Senin, 19 Februari 2018 | Cianjur, Indonesia

Ini Beda Bung Karno dan Marcos Soal Benci pada The Beatles

Kliksaja.co

Jumat, 30 Desember 2016 - 08:00 WIB

A A A

BERITACIANJUR.COM - Siapa tak kenal Presiden Soekarno? Siapa pula yang tak kenal band legendaris asal Inggris, The Beatles? Keduanya merupakan patron dalam bidangnya masing-masing di era 60-an atau pasca Perang Dunia II.

Dunia melihat Soekarno sebagai seorang pemimpin yang paling disegani di wilayah Asia setelah Jepang tak berdaya atas bom atom yang menimpa Hiroshima dan Nagasaki. Bung Karno, begitu ia akrab disapa pun berubah menjadi simbol anti-imperialisme barat.

Sementara The Beatles adalah sekumpulan anak muda yang paling digandrungi oleh dunia kala itu. Band asal Kota Liverpool tersebut tidak hanya menjadi kiblat musik modern, tapi juga simbol kebebasan anak muda yang ingin menjalankan hidup sesuai kehendaknya.

Meski Soekarno dan John lennon Cs merupakan simbol perlawanan, namun keduanya tidak pernah bersentuhan. Bung Karno bahkan secara tegas menolak atau ‘alergi’ dengan The Beatles yang dianggap sebagai sosok penghamba imperialisme kapitalis barat.

Rambut Gondrong dan Celana Jengki

Bung Karno melarang musik barat terdengar di nusantara. Seniman tanah air yang berkiblat pada The Beatles pun menjadi sasarannya. Termasuk Koes Plus yang dicekal karena dianggap musiknya sangat ‘beraroma’ barat.

Sebetulnya, yang dilarang Bung Karno saat itu tidak hanya musiknya, potongan rambut mirip personil The Beatles pun tidak diperbolehkan tampak di bumi Indonesia.

Dalam sebuah pidatonya tahun 1964, Bung Karno bahkan secara tegas meminta aparat kepolisian merazia anak-anak muda yang berpenampilan seperti Beatles.

Hasilnya, polisi langsung memotong rambut anak muda yang kedapatan bergaya ala Beatles. Selain musik dan potongan rambut, celana jengki ketat juga menjadi sasaran aparat. Ini karena pakaian itu juga dianggap simbol barat.

Penolakan Bung Karno pada musik barat juga pernah terekam dalam foto perjalanannya ke Yunani pada 9 Juli 1965.

Ia sempat menunjukkan ketidaksukaannya saat dihibur oleh band setempat, Trio Greco. Bung Karno tampak menutup kedua telinganya saat band itu tampil. Dan surat kabar St Pietersburg Times langsung menulisnya sebagai tajuk utama ‘However, he indicates that he doesn’t like it after all’.

Ketika Penguasa Murka…

Selain Bung Karno, pada era 60-an ada juga tokoh Asia yang sangat membenci The Beatles. Yakni Imelda Marcos atau istri  Presiden Filipina, Ferdinan Marcos. Ibu negara ini murka lantaran undangannya pernah ditolak The Beatles. Padahal saat itu, tepatnya pada 4 Juli 1966 anak-anak muda tersebut sedang berada di Manila untuk malakukan konser.

The Beatles menolak karena undangan khusus untuk pertunjukan di istana Imelda di luar jadwal tur mereka. Para pemuda gondrong itu berani-beraninya mengatakan ‘NO’ kepada istri diktaktor yang juga dikenal bertangan besi itu.

Cerita berawal ketika seluruh personil The Beatles sedang beristirahat di hotel setelah menempuh perjalanan yang melelahkan dari negaranya. Tiba-tiba, pintu kamar mereka langsung digedor oleh utusan Imelda yang datang dengan senjata lengkap.

“Cepat! Kalian harus ke istana sekarang juga. Kalian sudah ditunggu ibu negara,” teriak salah seorang petugas seperti dikutip dalam buku ‘Tembak Bung Karno’ yang ditulis Walentina Waluyanti De Jonge.

Tanpa pikir panjang, seluruh personil kompak menolak permintaan tersebut. “No, no, no,” jawab mereka tegas.

Setelah penolakan tersebut, The Beatles merasakan sangat jelas adanya skenario untuk mengintimidasi mereka selama di Manila. Konser yang direncanakan bakal dihadiri oleh ribuan penonton hanya berlangsung singkat dan cuma ditonton puluhan orang. Dan itu pun Beatles tidak mendapat apapun, promotor musik tidak bersedia membayar.

