Sabtu, 23 September 2017 - Pukul 07:14

Image
Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

inspirasi

Hobi yang Menghasilkan Pundi-pundi Rupiah

Oleh: Angga Purwanda - Kamis 05 Januari 2017 | 23:53 WIB

Hobi yang Menghasilkan Pundi-pundi Rupiah

Foto: Net/Ilustrasi

BERITACIANJUR.COM - Mempunyai hobi tidak selalu berdampak negatif, tetapi ada juga hobi yang justru dapat menghasilkan pendapatan atau keuntungan bagi pelakunya. Satu di antaranya ialah hobi memelihara burung hias dan kicau.


Kebanyakan orang menggunakan hobi mereka sebagai sarana untuk melepas kepenatan, setelah lelah bekerja seharian. Namun, hal itu berbeda bagi Pepen (40).


Pria yang hobi memelihara burung ini memanfaatkannya sebagai peluang usaha yang cukup menguntungkan.


Dia mengawali bisnisnya sejak 4 tahun lalu, saat dirinya mulai serius menekuni hobi memelihara burung kicau.


"Awalnya saya membeli burung kenari seharga Rp 250 ribu. Dengan tekun memelihara dan memberi perawatan khusus, akhirnya burung tersebut dibeli orang, dan keuntungannya pun berlipat. Sejak itu saya berniat untuk menjadikan hobi ini sebagai tambahan usaha," ujar Pepen.


Sejak saat itu, dirinya mulai berbenah diri untuk menjadi seorang pengusaha burung dan mulai membeli berbagai jenis burung, seperti burung hias, burung kontes, dan lainnya.


Menurutnya, harga burung tidak dapat ditentukan, apalagi seperti burung yang sudah pernah menjuarai suatu kontes.


Untuk mendapatkan burung-burung yang akan diperjual belikan, dirinya dapat dari rekan-rekan sesama pehobi burung yang datang kepadanya untuk menjual burung mereka.


"Makin sering burung memenangkan kontes, akan makin mahal harga burung yang di tawarkan," jelas bapak dua anak itu.


Semenjak itu, dirinya mencoba membuka jasa jual beli dan hanya mengandalkan halaman rumahnya. Setelah berjalan cukup lama, akhirnya dirinya membuka kios burung di Jalan Raya Ciranjang, yang sederhana dan hanya terbuat dari triplek saja beratapkan seng.


"Peminat burung kicau cukup banyak sehingga pelanggan mulai berdatangan silih berganti ke kios. Berbagai orderan mulai berdatangan dan keuntungan pun mulai dirasakan. Per harinya saya bisa meraup keuntungan Rp 500 ribu," jelasnya.


Namun, jika burung yang dijualnya sering memenangkan suatu kontes dan ada sertifikatnya, keuntungannya akan lebih besar.


"Burung yang memiliki sertifikat juara kontes, seperti burung kenari, burung anis, dan love bird, bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi dari harga biasanya. Burung yang memiliki sertifikat bisa dijual hingga jutaan rupiah. Karena pehobi tidak pernah segan untuk membeli burung yang memang telah sering menjuarai kontes," ungkapnya.


Saat ini tidak hanya dapat membuka kios burung, namun dirinya mencoba untuk ternak beberapa jenis burung kicau yang memang mudah untuk diternakan, seperti kenari. Pepen mulai dari belajar perawatan dan cara ternak yang baik.


Burung kenari merupakan burung kicauan sekaligus burung hias yang sangat disukai dan diburu penggemarnya. Jenis burung itu tidak termasuk burung musiman, sehingga pangsa pasarnya tetap stabil dan menjanjikan.


"Jadi, saya lebih memilih untuk mencoba ternak kenari, karena pangsa pasarnya ada terus sehingga tidak takut untuk rugi. Burung jenis ini disukai karena bulunya yang cantik, namun sekarang lebih disukai karena kicauannya yang merdu dan bernada khas,” ujarnya.


Lebih lanjut dikatakannya, beberapa kendala yang biasa ditemui oleh seorang pemula adalah pemilihan jenis kelamin yang sulit dilihat secara kasat mata. Kemudian proses adaptasi yang perlu kejelian dari pemilik.


Ditambahkan dirinya, selama ini melakukan pemasaran dengan door to door atau kenalannya yang memang pehobi burung juga. (*)

Komentar