Jumat, 27 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Tembok Ambrol Empat Pekerja Tewas Ditempat

Angga Purwanda

Rabu, 05 Agustus 2015 - 06:58 WIB

ist
ist
A A A

BERITACIANJUR.COM - Empat orang pekerja bangunan tewas setelah tertimpa benteng pembangunan peternakan ayam di Kp Simumput, Desa Jamali, Kecamatan Mande. Keempatnya tewas seketika saat tengah menyusun tembok pada ketinggian sekitar 12 meter. Diduga kecelakaan terjadi akibat pondasi bangunan yang menyalahi aturan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun "BC", kejadian berlangsung Selasa (4/8) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat peristiwa berlangsung, terdapat sepuluh orang yang bekerja. Dua orang tengah mengaduk semen, sedangkan delapan orang menyusun tembok.

Kedelapan pekerja itu, tengah menyusun tembok pada bidang yang sama. Namun mereka terbagi pada sisi yang beda. Empat orang menyusun di bagian dalam sedangkan empat lainnya di bagian luar.

Naas bagi pekerja di bagian luar, karena saat kejadian tembok setinggi 12 meter itu ambruk ke bagian luar.  Keempat korban tersebut yakni Ulo (45), Mulyana (36), Omay (65) dan Uloh (38). Keempat korban merupakan warga Kecamatan Mande.

"Saya sedang di rumah terus dapat kabar ada kecelakaan, langsung saya ke lokasi. Di situ sudah ramai, yang tewas sudah pada diangkat," ujar Bono (62) kerabat dari salah korban yang bernama Uloh, saat ditemui di kamar jenazah RSUD Cianjur, Selasa (4/8). Menurutnya, korban baru saja menjadi ayah setelah anak pertamanya lahir sekitar satu bulan lalu.
"Waktu saya datang ke lokasi, ternyata benar  yang meninggal adalah saudara saya. Mukanya sudah rusak karena ketimpa runtuhan tembok. Ya sudah mau bagaimana lagi. Keluarga pada di rumah sekarang, lagi nunggu," katanya.

Menurut Bono,  bangunan yang tengah dikerjakan itu merupakan pabrik peternakan ayam milik salah seorang pengusaha. Bangunan ini merupakan bangunan yang kedua yang didirikan dalam kompleks tersebut. Rencananya peternakan itu memproduksi telur ayam negeri.

Menurut Bono, pembangunan itu sudah berjalan sekitar satu tahun. Dia menduga, ambruknya tembok itu akibat pondasi penyangga tidak kuat. Kondisi itu sebenarnya sudah dikeluhkkan para pekerja termasuk masyarakat sekitar, namun tidak dihiraukan.

"Jadi pondasinya itu sepertinya tidak kuat. Temboknya saja tidak kuat, disentuh juga sudah mau ambruk. Sudah dibilangin ke yang punya tapi tidak tahu. Ini juga ada arsiteknya atau tidak, tidak tahu. Karena besi anker yang buat menyangganya aja kecil tapi bangunannya besar," kata dia. Bangunan yang tengah didirikan itu berukuran sekitar 50x30 meter dengan tinggi bangunan mencapai 12 meter.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Gito menyatakan, sampai saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan mengenai penyebab robohnya salah satu tembok di peternakan ayam itu. Dalam penyelidikan, polisi pun memanggil sejumlah saksi termasuk pemilik pabrik.

"Dugaan sementara masih terus diselidiki seperti apa. Termasuk dugaan adanya penyalahan pondasi bangunan. Namun kami masih selidiki adanya pondasi yang mulai berkarat, kemudian bahan bangunan yang digunakan sehingga bisa roboh dan yang lainnya. Saat ini masih dalam penyelidikan," kata Gito.
Diungkapkan Gito, hingga kini pihaknya belum bisa memastikan siapa yang paling bertanggung jawab dalam musibah tersebut. Penetapan tersangka baru bisa dilakukan setelah proses penyelidikan selesai digelar. ***

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Petani Penggarap di Cianjur Tuntut Penerapan Reforma Agraria

RATUSAN petani penggarap di Cianjur menggeruduk gedung DPRD Kabupaten Cianjur, di Jalan KH Abdullah bin Nuh, Kamis (26/4/2018) pagi.Mereka menuntut pemerintah mengimplementasikan reforma agraria karena…

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Kapolres Cianjur Pimpin Apel Gelar Pasukan Ops Patuh Lodaya 2018

KAPOLRES Cianjur AKBP Soliyah SIK, MH memimpin apel gelar pasukan Operasi Patuh Lodaya 2018 di Lapangan Utama Mapolres Cianjur, Jalan KH Abdulah bin Nuh, Kamis (26/4/2018) pagi.

Cianjur Euy 9 jam yang lalu

Warga Terdampak Banjir di Ciadun Kembali Tempati Rumah

WARGA di sejumlah kampung di Desa Kertajadi dan Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun yang sempat mengungsi akibat perkampungannya diterjang banjir bandang sudah kembali ke rumah mereka.

Bisnis Line 25/04/2018 21:43 WIB

MyRobo Kembali ‘Unjuk Gigi’ Melalui Event CRG

SEJUMLAH pelajar dari SMP Al Azhar Cianjur yang tergabung dalam MyRobo berhasil mengharumkan nama Kabupaten Cianjur di kancah Internasional. Setelah mengalahkan kontingen dari beberapa Negara di Asia,…

Cianjur Euy 25/04/2018 21:06 WIB

Banjir Bandang dan Longsor Terjang Cianjur Selatan

RATUSAN keluarga dievakuasi karena meluapnya air Sungai Cidamar, Kecamatan Cidaun. Sementara jalur penghubung Cianjur-Bandung di Kecamatan Naringgul tertutup longsor, akibatnya arus lalulintas di ruas…

Cianjur Euy 25/04/2018 21:06 WIB

Polres Cianjur Siap Gelar Ops Patuh Lodaya 2018

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur melalui Satuan Lalulintas Polres Cianjur akan menggelar Operasi Patuh Lodaya 2018, mulai Kamis (26/4/2018) hingga Minggu (6/5/2018).

Bisnis Line 24/04/2018 23:34 WIB Advertorial

Alfamart Gelar Pemberdayaan Wanita Melalui Pelatihan

Memperingati Hari Kartini, Toko Modern Alfamart menggelar kegiatan pemberdayaan wanita berupa pelatihan pengolahan bonggol pisang menjadi produk bernilai ekonomis di Balai Desa Sukaratu, Kecamatan Gekbrong,…

Cianjur Euy 24/04/2018 20:53 WIB

Siswa SMK Berikan Sarung Cinta Untuk Mak Icih

RAUT sumringah terlihat dari wajah Mak Icih, saat puluhan siswa dari salah satu SMK kesehatan swasta di Sukabumi mendatangi kediamannya di Kampung Cikaret, Gang Al Falah, Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur.

Cianjur Euy 24/04/2018 20:52 WIB

IPM Kabupaten Cianjur Jeblok, Paling Bontot di Jawa Barat

INDEKS Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Cianjur, masih relatif jeblok. Posisinya pada 2017 berada paling bontot dari 27 kota/kabupaten di Jawa Barat. Hal itu, diungkapkan anggota DPRD Kabupaten Cianjur,…

Cianjur Euy 24/04/2018 20:51 WIB

Perpres TKA Berdampak Plus Minus Bagi Daerah

PENERAPAN Peraturan Presiden Nomor 20/2018 tentang penggunaan tenaga kerja asing (TKA) memiliki dampak positif dan negatif bagi dunia kerja di daerah. Sebab, hingga kini masih banyak calon tenaga kerja…