Perlakukan buruk tidak hanya dirasakan setelah tiba di hotel, saat akan meninggalkan Manila caci maki juga dilontarkan massa sepanjang jalan menuju bandara. Bahkan ketika di pesawat mereka juga sempat dikerjai. Seluruh rombongan anak muda Inggris ini harus membawa sendiri koper dan peralatan mereka.

Kerusuhan juga sempat terjadi di Bandara, sekitar dua ratus orang mengamuk dan coba mencederai seluruh personil Beatles. Ringgo Starr juga bahkan terkena pukul massa hingga jatuh dan kakinya terkilir. Dan setelah bersusah payah, The Beatles akhirya bisa berada dalam pesawat dan pulang ke negaranya.

Setelah persitiwa The Beatles ini, Imelda Marcos langsung menyampaikan pendapatnya tentang musik yang dibawa pemuda asal Liverpool tersebut. Seolah melecehkan, ia mengaku tidak pernah menyukai The Beatles. “I never liked them anyway, their music is horrible,” kata Imelda Marcos seprti dikisahkan dalam buku berjudul The Beatles Anthology.

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 42 menit yang lalu

Kornas Jokowi Jabar Segera Lapor ke Kantor Staf Presiden

KORNAS Jokowi Jawa Barat, Isman Muslim mengancam akan melaporkan masalah pencatutan nama Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang diduga dilakukan pejabat di lingkungan Pemkab Cianjur, ke Kantor…

Aktualita 47 menit yang lalu

Cianjur Kabupaten Tanpa Aturan?

SELAMA beberapa pekan terakhir ini, masyarakat Cianjur disuguhkan kabar seputar tindak tanduk pejabat pemerintah Kabupaten Cianjur yang begitu ‘hebat’, hingga membuat berdecak ‘kagum’.

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Rd Siti Jenab Diusulkan Jadi Pahlawan Nasionla

Pakar sejarah Jawa Barat Profesor Nina Herlina Lubis bersama Lutfi Yondri dari Dewan Cagar Budaya Jabar, mengusulkan nama Rd Siti Jenab menjadi pahlawan nasional ke Pemkab Cianjur.

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Kapolda Jabar Resmikan Pembangunan Rumah Layak Huni di Cianjur

KAPOLDA Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto melakukan kunjungan ke wilayah hukum Polres Cianjur, Sabtu (17/2/2018).

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Korem 061/SK Tanami Pohon Diwilayah Terdampak Longsor

Komando Resort Militer (Korem) 061 Suryakancana menanam bibit pohon akar wangi dan manii di wilayah yang terdampak bencana longsor di kawasan Puncak, Bogor. Pemilihan kedua bibit pohon itu, karena dianggap…

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Waspadai Hoax Jelang Pilkada Serentak

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jawa Barat memaksimalkan patroli di dunia maya untuk menangkal munculnya pemberitaan bohong (Hoax, red) menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang…

Aktualita 15/02/2018 08:00 WIB

Masyarakat Ancam Laporkan Bupati ke Presiden

JELAS-jelas belum dilengkapi izin, namun pembangunan kantor baru Pemkab Cianjur di Kecamatan Campaka malah dianggap sebagai terobosan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, yang bertujuan untuk meningkatkan…

Aktualita 15/02/2018 07:55 WIB

Buruh Tani Cianjur Sambut Baik Lengsernya Iwan Cahmawan

Balai Pengembangan Benih Padi (BPBP) Cihea memasuki babak baru di tahun 2018 ini. Iwan Cahmawan yang selama 4 tahun lebih memimpin pengelolaan balai, akhirnya lengser dari jabatannya sebagai Kepala BPBP.

Ragam 15/02/2018 01:59 WIB

Baladewa Entertaiment Fokus Kembangkan Budaya Sunda

Perkembangan seni dan budaya asing, kini sudah tidak terbendung lagi. Kesenian dan budaya khas daerah, semakin jarang diminati. Berangkat dari fakta yang ada, beberapa paguyuban kesenian daerah semakin…

Cianjur Euy 14/02/2018 21:35 WIB

Pemkab Cianjur Dorong Pembangunan Jalur Puncak II

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Cianjur kembali mendorong pelaksanaan pembangunan Jalur Puncak II, mengingat kondisi jalur puncak I yang rawan longsor dan dinilai tidak cukup menampung volume kendaraan…