Senin, 25 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Di Pasar Modern Kota Sukabumi, Produk UKM Anak Tiri di Daerah Sendiri

Toni

Rabu, 04 Januari 2017 - 18:40 WIB

Istimewa
Istimewa
A A A

BERITACIANJUR.COM - Kota Sukabumi memberikan peluang besar bagi produk Usaha Kecil Menengah (UKM). Jumlahnya sudah sampai 17.842 unit. Persoalannya, masih ada perlakuan diskriminatif. Terutama dari pelaku pasar yang besar.

Data Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Sukabumi menyebutkan bahwa jumlah pelaku UKM  mencapai 17.842 unit itu sebagai data yang tercatat. Artinya, jumlah ini belum menunjukkan angka yang riil.

Sebab, masih banyak UKM yang belum terdaftar di dinas tersebut. Karena, Kota Sukabumi memang menjadi surganya produk usaha kecil menengah (UKM). Mulai dari kuliner, kerajinan tangan, barang daur ulang dan lain-lain sudah mampu menembus pasar mancanegara, karena memiliki kualitas  yang tidak kalah dari produk-produk impor.

Namun persoalan muncul, justru saat pasar mancanegara memburu produk UKM dari daerah ini. Pasar modern, seperti minimarket, mal dan lain-lain malah tidak melirik karya anak negeri sendiri. Bahkan, berbagai syarat harus  ditempuh para pelaku UKM hanya untuk memajangkan produknya di pasar modern tersebut.

Tidak hanya itu, bahkan ada beberapa pasar modern yang menetapkan peraturan monopoli. Seperti harus mengganti nama produk dan kemasannya dengan nama perusahaannya.

Selain itu,  informasi yang dihimpun Berita Sukabumi mengungkapkan, ada beberapa minimarket yang memungut biaya cukup besar agar pelaku UKM tersebut bisa mendisplaykan atau memajang produknya.

Biaya pun bervariasi. Mulai dari Rp 5 juta, bahkan ada yang mencapai puluhan juta rupiah. Ada lagi kebijakan lainnya yang terkesan diskriminatif. Seperti produk tersebut merek jualnya diganti dengan nama pasar modern tersebut.

Sehingga, pelaku UKM yang mayoritas keungannya terbatas, tinggal memilih memajang barang dagangannya tersebut harus membayar jutaan rupiah, atau merek produknya diganti. Ini sudah menjadi dilema yang berkepanjangan di kalangan pengusaha kecil tersebut.

Bahkan, parahnya lagi banyak minimarket yang memungut biaya cukup besar, jika ada pelaku UKM yang memanfaatkan lahan parkirnya. Jika tidak bisa membayar, maka yang ada hanya bisa gigit jari saja.

Padahal Pemerintah Kota Sukabumi sudah secara tegas agar setiap pasar modern turut membantu dalam mempromosikan produk kreatif karya warganya.

Salah seorang pelaku UKM yang begerak di bidang pengelohan ikan air tawar, Ade Sumiati tidak menolak hal ini. Dia mengungkapkan, bahkan untuk bisa memajangkan produknya tersebut di pasar modern seperti minimarket atau supermarket harus punya agunan minimalnya Rp10 juta.

"Saya sudah sering menawarkan produk olahan ikan air tawar ini ke beberapa pasar modern, namun selalu saja ditolak. Terkecuali menyewa stand yang ukurannya sangat kecil dan posisinya tidak strategis," ungkapnya.

Karena sudah kadung banyak dikecewakan oleh pelaku usaha pasar modern, ia memilih mempromosikan dan menjual produknya dengan cara dititip kepada pelaku UKM yang sudah maju, seperti di Mochi Kaswari.

Ade Sumiati, yang juga Ketua Kelompok Usaha Bersama Ades Mandiri, sangat menyayangkan sikap pasar modern yang menolak produk UKM dari Sukabumi. Tetapi, memudahkan bahkan mengistimewakan produk-produk impor seperti dipajang di stand strategis.

Senada dengannya, pelaku UKM olahan ikan nila Kober Saluyu, Nurhasanah mengatakan produknya ini pernah ditetapkan oleh Kementerian Koperasi dan UKM RI pada 2013 lalu sebagai produk terbaik nasional. Namun tetap saja tidak bisa menebus pasar swalayan, minimarket apalagi supermarket. Terkecuali menyiapkan sejumlah uang untuk agunan dan biaya sewa.

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Aktualita 08/06/2018 07:00 WIB

Usut Tuntas Pengelolaan PPJ

MENGUATNYA dugaan penyimpangan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) di Cianjur, membuat sejumlah aktivis untuk segera melaporkannya ke pihak kepolisian. Benarkah?

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.

Aktualita 07/06/2018 08:00 WIB

Dugaan Penyelewengan Pengelolaan PPJU Makin Menguat

DUGAAN adanya kejanggalan atau penyelewengan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) di Cianjur, semakin menguat. Benarkah?