Sabtu, 18 Nopember 2017 - Pukul 21:07

Jabatan, Amanah atau Aman Ah?
Kang Anton

Jabatan, Amanah atau Aman Ah?

FAKTA atau sekelumit masalah yang pernah terangkum di Berita Cianjur, menjadi perhatian bahkan membuat bingung masyarakat Cianjur. Pemimpinnya ada, tapi masalahnya seolah…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

good news

Panglima TNI Ingatkan Negara Lain Tidak Remehkan Pasukan Indonesia

Oleh: kliksaja.co - Jumat 06 Januari 2017 | 11:00 WIB

Panglima TNI Ingatkan Negara Lain Tidak Remehkan Pasukan Indonesia

kliksaja.co

BERITACIANJUR.COM - Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Gator Nurmantyo mengingatkan kepada militer negara lain agar tidak main-main terhadap angkatan bersenjata yang dipimpinnya.

 

Menurut Gatot, pasukannya siap mati demi doktrin dan ideologi yang selama ini dipegang teguh bangsa.

 

“Di setiap pasukan khusus itu doktrin terhadap ideologi harus diberikan luar biasa, sehingga benar-benar mencintai. Kepada musuhnya pun harus didoktrin juga bahwa itu musuh,” ujar Gatot di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (5/1/2017).

 

Ia menegaskan, setiap pasukan khusus yang dikirim dalam sebuah operasi, maka mereka sudah siap mati. Gatot menggunakan istilah one way ticket atau tidak ada tiket untuk pulang.

 

“Sehingga pada saat tugas operasi pasukan khusus itu operasinya one way ticket. Dia rela untuk itu,” tegasnya.

 

Pernyataan Panglima TNI ini merupakan tindak lanjut keputusannya menghentikan kerjasama dengan Australian Defence Force (ADF) yang dianggap telah menghina Pancasila dan kehormatan TNI.

Komentar