Sabtu, 20 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Harga Urus STNK, BPKB dan BBN Naik Berkali Lipat

Rustandi

Jumat, 06 Januari 2017 - 13:00 WIB

Net/Ilustrasi
Net/Ilustrasi
A A A

Rakyat Cianjur Merasa Terbebani

BERITACIANJUR.COM - Para pemilik kendaraan di Cianjur, mengaku kaget dengan dua kebijakan pemerintah pusat pada awal tahun 2017 ini. Setelah menaikan harga urus STNK dan BPKB secara tiba-tiba, pemerintah kembali membuat kejutan dengan menikan harga BBM.

Melalui, PT Pertamina (Persero), pemerintah tertangal 5 Januari mengkoreksi harga BBM non subsidi, dengan kenaikan sebesar Rp 300. Sontak, rakyat terkejut karena menilai pemerintah asal menetapkan kebijakan harga barang kebutuhan publik.

“Harusnya semua kebijkan menyangkut kebutuhan publik, terlebih dahulu disosialisasikan, sehingga tidak membuat publik kaget seperti sekarang. Sudah harga tarif urus STNK dan BPKB naik, eh BBM juga naik. Mana BBM jenis premium sekarang langka. Ini bikin pusing,” kata Jejen, salah seorang warga Cikaret, saat dimintai komentarnya di salah satu Pom Bensin di Jalan Perintis Kemerdekaan.

Jejen menilai, sikap pemerintah dianggap ceroboh dalam menentukan dua kenaikan harga itu. Tanpa sosialisasi sebelumnya, menunjukan sikap pemerintah yang otoriter. Harusnya kebijkan terlebih dahulu dikomunikasikan dengan wakil rakyat.

“Ini main jebred saja kaya pedagang di pedagang kampung. Kalau begini terus, kedepannya negara bisa hancur, karena semua kebijakan semau dewe saja,” cetus Jejen merasa kesal, karena dalam waktu dekat, dirinya juga akan memperpanang STNK motornya.

Tidak hanya Jejen, Imas (39) salah seorang pegawai di lingkungan Pemkab Cianjur, mengaku jengkel dengan kanikan BBM yang baru saja diterapkan pemerintah. Imas kaget, saat mengisi BBM Pertalite, petugas POM menyebut harga sudah naik.

“Ya mau tidak mau kita nerima saja, toh sudah seperti itu adanya. Tapi kalau bisa sosialisasikan sebelumnya, karena ini menyangkut kepentingan umum. Aneh deh, banyak sekali kebijakan Jokowi yang seperti sekarang,” tanggapnya.

Seperti diketahui, BBM non-subsidi jenis Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamax DEX naik Rp 300. Sementara untuk jenis BBM Premium dan Bio Solar tetap dengan harga yang sama.

Area Manager Communication and Relation PT Pertamina Region Jawa bagian Barat Yudi Nugraha mengatakan bahwa perubahan harga yang dilakukan mengikuti kenaikan harga minyak dunia. "Untuk harga BBM non-subsidi memang patokannya dari harga minyak dunia. Kita selalu evaluasi per dua minggu sekali," ucap Yudi kepada awak media nasional.

Sementara terkait kenaikan biaya pengurusan STNK dan BPKB, Gubernur  Jawa Barat, Ahmad Heryawan menganggap wajar  jika masyarakat kaget, karena kenaikan hingga tiga kali lipat mulai Januari 2017 ini. Masyarakat akan bertanya-tanya karena kemarin pengurusan sempat dimurahkan, digratiskan STNK kedua, digratiskan denda pajak dan sekarang ada kenaikan awal tahun.

"Saya rasa wajar kalau ada kaget dulu, ini untuk membangun kesadaran warga negara untuk membayar pajak demi pembangunan yang lebih baik lagi," ucap Aher, sapaan akrab Ahmad Heryawan sebagaimana dilansir antara, Rabu (4/1/2017).

Aher menginstruksikan Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat Dadang Suharto untuk mensosialisasikan tentang PP Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) kepada masyarakat dalam waktu dekat ini.

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 15 jam yang lalu

Pemkab Cianjur Tolak Kebijakan Impor Beras

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menolak kebijakan impor beras yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Hal itu diungkapkan, Wakil Cianjur, Herman Suherman, saat menghadiri acara panen raya padi di…

Aktualita 20 jam yang lalu

Terbongkar, RSUD Masih Berkilah

PENYEBAB amburadulnya pengelolaan limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, sudah terbongkar. Namun pejabat rumah sakit plat merah tersebut masih…

Aktualita 21 jam yang lalu

Komisi III Sidak, Pejabat RSUD Tak Ada di Tempat

KOMISI III DPRD Cianjur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Sayang Cianjur, Kamis (18/1/2018) siang.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:54 WIB

Aksi Maling Zaman Now

AKHIR-akhir ini kawanan maling spesial kantor desa tengah giat melancarkan aksinya ke sejumlah desa di wilayah Timur Kabupaten Cianjur.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:53 WIB

Pencetakan e KTP Dipusatkan di Kecamatan Ciranjang

PEMERINTAH Kabupaten Cianjur menunjuk Kecamatan Ciranjang sebagai tempat pusat layanan pembuatan e-KTP dan Kartu Keluarga (KK) bagi masyarakat yang ada di 5 Kecamatan. Antaralain, Kecamatan Ciranjang,…

Cianjur Euy 18/01/2018 21:52 WIB

Harga Daging Ayam di Cianjur Masih Capai Rp 36 Ribu Per Kg

MESKI harga daging ayam potong di Cianjur disepakati Rp 33 ribu per kilogram (Kg). Namun, dipasaran harga daging unggas itu masih terbilang mahal, mencapai Rp 36 ribu per kg.

Cianjur Euy 18/01/2018 21:51 WIB

Polres Sidak Sekolah, Sejumlah Siswa Terbukti Simpan Video Porno

PASCA terungkapnya pesta seks sesama jenis, yang satu diantara pelakunya masih berstatus pelajar. Polres Cianjur gencarkan sosialisasi dan antisipasi dengan menyambangi sejumlah SMA/SMK di Kabupaten Cianjur,…

Cianjur Euy 18/01/2018 21:50 WIB

Bulan Ini, Pasien Difteri Capai 15 Orang

PASIEN Difteri yang ditangani Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang, Cianjur jumlahnya terus bertambah. Sejak awal 2018, jumlah pasien penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi di selaput lendir hidung…

Aktualita 18/01/2018 08:10 WIB

BPLHD dan Penyidik Polda Jabar Datangi RSUD, Ada Apa?

SEGUDANG masalah terjadi di RSUD Sayang Cianjur. Tak hanya soal limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang dibiarkan menumpuk di ruangan terbuka, namun juga terdapat dua masalah besar lainnya yang hingga…

Aktualita 18/01/2018 08:05 WIB

Ini Pembohongan Publik, Wajib Diusut Tuntas

TERUNGKAPNYA kebohongan pernyataan pihak RSUD melalui Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, yang menyebutkan permasalahan menumpuknya limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) itu gara-gara kesalahan…