Senin, 25 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Harga Urus STNK, BPKB dan BBN Naik Berkali Lipat

Rustandi

Jumat, 06 Januari 2017 - 13:00 WIB

Net/Ilustrasi
Net/Ilustrasi
A A A

Rakyat Cianjur Merasa Terbebani

BERITACIANJUR.COM - Para pemilik kendaraan di Cianjur, mengaku kaget dengan dua kebijakan pemerintah pusat pada awal tahun 2017 ini. Setelah menaikan harga urus STNK dan BPKB secara tiba-tiba, pemerintah kembali membuat kejutan dengan menikan harga BBM.

Melalui, PT Pertamina (Persero), pemerintah tertangal 5 Januari mengkoreksi harga BBM non subsidi, dengan kenaikan sebesar Rp 300. Sontak, rakyat terkejut karena menilai pemerintah asal menetapkan kebijakan harga barang kebutuhan publik.

“Harusnya semua kebijkan menyangkut kebutuhan publik, terlebih dahulu disosialisasikan, sehingga tidak membuat publik kaget seperti sekarang. Sudah harga tarif urus STNK dan BPKB naik, eh BBM juga naik. Mana BBM jenis premium sekarang langka. Ini bikin pusing,” kata Jejen, salah seorang warga Cikaret, saat dimintai komentarnya di salah satu Pom Bensin di Jalan Perintis Kemerdekaan.

Jejen menilai, sikap pemerintah dianggap ceroboh dalam menentukan dua kenaikan harga itu. Tanpa sosialisasi sebelumnya, menunjukan sikap pemerintah yang otoriter. Harusnya kebijkan terlebih dahulu dikomunikasikan dengan wakil rakyat.

“Ini main jebred saja kaya pedagang di pedagang kampung. Kalau begini terus, kedepannya negara bisa hancur, karena semua kebijakan semau dewe saja,” cetus Jejen merasa kesal, karena dalam waktu dekat, dirinya juga akan memperpanang STNK motornya.

Tidak hanya Jejen, Imas (39) salah seorang pegawai di lingkungan Pemkab Cianjur, mengaku jengkel dengan kanikan BBM yang baru saja diterapkan pemerintah. Imas kaget, saat mengisi BBM Pertalite, petugas POM menyebut harga sudah naik.

“Ya mau tidak mau kita nerima saja, toh sudah seperti itu adanya. Tapi kalau bisa sosialisasikan sebelumnya, karena ini menyangkut kepentingan umum. Aneh deh, banyak sekali kebijakan Jokowi yang seperti sekarang,” tanggapnya.

Seperti diketahui, BBM non-subsidi jenis Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamax DEX naik Rp 300. Sementara untuk jenis BBM Premium dan Bio Solar tetap dengan harga yang sama.

Area Manager Communication and Relation PT Pertamina Region Jawa bagian Barat Yudi Nugraha mengatakan bahwa perubahan harga yang dilakukan mengikuti kenaikan harga minyak dunia. "Untuk harga BBM non-subsidi memang patokannya dari harga minyak dunia. Kita selalu evaluasi per dua minggu sekali," ucap Yudi kepada awak media nasional.

Sementara terkait kenaikan biaya pengurusan STNK dan BPKB, Gubernur  Jawa Barat, Ahmad Heryawan menganggap wajar  jika masyarakat kaget, karena kenaikan hingga tiga kali lipat mulai Januari 2017 ini. Masyarakat akan bertanya-tanya karena kemarin pengurusan sempat dimurahkan, digratiskan STNK kedua, digratiskan denda pajak dan sekarang ada kenaikan awal tahun.

"Saya rasa wajar kalau ada kaget dulu, ini untuk membangun kesadaran warga negara untuk membayar pajak demi pembangunan yang lebih baik lagi," ucap Aher, sapaan akrab Ahmad Heryawan sebagaimana dilansir antara, Rabu (4/1/2017).

Aher menginstruksikan Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat Dadang Suharto untuk mensosialisasikan tentang PP Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) kepada masyarakat dalam waktu dekat ini.

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Aktualita 08/06/2018 07:00 WIB

Usut Tuntas Pengelolaan PPJ

MENGUATNYA dugaan penyimpangan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) di Cianjur, membuat sejumlah aktivis untuk segera melaporkannya ke pihak kepolisian. Benarkah?

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.

Aktualita 07/06/2018 08:00 WIB

Dugaan Penyelewengan Pengelolaan PPJU Makin Menguat

DUGAAN adanya kejanggalan atau penyelewengan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) di Cianjur, semakin menguat. Benarkah?