Minggu, 21 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Padi Percontohan Bisa Dijadikan Alternatif Baru Untuk Petani

Heri

Jumat, 06 Januari 2017 - 15:30 WIB

BC/Heri
BC/Heri
A A A

BERITACIANJUR.COM - Tanaman padi percontohan jenis Ciherang seluas kurang lebih enam ribu meter milik Distributor Pupuk Organik Cair PT Sayogi Investama Sajati (SIS)  yang menggunakan pola tanam Hazton dan Jajar Legowo di Kampung Sumur Sari,  Desa Mekarsari,  Kecamatan Cianjur.  Ternyata mampu memberikan hasil yang memuaskan di bandingkan pola tanam biasa yang umumnya digunakan masyarakat.

Hasil perhitungan petugas dari Kantor Cabang Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perkebunan Kecamatan Cianjur menunjukkan, dari 50 kilogram benih padi dengan menggunakan dua pola tanam tersebut mampu menghasilkan 6,7 ton per hektar. Lebih banyak 2 kwintal dari pola tanam yang digunakan petani sekitar, yakni rata-rata 6,5 ton per hektar.

“Benih padi yang digunakan di lahan ini hanya 50 kilogram dari maksimal dan hasilnya sangat bagus,” ujar Kepala KCD Pertanian Ketahanan Pangan dan Perkebunan Kecamatan Cianjur, Ajat Sudrajat, Kamis (5/1/2017).

Dijelaskannya, khusus untuk pola tanam Hazton, setelah dihitung rata-rata mampu menghasilkan 8 ton per hektar. Sedangkan untuk pola tanam Jajar Legowo hampir sama bagusnya dengan Hazton, yakni 7 ton per hektar.

“Hitungan ini berdasarkan sample yang kita ambil dari masing-masing pola tanam,” katanya.

Menurutnya, pola tanam yang bagus dengan hasil yang maksimal tentunya harus didukung kualitas benih, pemberian pupuk serta disesuaikan dengan kondisi cuaca yang ada. “Kalau didukung oleh beberapa faktor tadi, tentunya padi yang dihasilkan akan banyak dan kualitasnya bagus,” tandasnya didampingi

Sementara itu Perwakilan PT Indo Acidatama selaku produsen pupuk organik cair Pomi dan BeKa, Taufiq, mengaku puas dengan hasil tanaman padi percontohan milik PT Sayogi Investama Sajati.

“Tanaman padi percontohan ini sejak dari awal tanam menggunakan pupuk organik jenis Pomi dan BeKa produksi kami, hasilnya sangat bagus dan tahan terhadap serangan hama. Kami hanya menggunakan sebanyak tujuh liter pupuk organik cair Pomi kuning dan tiga liter BeKa,” katanya.

Selain penggunaan pupuk organik, pola tanam yang tepat juga mempengaruhi terhadap hasil panen. Dari mulai tepat dosis, waktu, benih serta perlakukan, karena jika ada yang tidak tepat hasilnya tentu akan berbeda.

“Hasil dari pupuk organik buatan kami bisa dilihat, tidak ada terlihat batang padi yang roboh dan ini merupakan salah satu hasil kerja bakteri,” tandasnya. (ree)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 19/01/2018 13:13 WIB

Pemkab Cianjur Tolak Kebijakan Impor Beras

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menolak kebijakan impor beras yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Hal itu diungkapkan, Wakil Cianjur, Herman Suherman, saat menghadiri acara panen raya padi di…

Aktualita 19/01/2018 08:00 WIB

Terbongkar, RSUD Masih Berkilah

PENYEBAB amburadulnya pengelolaan limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, sudah terbongkar. Namun pejabat rumah sakit plat merah tersebut masih…

Aktualita 19/01/2018 07:55 WIB

Komisi III Sidak, Pejabat RSUD Tak Ada di Tempat

KOMISI III DPRD Cianjur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Sayang Cianjur, Kamis (18/1/2018) siang.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:54 WIB

Aksi Maling Zaman Now

AKHIR-akhir ini kawanan maling spesial kantor desa tengah giat melancarkan aksinya ke sejumlah desa di wilayah Timur Kabupaten Cianjur.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:53 WIB

Pencetakan e KTP Dipusatkan di Kecamatan Ciranjang

PEMERINTAH Kabupaten Cianjur menunjuk Kecamatan Ciranjang sebagai tempat pusat layanan pembuatan e-KTP dan Kartu Keluarga (KK) bagi masyarakat yang ada di 5 Kecamatan. Antaralain, Kecamatan Ciranjang,…

Cianjur Euy 18/01/2018 21:52 WIB

Harga Daging Ayam di Cianjur Masih Capai Rp 36 Ribu Per Kg

MESKI harga daging ayam potong di Cianjur disepakati Rp 33 ribu per kilogram (Kg). Namun, dipasaran harga daging unggas itu masih terbilang mahal, mencapai Rp 36 ribu per kg.

Cianjur Euy 18/01/2018 21:51 WIB

Polres Sidak Sekolah, Sejumlah Siswa Terbukti Simpan Video Porno

PASCA terungkapnya pesta seks sesama jenis, yang satu diantara pelakunya masih berstatus pelajar. Polres Cianjur gencarkan sosialisasi dan antisipasi dengan menyambangi sejumlah SMA/SMK di Kabupaten Cianjur,…

Cianjur Euy 18/01/2018 21:50 WIB

Bulan Ini, Pasien Difteri Capai 15 Orang

PASIEN Difteri yang ditangani Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang, Cianjur jumlahnya terus bertambah. Sejak awal 2018, jumlah pasien penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi di selaput lendir hidung…

Aktualita 18/01/2018 08:10 WIB

BPLHD dan Penyidik Polda Jabar Datangi RSUD, Ada Apa?

SEGUDANG masalah terjadi di RSUD Sayang Cianjur. Tak hanya soal limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang dibiarkan menumpuk di ruangan terbuka, namun juga terdapat dua masalah besar lainnya yang hingga…

Aktualita 18/01/2018 08:05 WIB

Ini Pembohongan Publik, Wajib Diusut Tuntas

TERUNGKAPNYA kebohongan pernyataan pihak RSUD melalui Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, yang menyebutkan permasalahan menumpuknya limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) itu gara-gara kesalahan…