Rabu, 23 Mei 2018 | Cianjur, Indonesia

Gerak Cepat Membangun Cianjur Gaya Kang Irvan

Rustandi Zaelani

Selasa, 03 Januari 2017 - 17:30 WIB

Bupati Irvan Rivano Muchtar, membuktikan dirinya bagian dari masyarakat saat harus terjun langsung bersama rakyat membeton jalan desa. Tanpa Sekat ini, bukti Bupati telah mencontohkan sebuah kebersamaan jadi modal besar pembangunan. (BC/Dok)
Bupati Irvan Rivano Muchtar, membuktikan dirinya bagian dari masyarakat saat harus terjun langsung bersama rakyat membeton jalan desa. Tanpa Sekat ini, bukti Bupati telah mencontohkan sebuah kebersamaan jadi modal besar pembangunan. (BC/Dok)
A A A

BERITACIANJUR.COM - Menyandang sebagai Pemenang Pilkada, dengan raihan suara sebanyak 464.412 suara atau 49,02% dari total 98,3 persen total suara masuk di tabulasi KPU, Irvan Rivano Muchtar, merebut tongkat kekuasaan Pemerintah Kabupaten Cianjur, dari tangan ayahnya sendiri Tjetjep Muchtar Soleh yang dua priode menjadi Bupati Cianjur. Peralihan kekuasaan ini, sudah diprediksi banyak kalangan bakal terjadi pada perhelatan Pilkada 2015.

Kemenangan yang sempat menuai banyak protes dari rival politiknya, akhirnya tertuntaskan, saat Gubernur Jawa Barat, Ahamad Heryawan, secara resmi melantik Pasangan Irvan Rivano Muchtar – Herman Suherman sebagai Bupati dan Wakil Bupati Priode 2016-2021. Pelantikan yang dilangsungkan, pada Rabu (18/5/2016) di Gedung Bale Rancage, jadi titik tolak Anak lelaki satu-satunya pasangan Tjetjep Muchtar Soleh – Yana Rosdiana, menorehkan karirnya sebagai orang nomer satu di Cianjur.

Keraguan publik terhadap kemampuan Irvan Rivano Muchtar mewujudkan visi dan misi kampanye politiknya, mewarnai langkah awal sang Bupati Muda. Track record Kang Irvan (sapaan Akrab) saat jadi seorang legislator, dan catatan lainnya yang dianggap publik kurang baik, jadi alasan masyarakat kota cianjur, ragu dengan apa yang akan dilakukan seorang anak dari keluarga ningrat.

Kecaman bahkan cibiran, seperti kicau burung yang tidak bisa dihentikan, terutama datang dari pendukung calon bupati yang meradang kalah. Seperti beton yang berdiri kokoh ditengah kecamuk angin keraguan, Bupati Kang Irvan mulai melakukan gaya baru pemerintahan, lewat percepatan peningkatan etos kerja Pegawai Negeri Sipil. Lewat gerakan Shubuh, Ashar berjamah dan  Mengaji, Kang Irvan mengagetkan Publik Cianjur. Langkah yang cukup berani dilakukan Kang Irvan, menjawab keraguan Publik terhadap dirinya.

Belum usai publik tercengang dengan gerakan moral berjamaah di mesjid, Kang Irvan kembali membuat terobosan baru.  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pagelaran yang diresmikannya pada Kamis (26/5/2016), didaulat sebagai Rumah Sakit Tanpa Kelas. Kebijakan yang pertama kali terjadi di Jawa Barat, membuat publik Cianjur menggeser pemahamannya tentang sosok Kang Irvan. Tanpa ragu, Bupati yang saat menjabat orang nomer satu di Cianjur, baru menginjak umur 35 tahun itu, menjanjikan, adanya pembangunan double way (Jalan Lurus) yang menghubungkan Cibeber-Sindangbarang.

Perbincangan tentang perubahan sikap Kang Irvan, sejak didaulat menjadi Bupati oleh Publik Cianjur, mengundang banyak kebingungan dan tanda tanya. Ditengah ruang fiskal anggaran APBD Tahun 2016, yang cukup sempit untuk melahirkan kebijakan baru, Kang Irvan seperti taK mau peduli dengan kondisi itu. Demi sebuah percepatan proses pembangunan, Bupati anyar ini berani merogoh saku sendiri untuk kepentingan Cianjur. Publik semakin yakin, setelah pembangunan jalan masa anggaran varsial dan perubahan, dilaksanakan Bupati dengan sistem betonisasi.

