Sabtu, 20 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Anyaman Bilik Bambu Pameungpeuk Diburu

Bisri Mustofa

Selasa, 03 Januari 2017 - 19:00 WIB

Net/Ilustrasi
Net/Ilustrasi
A A A

BERITACIANJUR.COM - Kerajinan bilik asal Kampung Pameungpeuk, Desa Cijedil Kecamatan Cugenang ternyata tidak hanya dipasarkan disekitaran Kecamatan Cugenang saja. Banyak diantaranya yang dijual keluar wilayah kecamatan, bahkan ada yang sampai diluar Kabupaten Cianjur.

Pemilik usaha anyaman bilik bambu mang Uya menyebut, bahwa bilik produksinya kebanyakan dijual keluar wilayah Kecamatan Cugenang. Bahkan ada pelanggannya yang datang dari luar Cianjur untuk dibuatka anyaman bilik.

"Kebanyakan kita melayani pesanan, baik dari masyarakat yang ingin menjual kembali anyaman biliknya, maupun mereka yang sengaja memasan untuk dipakai sendiri seperti untuk dinding rumah atau untuk atap plafon rumah," kata Mang Uya, Senin (2/1/2016).

Ia menyebut, dalam membuat anyaman bilik ada dua jenis yang dibuat untuk dijual yakni kulit dalam dan kulit luar. Kalau kulit dalam harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan kulit luar.

"Kalau kulit dalam lebih murah, kalau kulit luar atau bilik hinis lebih mahal. Kalau bahannya dari bambu biasa per meter mencapai Rp 35 ribu dan untuk bambu hitam bisa mencapai Rp 45 ribu permeternya," katanya.

Carfa membuat anyamannyapun berbeda. Biasanya untuk bilik bambu hitam dianyam bermotif kotak-kotak. Sedangkan dari bambu biasa anyamannya standar. "Sebenarnya tergantung pesanan, mau dianyam seperti apa bisa dilakukan," tandasnya.

Dalam pembuatan bilik dari kulit luar atau hinis, kendala yang ditemui saat terjadi musim penghujan. Banyak bambu bahan bilik yang tidak kering saat dilakukan penjemuran. "Kalau tetap dianyam, hasilnya tidak maksimal. Bilik akan berwarna gelap, dan itu banyak tidak disukai," paparnya.

Kepala Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Pudin, mengakui jika masyarakatnya di Kampung Pameungpeuk ada yang menekuni usaha anyaman bilik. Bilik-bilik buatan Kampung Pameungpeuk sudah sangat dikenal dimasyarakat Cugenang.

"Kita terus mendorong agar anyaman bilik yang ada di Kampung Pameungpeuk bisa lebih dikenal. Salah satu yang kita lakukan menyampaikan informasi kepada masyarakat lainnya yang membutuhkan anyaman bilik," tegasnya.

Kualitas anyaman bilik asal Kampung Pameungpeuk kata Pudin tidak diragukan lagi. "Kalau kualitasnya sangat bersaing, bahkan cukup baik. Sehingga banyak yang memburunya, tidak hanya dari Cugenang, tapi juga dari luar Cugenang. Kita berharap bilik Pameungpeuk ini bisa lebih dikenal lagi," ungkapnya. (bis)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 15 jam yang lalu

Pemkab Cianjur Tolak Kebijakan Impor Beras

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menolak kebijakan impor beras yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Hal itu diungkapkan, Wakil Cianjur, Herman Suherman, saat menghadiri acara panen raya padi di…

Aktualita 20 jam yang lalu

Terbongkar, RSUD Masih Berkilah

PENYEBAB amburadulnya pengelolaan limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, sudah terbongkar. Namun pejabat rumah sakit plat merah tersebut masih…

Aktualita 20 jam yang lalu

Komisi III Sidak, Pejabat RSUD Tak Ada di Tempat

KOMISI III DPRD Cianjur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Sayang Cianjur, Kamis (18/1/2018) siang.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:54 WIB

Aksi Maling Zaman Now

AKHIR-akhir ini kawanan maling spesial kantor desa tengah giat melancarkan aksinya ke sejumlah desa di wilayah Timur Kabupaten Cianjur.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:53 WIB

Pencetakan e KTP Dipusatkan di Kecamatan Ciranjang

PEMERINTAH Kabupaten Cianjur menunjuk Kecamatan Ciranjang sebagai tempat pusat layanan pembuatan e-KTP dan Kartu Keluarga (KK) bagi masyarakat yang ada di 5 Kecamatan. Antaralain, Kecamatan Ciranjang,…

Cianjur Euy 18/01/2018 21:52 WIB

Harga Daging Ayam di Cianjur Masih Capai Rp 36 Ribu Per Kg

MESKI harga daging ayam potong di Cianjur disepakati Rp 33 ribu per kilogram (Kg). Namun, dipasaran harga daging unggas itu masih terbilang mahal, mencapai Rp 36 ribu per kg.

Cianjur Euy 18/01/2018 21:51 WIB

Polres Sidak Sekolah, Sejumlah Siswa Terbukti Simpan Video Porno

PASCA terungkapnya pesta seks sesama jenis, yang satu diantara pelakunya masih berstatus pelajar. Polres Cianjur gencarkan sosialisasi dan antisipasi dengan menyambangi sejumlah SMA/SMK di Kabupaten Cianjur,…

Cianjur Euy 18/01/2018 21:50 WIB

Bulan Ini, Pasien Difteri Capai 15 Orang

PASIEN Difteri yang ditangani Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang, Cianjur jumlahnya terus bertambah. Sejak awal 2018, jumlah pasien penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi di selaput lendir hidung…

Aktualita 18/01/2018 08:10 WIB

BPLHD dan Penyidik Polda Jabar Datangi RSUD, Ada Apa?

SEGUDANG masalah terjadi di RSUD Sayang Cianjur. Tak hanya soal limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang dibiarkan menumpuk di ruangan terbuka, namun juga terdapat dua masalah besar lainnya yang hingga…

Aktualita 18/01/2018 08:05 WIB

Ini Pembohongan Publik, Wajib Diusut Tuntas

TERUNGKAPNYA kebohongan pernyataan pihak RSUD melalui Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, yang menyebutkan permasalahan menumpuknya limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) itu gara-gara kesalahan…