Senin, 22 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

1 September, Tanggal Favorit Anak Jepang Bunuh Diri

Fl/bc.com/net

Selasa, 01 September 2015 - 19:12 WIB

A A A

Di Jepang ada tanggal-tanggal khusus di mana anak sekolah melakukan aksi nekatnya itu. Ada banyak anak sekolah di Jepang yang memutuskan bunuh diri di tanggal 1 September setiap tahunnya.

Tanggal 1 September, merupakan tanggal favorit di Jepang untuk bunuh diri dibanding 364 hari lainnya.

Data ini diperoleh dari lembaga pencegahan bunuh diri di Jepang yang telah dikumpulkan selama periode lebih dari 40 tahun.

Pemilihan tanggal ini sebagai tanggal keramat bunuh diri bukanlah tanggal acak tanpa sebab. Ternyata tanggal 1 September merupakan tanggal awal permulaan dimulainya kegiatan belajar mengajar di Jepang setelah libur musim panas.
 

"Liburan panjang dari sekolah membuat Anda bisa berada di dalam rumah. Jadi ini seperti surga untuk semua orang yang dibully," kata Nanae.
 

"Ketika musim panas berakhir, Anda harus kembali ke sekolah. Saat itu, dimulai juga kekhawatiran untuk dibully lagi, jadi memutuskan bunuh diri mungkin saja terjadi.
 

Psikiatris anak, Ken Takaoka mengungkapkan, angka bunuh diri meningkat ketika sekolah dimulai. Kata dia, anak yang tidak bisa berbaur atau tak termasuk dalam grup atau geng akan mengalami bullying.
 

Ini sebabnya, kehidupan mereka di sekolah sering diibaratkan dengan hidup di neraka.
 

Seperti diketahui, Jepang adalah negara yang punya angka bunuh diri tinggi di dunia. Parahnya lagi, angka bunuh diri yang tinggi ini didominasi oleh orang berusia 15-39 tahun.
 

Pemerintah mencatat bahwa ada 18.048 remaja yang berusia di bawah 18 tahun, bunuh diri di tahun 1972-2013.
 

Nanae termasuk remaja yang berpikir panjang. Sempat terlintas keinginan bunuh diri, namun dia membatalkannya.
 

"Saya berpikir kalau bunuh diri dengan mengiris pergelangan tangan bisa membuat masalah untuk orang tua saya. Dan bunuh diri tidak akan menyelesaikan apapun."
 

Alih-alih bunuh diri, Nanae memilih untuk berhenti sekolah. Dia tinggal di rumah hampir satu tahun.
 

Ibu Nanae, Mina Munemasa, mendukung keinginan anaknya. "Saya tidak berpikir kalau sekolah adalah sebuah tempat di mana Anda harus membahayakan hidup Anda sendiri." (fl/web)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Sampah Berserakan di Area Asamul Husna

PEDAGANG yang biasa mangkal di sekitar area Taman Asmaul Husna, Kampung Panaruban, Desa/Kecamatan Haurwangi belum sepenuhnya sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan.

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Akhirnya Keluarga Otim Punya Rumah Baru

RAUT wajah Otim (47) tampak berseri seri dipenuhi kebahagian. Bagaimana tidak bahagia, Minggu (21/1) dirinya bisa bertemu langsung dengan Dedi Mulyadi, Calon Wakil Gubernur Jabar.

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Kepengurusan Kampung KUBA Dibentuk

PROGRAM Kampung Utama Berakhlakul Karimah (KUBA) mulai dibumikan di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur. Mensukseskan program yang digagas Bupati Cianjur itu, kepengurusan Kampung KUBA mulai dibentuk di…

Bisnis Line 9 jam yang lalu

Gurihnya Sensasi Soto Bogor Siliwangi Bikin Nagih

SIAPA yang tak suka dengan gurihnya sajian kuah soto hangat? Selain memiliki cita rasa rempah yang kuat, irisan daging yang dipotong dadu, taburan bawang goreng, kacang kedelai, dan tomat segar terasa…

Cianjur Euy 9 jam yang lalu

Kecewa Kebijakan Pemkab, Warga Segel Eks SD Bujensa

SEBUAH spanduk penolakan terbentang di pagar tembok eks SDN Ibu Jenab 1 (Bujensa, red). Spanduk penolakan itu ditempel oleh warga yang menilai Pemkab Cianjur tidak menjalankan komitmen yang dibuat terkait…

Cianjur Euy 9 jam yang lalu

Stok Surplus, Pemkab Cianjur Tolak Impor Beras

CAPAIAN produksi padi di Kabupaten Cianjur tahun 2017 mencapai 105 persen. Capaian itu lebih tinggi dari tahun sebelumnya, yang hanya mencapai 100,88 persen.

Cianjur Euy 9 jam yang lalu

Mayat Pria Tanpa Identias Ditemukan Mengambang

MAYAT pria tanpa identitas ditemukan mengambang di genangan air Blok Sungai Citarum, Kampung Cinangsi RT 02/10, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Minggu (21/1/2018) sekitar pukul 13.00 WIB.

Aktualita 19/01/2018 13:13 WIB

Pemkab Cianjur Tolak Kebijakan Impor Beras

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menolak kebijakan impor beras yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Hal itu diungkapkan, Wakil Cianjur, Herman Suherman, saat menghadiri acara panen raya padi di…

Aktualita 19/01/2018 08:00 WIB

Terbongkar, RSUD Masih Berkilah

PENYEBAB amburadulnya pengelolaan limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, sudah terbongkar. Namun pejabat rumah sakit plat merah tersebut masih…

Aktualita 19/01/2018 07:55 WIB

Komisi III Sidak, Pejabat RSUD Tak Ada di Tempat

KOMISI III DPRD Cianjur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Sayang Cianjur, Kamis (18/1/2018) siang.