Rabu, 26 Juli 2017 - Pukul 11:44

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

traveling

Akhir Tahun, Pengawasan Jalur Pendakian Diperketat

Oleh: cr1 - Jumat 30 Desember 2016 | 00:30 WIB

Akhir Tahun, Pengawasan Jalur Pendakian Diperketat

BC/CR1

Bertepatan dengan Liburan Sekolah Tingkat Kunjungan Mengalami Peningkatan

 

BERITACIANJUR.COM - Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), memperketat pengawasan jalur pendakian ilegal untuk mengantisipasi adanya pengunjung yang nekat naik merayakan tahun baru di Gunung Gede.

 

Langkah ini dilakukan mengingat jalur pendakian resmi yang tersebar di tiga titik, yakni Selabintana, Gunung Putri dan Cibodas ditutup untuk sementara hingga bulan Maret tahun 2017 guna pemulihan ekosistem alam di lereng dan puncak Gunung Gede.

 

“Kita memang memang memiliki tiga jalur pendakian yang resmi, namun ada beberapa titik yang bisa menjadi kesempatan untuk naik secara ilegal,” ujar Kepala Bidang PTN 1 Balai Besar TNGGP Cianjur, Adison kepada “BC”, Rabu (28/12/2016).

 

Adison tidak memungkiri jika terdapat jalur-jalur pendakain tidak resmi, mengingat begitu luasnya kawasan TNGGP dari mulai Sukabumi, Cianjur hingga Bogor. Sebagai langkah antisipasi, pihaknya sudah memasang pagar kawat di setiap jalur pendakian tersebut.

 

“Sampai saat ini pagar berduri yang kita pasang tidak ada yang membongkar, artinya masih aman,” katanya.

 

Dijelaskannya, momen waktu menutup jalur pendakian selama tiga bulan sampai Maret dimanfaatkan untuk memperbaiki ekosistem kawasan TNGGP. Namun pihaknya akan melihat situasi, bila proses pemulihan hanya dalam waktu dua bulan bisa saja dibuka kembali.

 

“Situasional saja nantinya, kalau memang proses pemulihannya cepat dan aman maka bisa kita buka lebih cepat,” katanya.

 

Menurutnya, petugas keamananan sebanyak 90 orang yang tersebar di tiga titik jalur pendakian untuk sementara masih terbilang cukup jika melihat tingkat keamanan yang relatif kondusif.  

 

“Biasanya setiap tahun baru, jumlah pendaki sekali naik ke Gunung Gede bisa mencapai 2.000 orang,” ungkapnya. (ree)

Komentar