Minggu, 24 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Gagal Panen, Petani Pandanwangi Merugi

Zenal Mustari, Rustandi

Selasa, 03 Januari 2017 - 12:00 WIB

Net/Ilustrasi
Net/Ilustrasi
A A A

Kinerja Dinas Pertanian Dipertanyakan

BERITACIANJUR.COM - Disaat Pemerintah berjibaku mempertahankan pertanian padi pandanwangi, kejadian menyesakan jutsru dialami 50 petani pandanwangi di Desa Margaluyu, Kecamatan Campaka, Cianjur Selatan. Bagaimana tidak, varietas padi unggulan khas cianjur, yang ditanam di 10 hektar sawah, dipastikan gagal panen karena serangan hama wereng.

Keterangan dari sejumlah petani, serangan hama wereng merajarela dalam satu pekan terakhir ini. Serangan hama wereng, membuat batang padi berubah warna jadi kekuningan, mengakibatkan pertumbuhan padi terghambat. Sebelum mati, biasanya tanaman padi menjadi kerdil, sehingga menyumbat asupan hara ke tunas penghasil buir beras.

Puluhan petani yang mengalami gagal panen, mengaku telah berupaya menyelamatkan tanaman dengan melakukan penyemprotan masal, menggunakan insektida dan pestisida. Entah mengapa, serangan wereng kali ini, sulit diberantas meski sejumlah upaya telah dilakukan. Akibat kejadian ini, kerugian yang derita petani ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kaur kesra Desa Margaluyu, Kecamatan Campaka, Dede menerangkan, serangan hama paling parah terjadi di blok kampung Cisitu, Desa Margalyu. Lima hektar sawah di Blok Cisitu, dipastikan tidak bisa diselamatkan sama sekali. Sementara, hektaran sawah lainya, saat ini kondisinya sudah mulai terserang hama. Jika tidak bisa segera diantisifasi, kemungkinan kerusakan sawah pandanwangi di Desa Margaluyu, bisa lebih dari 10 hektar.

"Serangan hama berawal di wilayah dusun Cisitu, lalu meluas ke area pesawahan yang ada di dusun Jajawai. Beberapa minggu kemudian, hama wereng pun pindah ke wilayah lainnya. Sekarang diperkirakan sudah ada 10 hektar yang terserang,” ujarnya kepada Harian Berita Cianjur, senin (2/01).
 

Dede menjelaskan, serangan hama wereng dengan pola berpindah dari satu areal sawah ke sawah lainnya, terjadi lantara pola tanam yang tidak teratur. Misalnya, penanaman padi, dilakukan saat areal sawah di sekitar lokasi penanaman, baru saja memasuki masa panen.

"Jelasnya, jika pola tanam oleh petani itu tidak segera diubah. Maka serangan hama akan terus terjadi. Petani harus segera melakukan konsolidasi dengan petani lainnya, agar terjadi keserempakan pola tanam. Setidaknya, serangan hama bisa dilokalisir untuk diberantas. Sehingga kerugian bisa ditekan seminimal mungkin,” terangnya.

Roni (56), salah seorang Petani yang mengalami gagal panen, mengaku pasrah dengan kondisi yang dialaminya. Roni tidak menyangka, pertanian pandanwangi yang diharapkan dapat menghasilkan keuntungan berlipat, malah berbuah kerugian besar.

"Saya sudah kehabisan akal untuk menyelamatkan padi dari hama wereng. Sekarang, hanya bisa berdoa agar serangan hama wereng bisa segera teratasi. Saya sendiri, sudah melaporkan kejadian ini ke Dinas terkait, dengan harapan agar petugas dari dinas bisa segera melakukan penanganan," katanya.

Berdasarkan data Harian Berita Cianjur, Desa Margaluyu di Kecamatam Campaka, merupakan satu daru tujuh daerah bisa dipakai sebagai areal pesawahan pandanwangi. Tujuh daerah khusus pandanwangi ini, memiliki karakter tanah yang tidak dimiliki daerah lainnya. Kondisi tanah di daerah itu, mengandung renzina yang terbentuk dari batuan kapur, sehingga kadar organik tinggi.

Data menyebutkan, Kecamatan Gekbrong, Cilaku, Cibeber, Warungkondang, Cianjur, Cugenang, dan Campaka, sebagai daerah penghasil padi pandawangi yang diakui keasliannya. Di Campaka, hanya Desa Margaluyu, yang bisa dijadikan sebagai areal pertanian padi pandanwangi.

Gagal Panen 10 hektar sawah pandanwangi yang dialami 50 petani di Desa Margalayu, mau tidak mau jadi tamparan keras bagi pemerintah Bupati Irvan Rivano Muchtar dan Herman Suherman. Bencana ini, seharusnya bisa tertanggulangi dengan baik, jika pemerintah serius untuk melestarikan pertanian pandawangi sebagai aset unggulan Kota Tatar Santri.

Bupati yang sudah mendeklarasikan pembangunan wisata berbasis alam dan nilai kearifan lokal pertanian pandanwangi, kembali harus mengkaji serius program desa wisata pandanwanginya. Bupati, kembali harus mempertanyakan komitmen petugas pertanian dalam melakukan pendampingan dan pencegahan serangan hama.

Seperti disebutkan data yang ada, dari jumlah keseluruhan penduduk Kabupaten Cianjur sekitar 52 persen masyarakatnya bertani. Dari  jumlah itu, 60 persen masyarakat berprofesi menjadi petani padi. Namun ironisnya kini hanya tersisa 20 persen masyarakat di tujuh kecamatan menjadi petani Padi Pandanwangi. 

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Aktualita 08/06/2018 07:00 WIB

Usut Tuntas Pengelolaan PPJ

MENGUATNYA dugaan penyimpangan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) di Cianjur, membuat sejumlah aktivis untuk segera melaporkannya ke pihak kepolisian. Benarkah?

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.

Aktualita 07/06/2018 08:00 WIB

Dugaan Penyelewengan Pengelolaan PPJU Makin Menguat

DUGAAN adanya kejanggalan atau penyelewengan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) di Cianjur, semakin menguat. Benarkah?