Senin, 22 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Gagal Panen, Petani Pandanwangi Merugi

Zenal Mustari, Rustandi

Selasa, 03 Januari 2017 - 12:00 WIB

Net/Ilustrasi
Net/Ilustrasi
A A A

Kinerja Dinas Pertanian Dipertanyakan

BERITACIANJUR.COM - Disaat Pemerintah berjibaku mempertahankan pertanian padi pandanwangi, kejadian menyesakan jutsru dialami 50 petani pandanwangi di Desa Margaluyu, Kecamatan Campaka, Cianjur Selatan. Bagaimana tidak, varietas padi unggulan khas cianjur, yang ditanam di 10 hektar sawah, dipastikan gagal panen karena serangan hama wereng.

Keterangan dari sejumlah petani, serangan hama wereng merajarela dalam satu pekan terakhir ini. Serangan hama wereng, membuat batang padi berubah warna jadi kekuningan, mengakibatkan pertumbuhan padi terghambat. Sebelum mati, biasanya tanaman padi menjadi kerdil, sehingga menyumbat asupan hara ke tunas penghasil buir beras.

Puluhan petani yang mengalami gagal panen, mengaku telah berupaya menyelamatkan tanaman dengan melakukan penyemprotan masal, menggunakan insektida dan pestisida. Entah mengapa, serangan wereng kali ini, sulit diberantas meski sejumlah upaya telah dilakukan. Akibat kejadian ini, kerugian yang derita petani ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kaur kesra Desa Margaluyu, Kecamatan Campaka, Dede menerangkan, serangan hama paling parah terjadi di blok kampung Cisitu, Desa Margalyu. Lima hektar sawah di Blok Cisitu, dipastikan tidak bisa diselamatkan sama sekali. Sementara, hektaran sawah lainya, saat ini kondisinya sudah mulai terserang hama. Jika tidak bisa segera diantisifasi, kemungkinan kerusakan sawah pandanwangi di Desa Margaluyu, bisa lebih dari 10 hektar.

"Serangan hama berawal di wilayah dusun Cisitu, lalu meluas ke area pesawahan yang ada di dusun Jajawai. Beberapa minggu kemudian, hama wereng pun pindah ke wilayah lainnya. Sekarang diperkirakan sudah ada 10 hektar yang terserang,” ujarnya kepada Harian Berita Cianjur, senin (2/01).
 

Dede menjelaskan, serangan hama wereng dengan pola berpindah dari satu areal sawah ke sawah lainnya, terjadi lantara pola tanam yang tidak teratur. Misalnya, penanaman padi, dilakukan saat areal sawah di sekitar lokasi penanaman, baru saja memasuki masa panen.

"Jelasnya, jika pola tanam oleh petani itu tidak segera diubah. Maka serangan hama akan terus terjadi. Petani harus segera melakukan konsolidasi dengan petani lainnya, agar terjadi keserempakan pola tanam. Setidaknya, serangan hama bisa dilokalisir untuk diberantas. Sehingga kerugian bisa ditekan seminimal mungkin,” terangnya.

Roni (56), salah seorang Petani yang mengalami gagal panen, mengaku pasrah dengan kondisi yang dialaminya. Roni tidak menyangka, pertanian pandanwangi yang diharapkan dapat menghasilkan keuntungan berlipat, malah berbuah kerugian besar.

"Saya sudah kehabisan akal untuk menyelamatkan padi dari hama wereng. Sekarang, hanya bisa berdoa agar serangan hama wereng bisa segera teratasi. Saya sendiri, sudah melaporkan kejadian ini ke Dinas terkait, dengan harapan agar petugas dari dinas bisa segera melakukan penanganan," katanya.

Berdasarkan data Harian Berita Cianjur, Desa Margaluyu di Kecamatam Campaka, merupakan satu daru tujuh daerah bisa dipakai sebagai areal pesawahan pandanwangi. Tujuh daerah khusus pandanwangi ini, memiliki karakter tanah yang tidak dimiliki daerah lainnya. Kondisi tanah di daerah itu, mengandung renzina yang terbentuk dari batuan kapur, sehingga kadar organik tinggi.

Data menyebutkan, Kecamatan Gekbrong, Cilaku, Cibeber, Warungkondang, Cianjur, Cugenang, dan Campaka, sebagai daerah penghasil padi pandawangi yang diakui keasliannya. Di Campaka, hanya Desa Margaluyu, yang bisa dijadikan sebagai areal pertanian padi pandanwangi.

