Minggu, 25 Juni 2017 - Pukul 07:10

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

aktualita

Tembok Ambrol Empat Pekerja Tewas Ditempat

Oleh: Angga Purwanda - Rabu 05 Agustus 2015 | 06:58 WIB

Tembok Ambrol Empat Pekerja Tewas Ditempat

ist

BERITACIANJUR.COM - Empat orang pekerja bangunan tewas setelah tertimpa benteng pembangunan peternakan ayam di Kp Simumput, Desa Jamali, Kecamatan Mande. Keempatnya tewas seketika saat tengah menyusun tembok pada ketinggian sekitar 12 meter. Diduga kecelakaan terjadi akibat pondasi bangunan yang menyalahi aturan.


Berdasarkan informasi yang dihimpun "BC", kejadian berlangsung Selasa (4/8) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat peristiwa berlangsung, terdapat sepuluh orang yang bekerja. Dua orang tengah mengaduk semen, sedangkan delapan orang menyusun tembok.


Kedelapan pekerja itu, tengah menyusun tembok pada bidang yang sama. Namun mereka terbagi pada sisi yang beda. Empat orang menyusun di bagian dalam sedangkan empat lainnya di bagian luar.


Naas bagi pekerja di bagian luar, karena saat kejadian tembok setinggi 12 meter itu ambruk ke bagian luar.  Keempat korban tersebut yakni Ulo (45), Mulyana (36), Omay (65) dan Uloh (38). Keempat korban merupakan warga Kecamatan Mande.


"Saya sedang di rumah terus dapat kabar ada kecelakaan, langsung saya ke lokasi. Di situ sudah ramai, yang tewas sudah pada diangkat," ujar Bono (62) kerabat dari salah korban yang bernama Uloh, saat ditemui di kamar jenazah RSUD Cianjur, Selasa (4/8). Menurutnya, korban baru saja menjadi ayah setelah anak pertamanya lahir sekitar satu bulan lalu.
"Waktu saya datang ke lokasi, ternyata benar  yang meninggal adalah saudara saya. Mukanya sudah rusak karena ketimpa runtuhan tembok. Ya sudah mau bagaimana lagi. Keluarga pada di rumah sekarang, lagi nunggu," katanya.


Menurut Bono,  bangunan yang tengah dikerjakan itu merupakan pabrik peternakan ayam milik salah seorang pengusaha. Bangunan ini merupakan bangunan yang kedua yang didirikan dalam kompleks tersebut. Rencananya peternakan itu memproduksi telur ayam negeri.


Menurut Bono, pembangunan itu sudah berjalan sekitar satu tahun. Dia menduga, ambruknya tembok itu akibat pondasi penyangga tidak kuat. Kondisi itu sebenarnya sudah dikeluhkkan para pekerja termasuk masyarakat sekitar, namun tidak dihiraukan.


"Jadi pondasinya itu sepertinya tidak kuat. Temboknya saja tidak kuat, disentuh juga sudah mau ambruk. Sudah dibilangin ke yang punya tapi tidak tahu. Ini juga ada arsiteknya atau tidak, tidak tahu. Karena besi anker yang buat menyangganya aja kecil tapi bangunannya besar," kata dia. Bangunan yang tengah didirikan itu berukuran sekitar 50x30 meter dengan tinggi bangunan mencapai 12 meter.


Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Gito menyatakan, sampai saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan mengenai penyebab robohnya salah satu tembok di peternakan ayam itu. Dalam penyelidikan, polisi pun memanggil sejumlah saksi termasuk pemilik pabrik.


"Dugaan sementara masih terus diselidiki seperti apa. Termasuk dugaan adanya penyalahan pondasi bangunan. Namun kami masih selidiki adanya pondasi yang mulai berkarat, kemudian bahan bangunan yang digunakan sehingga bisa roboh dan yang lainnya. Saat ini masih dalam penyelidikan," kata Gito.
Diungkapkan Gito, hingga kini pihaknya belum bisa memastikan siapa yang paling bertanggung jawab dalam musibah tersebut. Penetapan tersangka baru bisa dilakukan setelah proses penyelidikan selesai digelar. ***

Komentar