Selasa, 16 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

19 Tahun Mengilang, TKI Asal Indramayu Akhirnya Ditemukan

Rudi Rusmana

Jumat, 06 Januari 2017 - 00:50 WIB

Foto: kliksaja.co
Foto: kliksaja.co
A A A

Betah Dengan Majikan di Jeddah

BERITACIANJUR.COM - Kesan mengerikan bekerja di negeri orang sebagai asisten rumah tangga, tidak selamanya dialami para Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Jika beruntung bertemu dengan majikan yang baik hati, para tenaga kerja bahkan lupa memiliki keluarga di Indonesia.

Hal itulah yang dialami TKI bernama Juariah Mastara. Wanita asal Blok Karang Moncol, Desa Sukadana, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat ini seakan sudah lupa memiliki keluarga di Indonesia.

Seperti dilansir laman kliksaja.co, setelah 19 tahun pihak keluarga mencarinya, Juariah akhirnya berhasil ditemukan Tim Perlindungan WNI KJRI Jeddah di penghujung 2016 kemarin. Ia ditemukan di Distrik Al-Qaim, di daerah Taif, Arab Saudi, yang berjarak sekitar 200 KM dari KJRI Jeddah.

Tim Perlindungan melacak keberadaan Juariah, melalui komunikasi intensif dengan berbagai instansi terkait pemerintah setempat, dan baru menemukan titik terang setelah menerima laporan ditemukannya Juariah dari pihak kepolisian Taif KJRI Jeddah, sebagai respons atas nota diplomatik yang dikirimkan KJRI Jeddah ke kantor Gubernur Taif, melalui Kemlu Arab Saudi.

“Juariah dijemput pihak kepolisian Taif, di sebuah acara undangan pernikahan dan langsung dibawa ke kantor polisi. Kami langsung meluncur ke sana (kantor polisi),” tutur Hertanto, Staf Teknis Ketenagakerjaan KJRI Jeddah, seperti dikutip dari laman Kementerian Luar Negeri RI, Kamis (5/1/2017).

Juariah akhirnya dibawa Tim Perlindungan, dan kini ditempatkan di rumah persinggahan sementara ke KJRI Jeddah.

Saat ditanya, baik pada saat berada di kantor polisi maupun di KJRI Jeddah, mengenai alasan mengapa ia begitu lama tidak menghubungi keluarga, Juariah menjawab, dirinya baik-baik saja.

Ia mengaku, betah bersama majikan dan keluarga majikan, dan selama ini semua hak-haknya dipenuhi oleh majikan. Ia pun menegaskan, bahwa perlakukan majikan dan keluarganya yang begitu baik membuatnya lupa menghubungi keluarganya sendiri.

“Gaji lancar tiap bulan 600 (riyal). Saya simpan di kamar. Pekerjaan tidak berat. Saya cuma bersih-bersih rumah dan nyuci baju. Keluarga majikan ada tujuh di rumah. Saya kerja tidak kaya pembantu. Kalau ada makan-makan besar (pesta), kerja semua. Kalau saya capek, saya tidur dan enggak dibangunin biar 24 jam,” tuturnya.

Juariah bahkan menyatakan ikhlas tidak minta naik gaji kepada majikan, karena dirinya telah diperlakukan begitu baik oleh majikan.

Untuk memastikan kepada pihak keluarga Juariah di kampung halaman, bahwa keadaan dirinya sehat dan baik-baik saja, pada Selasa, 3 Januri 2017, Konjen RI Jeddah, M Hery Saripudin, bersama Juariah berkomunikasi langsung melalui video call dengan orang tuanya, Mastara beserta keluarga, di kampung halaman yang difasilitasi oleh salah satu LSM.

Didampingi Pelaksana Fungsi Konsuler-1 yang merangkap Koordinator Perlindungan Warga, Dicky Yunus, dan Staf Teknis Ketenagakerjaan KJRI Jeddah, Hertanto Setyo, Konjen RI Jeddah, meyakinkan Juariah agar pulang ke kempung halaman dan kembali ke tengah keluarga yang telah lama merindukan kepulangan dirinya.

“Kasian bapak-ibu kamu di rumah, saudara-saudaramu. Mereka sudah lama mencari-cari kabar tentang keberadaan kamu, menanyakan ke sana kemari kesehatan dan keselamatan kamu. Semua orang dibuat gelisah. Pulang saja ya,” bujuk Konjen kepada Juariah yang dijawabnya dengan anggukan.