Sosok Irvan Rivano Muchtar, jadi figur yang begitu mengundang kontroversial dengan kebijakan pembangunan yang sulit diprediksi publik. Gerak cepat dan tak mau tersandung pegawai yang boyot bekerja, Bupati tak kenal lelah, menunjukan keikhlasannya, membangun Kabupaten Cianjur, bukan semata karena jabatan Bupati, tapi lebih mendasar karena kecintaannya terhadap lemah cai.

Tahun 2016, jadi tahun perdana Bupati Irvan Rivano bergelut dengan tuntutan, harapan dan kebutuhan publik Cianjur, memiliki kota dengan peradaban baru yang lebih baik untuk kehidupan masyarakatnya. Beberapa kebijakan bupati yang menuai kontroversi, seperti, moratorium ijin industri di Cianjur, pembuatan trotaor baru disertai pemangkasan lebar jalan, penempatan jabatan baru di Sistem Organisasi Tata Kerja baru, terutama saat Bupati berani dengan tegas memindahkan pejabat Dinas Bina Marga.

Kebijakan yang sempat menuai banyak opini miring itu, akhirnya terjawab dengan hasil yang bisai dirasakan publik luas di akhir tahun 2016. Sejumlah jalan butut yang lama di protes warga, kemudian berubah jadi mulus setelah dibeton. Perbaikan trotoar, kini dibuktikan warga dengan penambahan ornamen penerangan jalan umumnya, dianggap lebih cantik dari sebelumnya.

Sebelum tahun 2016 berakhir, Bupati Irvan Rivano Muchtar, dalam wawancara khususnya dengan Reporter Harian Berita Cianjur, di teras belakang Pendopo, Cianjur, mengakui, perdebatan masyarakat terhadap kebijakan pembangunan, hanya bisa dijawab, saat masyarakat merasakan manfaatnya langsung. Kalau sebuah kritik dijawab dengan argumentasi langsung, hanya jadi debat kusir yang tidak bermanfaat.

“Saya paham fiskis masyarakat saat harus menerima kebijakan pembanguan yang dinilai terlalu cepat. Namun, jika tidak dilakukan sekarang, kapan lagi Cianjur bisa berbenah untuk menjadi Daerah Lebih Maju dan Agamis,” kata Bupati menjawab dan menerangkan, sikap yang diambilnya dalam sebuah pertentangan pendapat soal kebijakan pembangunan.

Lingkungan pendopo yang berarti kasta tertinggi bagi kehidupan sosial di tingkat Kabupaten, bukan hal aneh bagi sosok Irvan Rivano Muchtar, yang telah menyandang gelar anak bupati selama 10 tahun. Namun, masyarakat justru melihat dan menilai, terjadi perubahan signifikan dalam diri seorang Bupati Irvan.

Menanggapi itu semua, Bupati menjawab, ada perbedaan mencolak gaya kepemimpinan era ayahnya dengan era baru pemerintahannya. Sebelumnya, pemerintahan berjalan dengan gaya yang cukup luwes dengan karakter ningrat sundanya. Sekarang, pemerintahan memilih bekerja dengan cepat, tegas dan akurat. Kalau ada pegawai PNS yang tidak bisa mengikuti ritme gerakan sekarang, lebih baik menyingkir dari barisan, ketimbang jadi beban proses pembangunan yang sedang dilaksanakan.

“Saya ingin mengkafahkan hidup ini untuk menebus apapun yang telah saya perbuat untuk Cianjur. Sekarang, saatnya saya memberikan yang terbaik untuk Cianjur dengan melakukan pembangunan yang selama ini dinantikan masyarakat. Jalan Mulus, Jalan Caang, Kota Bersih dan Indah, serta meningkatkan layanan publik bagi masyarakat,” kata Kang Irvan yang dikenal sekarang dengan identitas sorban di pundaknya.

Lebih jauh dibeberkan Bupati, jika sekarang proses pembangunan masih ada kekurangan, itu sangat wajar karena dilakukan dengan satu tangan. Kedepan, pembangunan dengan satu poros kebijakan, akan banyak melibatkan banyak tangan. Seluruh pegawai di Dinas PU Bina Marga, tahun 2017 harus konsen pada satu proses pembangunan betonisasi.

