (65) dan Uloh (38). Keempat korban merupakan warga Kecamatan Mande.

"Saya sedang di rumah terus dapat kabar ada kecelakaan, langsung saya ke lokasi. Di situ sudah ramai, yang tewas sudah pada diangkat," ujar Bono (62) kerabat dari salah korban yang bernama Uloh, saat ditemui di kamar jenazah RSUD Cianjur, Selasa (4/8). Menurutnya, korban baru saja menjadi ayah setelah anak pertamanya lahir sekitar satu bulan lalu.
"Waktu saya datang ke lokasi, ternyata benar  yang meninggal adalah saudara saya. Mukanya sudah rusak karena ketimpa runtuhan tembok. Ya sudah mau bagaimana lagi. Keluarga pada di rumah sekarang, lagi nunggu," katanya.

Menurut Bono,  bangunan yang tengah dikerjakan itu merupakan pabrik peternakan ayam milik salah seorang pengusaha. Bangunan ini merupakan bangunan yang kedua yang didirikan dalam kompleks tersebut. Rencananya peternakan itu memproduksi telur ayam negeri.

Menurut Bono, pembangunan itu sudah berjalan sekitar satu tahun. Dia menduga, ambruknya tembok itu akibat pondasi penyangga tidak kuat. Kondisi itu sebenarnya sudah dikeluhkkan para pekerja termasuk masyarakat sekitar, namun tidak dihiraukan.

"Jadi pondasinya itu sepertinya tidak kuat. Temboknya saja tidak kuat, disentuh juga sudah mau ambruk. Sudah dibilangin ke yang punya tapi tidak tahu. Ini juga ada arsiteknya atau tidak, tidak tahu. Karena besi anker yang buat menyangganya aja kecil tapi bangunannya besar," kata dia. Bangunan yang tengah didirikan itu berukuran sekitar 50x30 meter dengan tinggi bangunan mencapai 12 meter.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Gito menyatakan, sampai saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan mengenai penyebab robohnya salah satu tembok di peternakan ayam itu. Dalam penyelidikan, polisi pun memanggil sejumlah saksi termasuk pemilik pabrik.

"Dugaan sementara masih terus diselidiki seperti apa. Termasuk dugaan adanya penyalahan pondasi bangunan. Namun kami masih selidiki adanya pondasi yang mulai berkarat, kemudian bahan bangunan yang digunakan sehingga bisa roboh dan yang lainnya. Saat ini masih dalam penyelidikan," kata Gito.
Diungkapkan Gito, hingga kini pihaknya belum bisa memastikan siapa yang paling bertanggung jawab dalam musibah tersebut. Penetapan tersangka baru bisa dilakukan setelah proses penyelidikan selesai digelar. ***

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 10 jam yang lalu

Cuaca Buruk, Masyarakat Agar Waspada

MASYARAKAT Kabupaten Cianjur diimbau untuk mewaspadai bencana akibat cuaca buruk yang dalam beberapa pekan terakhir melanda Tatar Santri.

Cianjur Euy 10 jam yang lalu

Disdukcapil Siap Launching Lima Cabang Layanan

DINAS Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur membuka cabang layanan administrasi kependudukan di lima kecamatan. Tak hanya proses perekaman, pencetakan KTP el pun dapat dilaksanakan…

Cianjur Euy 10 jam yang lalu

Tolak Alihfungsi dan Pembongkaran Bujensa

AKSI penolakan terkait alihfungsi dan pembongkaran eks Gedung SDN Ibu Jenab 1 (Bujensa, red) terus disuarakan berbagai kalangan. Bahkan, aktivis di Cianjur akan menggugat Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Cianjur Euy 21/01/2018 22:37 WIB

Sampah Berserakan di Area Asamul Husna

PEDAGANG yang biasa mangkal di sekitar area Taman Asmaul Husna, Kampung Panaruban, Desa/Kecamatan Haurwangi belum sepenuhnya sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan.

Cianjur Euy 21/01/2018 22:36 WIB

Akhirnya Keluarga Otim Punya Rumah Baru

RAUT wajah Otim (47) tampak berseri seri dipenuhi kebahagian. Bagaimana tidak bahagia, Minggu (21/1) dirinya bisa bertemu langsung dengan Dedi Mulyadi, Calon Wakil Gubernur Jabar.

Cianjur Euy 21/01/2018 22:35 WIB

Kepengurusan Kampung KUBA Dibentuk

PROGRAM Kampung Utama Berakhlakul Karimah (KUBA) mulai dibumikan di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur. Mensukseskan program yang digagas Bupati Cianjur itu, kepengurusan Kampung KUBA mulai dibentuk di…

Bisnis Line 21/01/2018 22:28 WIB

Gurihnya Sensasi Soto Bogor Siliwangi Bikin Nagih

SIAPA yang tak suka dengan gurihnya sajian kuah soto hangat? Selain memiliki cita rasa rempah yang kuat, irisan daging yang dipotong dadu, taburan bawang goreng, kacang kedelai, dan tomat segar terasa…

Cianjur Euy 21/01/2018 21:52 WIB

Kecewa Kebijakan Pemkab, Warga Segel Eks SD Bujensa

SEBUAH spanduk penolakan terbentang di pagar tembok eks SDN Ibu Jenab 1 (Bujensa, red). Spanduk penolakan itu ditempel oleh warga yang menilai Pemkab Cianjur tidak menjalankan komitmen yang dibuat terkait…

Cianjur Euy 21/01/2018 21:50 WIB

Stok Surplus, Pemkab Cianjur Tolak Impor Beras

CAPAIAN produksi padi di Kabupaten Cianjur tahun 2017 mencapai 105 persen. Capaian itu lebih tinggi dari tahun sebelumnya, yang hanya mencapai 100,88 persen.

Cianjur Euy 21/01/2018 21:48 WIB

Mayat Pria Tanpa Identias Ditemukan Mengambang

MAYAT pria tanpa identitas ditemukan mengambang di genangan air Blok Sungai Citarum, Kampung Cinangsi RT 02/10, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Minggu (21/1/2018) sekitar pukul 13.00 WIB.