Rabu, 28 Juni 2017 - Pukul 12:14

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

good news

Dampak Perubahan Struktur Berubah, Masih Sibuk Tata Ruang Kerja

Oleh: Heri - Senin 09 Januari 2017 | 13:15 WIB

Dampak Perubahan Struktur Berubah, Masih Sibuk Tata Ruang Kerja

Net/Ilustrasi

BERITACIANJUR.COM - Pasca perombakan besar-besaran  pejabat dan perampingan Organisasi Perangkat Daerah dil lingkungan Pemerintahan Kabupaten Cianjur. Sejumlah jabatan struktural di kecamatan juga kena imbasnya, dari 32 kecamatan sebanyak 12 diantaranya juga mengalami perampingan.

 

Akibatnya,  disaat pihak kecamatan dituntut harus memberikan pelayanan yang maksimal.  Namun di sisi lain, mereka masih berkutat dengan kesibukan menata ruangan kerja karena disesuaikan dengan perubahan struktur.

 

Seperti yang terjadi di Kantor Kecamatan Sukaresmi, pasca pelaksanaan pelantikan di Pendopo Cianjur beberapa waktu lalu.  Mereka masih sibuk melakukan penataan ruangan, karena mengikuti perubahan nomenklatur kecamatan.

 

Yakni Kasi Pemerintahan yang awalnya terpisah, sekarang digabung dengan Kasi Pemberdayaan Masyarakat.  Begitu juga Kasi Trantib sekarang digabung dengan Kesejahteraan Rakyat (Kesra).

 

"Dulu ruangannya masing-masing,  sekarang untuk lebih efektifitas dua ruangan disatukan.  Tapi tergantung kebijakan camatnya,  apakah mau disatukan atau tidak.  Intinya dari empat kasi berkurang menjadi tiga kasi, " ujar Camat Sukaresmi, Badru kepada "BC", Minggu (8/1/2016).

 

Meski terjadi perampingan struktur di kecamatan,  Badru menegaskan tidak akan terlalu berpengaruh terhadap pelayanan masyarakat.  Karena perubahan ini sudah biasa terjadi di lingkungan kerja pemerintahan daerah.

 

"Biasa-biasa saja,  tidak terlalu berpengaruh signifikan karena sudah berdasarkan hasil kajian bahwa beberapa jabatan struktural di Kecamatan Sukaresmi perlu digabung, " tandasnya.

 

Justru Badru melihat,  penggabungan dua jabatan menjadi satu agar pelayanan kepada masyarakat bisa lebih efektif dan efisien.  Tinggal bagaimana penempatan pejabat yang dipercaya mengisi masing-masing posisi tersebut. (ree)

Komentar