Tahun 2017, imbuh Bupati, merupakan tahun bekerja untuk mewujudkan semua rencana pembangunan yang telah disepakati dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah.  Semua lapisan pegawai baik pejabat maupun pegawai pemerintahan lainnya, harus mau berlari turut andil dalam mewujudkan Cianjur Lebih Maju dan Agamis.

“Tahun 2017, kita sudah sepakat fokus terhadap pembangunan infrastruktur jalan. Makanya saya akan kucurkan anggaran sedikitnya 600 miliar yang bersumber dari dana DAU, DAK dan APBD Cianjur. Semua jalan harus suda dibeton, sehingga harapan dan keinginana masyarakat memiliki jalan bagus selama ini, bisa mewujud,” terangnya.

Mengakhiri obrolan bersama Harian Berita Cianjur dalam mengulas kembali perjalanan Bupati sejak terpilih, Kang Irvan berharap, masyarakat Kabupaten Cianjur, di tahun 2017 nanti, lebih bisa merasakan manfaat pembangunan yang berkeadilan.

“Sebagai Bupati, saya tidak berharap pujian, tapi lebih menginginkan adanya sinergisitas antara pemerintah dan masyarakat itu sendiri. Ijinkan saya bekerja untuk kemajuan semua ummat di Kabupaten Cianjur, dengan kebijakan pembangunan yang mengangkat visi dan misi Cianjur Lebih Maju dan Agamis,” pungkas Bupati.

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 25 menit yang lalu

Ini Pemborosan dan Penyelewengan Anggaran

PENGAKUAN Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman yang menyebutkan bahwa dirinya dan pejabat Pemkab Cianjur lainnya termasuk bupati, menerima bagian dari alokasi dana insentif pemungutan Pajak Penerangan…

Cianjur Euy 2 jam yang lalu

Kapolres Minta Personel Jalankan Buddy System

KAPOLRES Cianjur AKBP Soliyah SIK, MH mengimbau personelnya agar meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan dalam melaksanakan tugas dilapangan sebagai upaya antisipasi aksi teror.

Cianjur Euy 2 jam yang lalu

Karyawan Perumdam Tirta Mukti Tingkatkan Ibadah

BULAN Ramadan menjadi momentum setiap orang untuk berlomba mendapatkan pahala di bulan suci itu. Tak terkecuali para karyawan di lingkungan Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti Cianjur.

Cianjur Euy 2 jam yang lalu

Disdukcapil Minta Perbaikan Jaringan Dipercepat

DINAS Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat terkait adanya gangguan server dalam pembuatan KTP elektronik dalam tiga hari terakhir.

Si Maung 9 jam yang lalu

JAGA KEANGKERAN 'KANDANG MAUNG'

DEMI harga diri tampil di 'kandang maung' dan target menembus papan atas, kemenangan menjadi harga mati bagi Persib saat menjamu PSM Makassar dalam lanjutan Liga 1 pekan ke-10, di Stadion Gelora Bandung…

Bisnis Line 10 jam yang lalu

Paket Kombo D'Abah Jadi Menu Andalan 'Bukber'.

BULAN Ramadhan merupakan momentum keberkahan bagi umat Islam. Uniknya, momen keberkahan ramadhan ternyata dirasakan tidak hanya untuk muslim, tetapi juga dirasakan oleh para pebisnis kuliner. Bagaimana…

Cianjur Euy 10 jam yang lalu

CAI Soroti Pendirian Mall GSP Ciranjang

PENDIRIAN Ruko dan Mall GSP Ciranjang kembali mendapat sorotan publik. Kali ini sorotan tajam disampaikan kalangan aktivis yang tergabung dalam Cianjur Aktivis Independen (CAI).

Cianjur Euy 10 jam yang lalu

Pemicu Terjadinya Macet Di Ciranjang Bertambah

JALAN raya Cianjur - Bandung tepatnya di pertigaan jalan masuk ke pasar, Bojongpicung dan menuju jalan Jati, setiap harinya tak pernah sepi kendaraan motor maupun mobil.

Cianjur Euy 10 jam yang lalu

PJU Tak Ada, Jalan Kebon Jeruk Rawan Lakalantas

TIDAK tersedianya fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang ruas jalan Ciranjang - Bojongpicung tepatnya di Kampung Kebon Jeruk, Kecamatan Bojongpicung menyebabkan lokasi tersebut rawan terjadi…

Aktualita 24 jam yang lalu

Wabup Akui Nikmati Upah Pungut

TERNYATA, Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman mengakui jika dirinya memang menerima bagian dari alokasi dana insentif pemungutan Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU). Kok bisa?