Senin, 23 Oktober 2017 - Pukul 03:44

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

Lahan Sawah Kering, Petani Harapkan Mesin Pompa

Oleh: Misbah Hidayat - Rabu 05 Agustus 2015 | 18:23 WIB

Lahan Sawah Kering, Petani Harapkan Mesin Pompa

Net

BERITACIANJUR.COM - Para petani di Kabupaten Cianjur mengharapkan bantuan mesin pompa air dari pemerintah untuk mengairi lahan pesawahannya. Pasalnya, musim kemarau yang masih berlangsung hingga saat ini telah mengakibatkan ratusan hektar lahan mengalami kekeringan karena kekurangan pasokan air.


 
Udin (55) asal Kec. Karangtengah, Kab. Cianjur mengaku saat ini sawah yang dikelolanya terus kekurangan air. Ia sendiri terpaksa menyewa mesin pompa kendati harus mengeluarkan biaya yang lumayan besar.


 
“Biayanya tinggi karena biaya sewanya dihitung per hari. Tapi kalau tidak dipaksakan tanaman padi saya bisa fuso semua,” tutur Udin kepada “BC” saat ditemui di lahan sawahnya, Selasa (4/8).


 
Karenanya, ia mengharapkan pemerintah memberikan bantuan pompa air untuk meringankan beban pengeluaran para petani. “Kalau ada bantuan sangat meringankan beban pengeluaran. Soalnya dengan sewa mesin sekarang itu, kami sudah cukup merugi dari segi keuangan,” tutur Udin diamini Hidayat, petani setempat lainnya.


 
Hidayat menambahkan, selain biaya sewa mesin, para petani juga harus mengeluarkan biaya harian untuk membeli bahan bakarnya. “Karenanya, kami sangat mengharapkan adanya bantuan mesin agar kami tidak semakin merugi,” harapnya.


 
Selain mengeringkan lahan pertanian, musim kemarau saat itu juga mengakibatkan ratusan Kepala Keluarga (KK) di dua desa, yaitu Desa Sindangraja dan Hegarmanah, Kecamatan Sukaluyu mulai kesulitan untuk mendapatkan air bersih.


 
Kades Sindangraja, Suryana menuturkan, hampir setiap tahun daerahnya mengalami krisis air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, kata kades, warganya kini hanya mengandalkan air sumur kendati semakin hari debit airnya terus menyusut.


 
“Kondisi ini rutin terjadi, karena air dari sumber mata air menipis. Warga terpaksa membeli air Rp5 ribu per galon untuk memenuhi air bersih," ujarnya.


 
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur mengaku telah sejumlah alat pompa air untuk mengatasi kekeringan akibat musim kemarau saat ini.


 
Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Suparman mengatakan, pihaknya siap memberikan bantuan pinjaman pompa air kepada sejumlah desa yang yang mengalami kekeringan. “Saat ini sejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur mulai mengalami kemarau, diantaranya wilayah Cianjur bagian timur seperti Kecamatan Sukaluyu, Ciranjang dan Haurwangi. Karenanya, kita prioritaskan dulu desa atau wilayah yang memang sangat membutuhkan. Saat ini keterbatasan alat yang dimiliki," ungkapnya. ***

 

Komentar