Gagal Panen 10 hektar sawah pandanwangi yang dialami 50 petani di Desa Margalayu, mau tidak mau jadi tamparan keras bagi pemerintah Bupati Irvan Rivano Muchtar dan Herman Suherman. Bencana ini, seharusnya bisa tertanggulangi dengan baik, jika pemerintah serius untuk melestarikan pertanian pandawangi sebagai aset unggulan Kota Tatar Santri.

Bupati yang sudah mendeklarasikan pembangunan wisata berbasis alam dan nilai kearifan lokal pertanian pandanwangi, kembali harus mengkaji serius program desa wisata pandanwanginya. Bupati, kembali harus mempertanyakan komitmen petugas pertanian dalam melakukan pendampingan dan pencegahan serangan hama.

Seperti disebutkan data yang ada, dari jumlah keseluruhan penduduk Kabupaten Cianjur sekitar 52 persen masyarakatnya bertani. Dari  jumlah itu, 60 persen masyarakat berprofesi menjadi petani padi. Namun ironisnya kini hanya tersisa 20 persen masyarakat di tujuh kecamatan menjadi petani Padi Pandanwangi. 

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 3 jam yang lalu

Tega, Ini Jeritan Hati Pegawai RSUD

PENGAKUAN mengejutkan datang dari sejumlah pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur. Sudah dua bulan, insentif para pegawai di rumah sakit plat merah tersebut belum dibayarkan.

Cianjur Euy 13 jam yang lalu

Sampah Berserakan di Area Asamul Husna

PEDAGANG yang biasa mangkal di sekitar area Taman Asmaul Husna, Kampung Panaruban, Desa/Kecamatan Haurwangi belum sepenuhnya sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan.

Cianjur Euy 13 jam yang lalu

Akhirnya Keluarga Otim Punya Rumah Baru

RAUT wajah Otim (47) tampak berseri seri dipenuhi kebahagian. Bagaimana tidak bahagia, Minggu (21/1) dirinya bisa bertemu langsung dengan Dedi Mulyadi, Calon Wakil Gubernur Jabar.

Cianjur Euy 13 jam yang lalu

Kepengurusan Kampung KUBA Dibentuk

PROGRAM Kampung Utama Berakhlakul Karimah (KUBA) mulai dibumikan di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur. Mensukseskan program yang digagas Bupati Cianjur itu, kepengurusan Kampung KUBA mulai dibentuk di…

Cianjur Euy 13 jam yang lalu

Kecewa Kebijakan Pemkab, Warga Segel Eks SD Bujensa

SEBUAH spanduk penolakan terbentang di pagar tembok eks SDN Ibu Jenab 1 (Bujensa, red). Spanduk penolakan itu ditempel oleh warga yang menilai Pemkab Cianjur tidak menjalankan komitmen yang dibuat terkait…

Cianjur Euy 13 jam yang lalu

Stok Surplus, Pemkab Cianjur Tolak Impor Beras

CAPAIAN produksi padi di Kabupaten Cianjur tahun 2017 mencapai 105 persen. Capaian itu lebih tinggi dari tahun sebelumnya, yang hanya mencapai 100,88 persen.

Cianjur Euy 13 jam yang lalu

Mayat Pria Tanpa Identias Ditemukan Mengambang

MAYAT pria tanpa identitas ditemukan mengambang di genangan air Blok Sungai Citarum, Kampung Cinangsi RT 02/10, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Minggu (21/1/2018) sekitar pukul 13.00 WIB.

Aktualita 19/01/2018 13:13 WIB

Pemkab Cianjur Tolak Kebijakan Impor Beras

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menolak kebijakan impor beras yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Hal itu diungkapkan, Wakil Cianjur, Herman Suherman, saat menghadiri acara panen raya padi di…

Aktualita 19/01/2018 08:00 WIB

Terbongkar, RSUD Masih Berkilah

PENYEBAB amburadulnya pengelolaan limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, sudah terbongkar. Namun pejabat rumah sakit plat merah tersebut masih…

Aktualita 19/01/2018 07:55 WIB

Komisi III Sidak, Pejabat RSUD Tak Ada di Tempat

KOMISI III DPRD Cianjur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Sayang Cianjur, Kamis (18/1/2018) siang.