Saat ini, KJRI Jeddah juga masih mengurus hak-hak Juariah selama bekerja dengan majikannya. Setelah semua haknya dipenuhi, langkah selanjutnya adalah pengurusan dokumen perjalanan Juariah yang membutuhkan waktu, mengingat statusnya kini adalah overstayer karena ia tidak pernah melakukan pembaharuan masa berlaku dokumen.

Menurut catatan, masa berlaku paspor Juariah berakhir pada tanggal 19 Desember 1999, dan sejak kedatangannya di Arab Saudi 1997, ia tidak pernah melakukan penggantian paspor, demikian pula kartu izin tinggalnya (iqamah) selama bekerja dengan keluarga majikan.

Selain itu, ditemukan pula pemalsuan data dirinya. Di paspornya, Juariah kelahiran tanggal 25 Mei 1967, sementara di KTP tertera ia kelahiran tanggal 25 bulan Mei 1977.

Juariah dinyatakan hilang kontak sekitar 19 tahun silam, sejak dirinya berangkat ke Arab Saudi, pada tahun 1997 untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga, dan hanya sekali berkirim surat kepada pihak keluarga. Setelah itu, keberadaan Juariah tidak diketahui entah di mana.

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 6 jam yang lalu

Satu Pelaku Pesta Seks Sesama Jenis Ditetapkan sebagai Tersangka

SATU dari lima orang pelaku pesta seks sesama jenis di salah satu Komplek Villa di kawasan Cipanas, Sabtu (13/1/2018) sekitar pukul 22.00 Wib, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Cianjur Euy 15 jam yang lalu

Manfaatkan Pekarangan Rumah Untuk Bertani

Pemerintah Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaluyu mendorong warga setempat untuk memanfaatkan pekarangan rumah untuk mengembangkan pertanian. Pasalnya lahan pertanian diwilayah itu terus berkurang, akibat…

Cianjur Euy 15 jam yang lalu

Waspadai Angin Kencang, Pemkab Diminta Tebang Pohon

Kondisi cuaca ekstrim yang terjadi mengharuskan warga dan pengendara yang melintas di sejumlah ruas jalan di Cianjur agar mewaspadai bahaya pohon tumbang akibat terjangan angin kencang.

Cianjur Euy 15 jam yang lalu

Wabup: Hari Ini Harga Daging Ayam di Cianjur Rp 33 Ribu/Kg

MENGHILANGNYA daging ayam potong di sejumlah Pasar Tradisional di Cianjur dalam tiga hari terakhir, akibat mogok berjualannya pedagang membuat Pemkab Cianjur bergerak cepat untuk menyelesaikan persoalan…

Cianjur Euy 15/01/2018 07:30 WIB

Ada 1 Pelajar dan 1 Ayah Beranak Tiga, 5 Pelaku Ditangkap Saat Bugil

IRONIS, di Kota Santri yang memiliki program ‘Cianjur Lebih Maju dan Agamis’, ada pesta seks sesama jenis. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu ((13/1/2018) sekitar pukul 22.00 Wib.

Cianjur Euy 14/01/2018 22:03 WIB

Rekayasa Jalur dan Trayek Angkum Baru Untuk Urai Kemacetan

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur gencar melakukan sosialisasi terkait rekayasa lalulintas dan trayek angkutan umum (Angkum, red) baru. Program penataan itu, untuk mengurai kemacetan kendaraan…

Cianjur Euy 14/01/2018 21:02 WIB

Sehari Dua Kecelakaan Lalulintas Terjadi Di Cianjur

DUA kali kecelakaan lalulintas terjadi di wilayah hukum Polres Cianjur, Minggu (14/1/2018). Selain kerugian material, akibat kecelakaan yang terjadi di dua ruas jalan rawan kecelakaan itu juga mengakibatkan…

Cianjur Euy 13/01/2018 19:08 WIB

Polisi Selidiki Penyebab Mahalnya Harga Daging Ayam

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur menerjunkan Satuan Tugas (Satgas) Pangan untuk menyelidiki penyebab terus melambungnya harga daging ayam potong di pasaran.

Cianjur Euy 13/01/2018 17:44 WIB

Harga Terus Melambung, Pedagang Daging Ayam Mogok Jualan

MELAMBUNGNYA harga daging ayam potong di pasaran membuat para pedagang ayam potong memutuskan menggelar aksi mogok jualan.

Cianjur Euy 12/01/2018 17:20 WIB

Jalin Sinergitas, Yonif Raider 300/BJW Gelar Hiburan Rakyat

GUNA lebih menjalin sinergitas antara TNI/Polri, serta masyarakat di Kabupaten Cianjur.