Rabu, 18 Oktober 2017 - Pukul 10:51

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

healthy life

4 Jenis Cacing yang Bikin Anak Cacingan

Oleh: Rifqi Dahwan Aziz - Senin 16 Januari 2017 | 19:50 WIB

4 Jenis Cacing yang Bikin Anak Cacingan

BERITACIANJUR.COM - Penyakit kecacingan yang biasa masyarakat sebut cacingan masih menjadi masalah di negara-negara tropis. Di Indonesia sendiri, prevalensi kecacingan pada anak sekitar 28 persen berdasarkan data Kementerian Kesehatan. Anak-anak yang terinfeksi cacing bisa terancam kesehatannya.

 

Kecacingan bisa mempengaruhi status gizi, proses tumbuh kembang dan merusak kemampuan kognitif pada anak yang terinfeksi. Selain itu kasus-kasus malnutrisi, stunting, dan anemia juga bisa karena kecacingan, seperti mengutip data dari laman depkes.go.id, Senin (16/1/2017).

 

Diantara jenis cacing yang ada, berikut empat jenis cacing yang membuat cacingan.

 

1. Cacing kremi

Jenis cacing ini yang paling populer dibandingkan jenis cacing yang menginfeksi anak-anak lainnya. Biasanya anak-anak yang terkena cacing ini disebut 'kremian'.

 

Dalam bahasa latin cacing kremi bernama Enterobius vermicularis. Ukurannya kecil sekali. Cacing kremi jantan ukurannya 2-5 mm dan betina sekitar 8-13 mm dengan warna putih seperti parutan kelapa.

 

 

Meski ukurannya kecil, kemampuan cacing bertahan hidup pada pakaian, mainan dan tempat tidur hingga tiga minggu. Sehingga tak heran cacing kremi sangat mudah menular.

 

Jika ada satu keluarga terinfeksi, anggota keluarga lain akan tertular. Misalnya saat cacingan, duburnya akan gatal lalu digaruk. Telur cacing tersebut akan jatuh ke sprei sehingga akan mudah tertular terlebih jika sprei jarang dibersihkan.

 

Selain itu perkembangbiakan cacing ini juga cepat. Satu ekor cacing kremi bertelur sekitar 11.000-15.000 butir setiap enam jam sekali.

 

2. Cacing tambang

Cacing yang satu ini memilik panjang sekitar 1 cm. Anak-anak yang bermain di tanah tanpa alas kaki, bisa terinfeksi cacing tambang. Larva cacing tambang mampu masuk ke dalam tubuh lewat pori-pori kulit lalu masuk ke aliran darah. Kemudian menuju jantung, paru-paru kemudian usus halus.

 

 

Cacing yang satu ini mampu menggigit usus sehingga bisa menghisap darah yang jumlahnya lebih banyak dibanding cacing cambuk. Tak heran anak yang terinfeksi cacing tambang dalam waktu lama timbul gejala anemia.

 

3. Cacing gelang

Dibandingkan keempat jenis cacing lain, cacing gelang termasuk panjang. Cacing gelang jantan dewasa berukuran 10-30 cm, sementara betina sekitar 22-35 cm.
Cacing gelang masuk ke tubuh anak lewat telur cacing yang ada di makanan atau minuman atau kuku tangan yang tersimpan telur cacing.

 

 

Cacing bernama latin Ascaris lumbricoides ini hidupnya di usus halus kemudian menyerap sari-sari makanan yang ada di dalamnya. Lalu, cacing ini bisa jalan-jalan ke paru-paru sehingga menyebabkan anak batuk-batuk. Setiap hari cacing ini mampu bertelur sekitar 200.000 ekor per hari.

 

4. Cacing cambuk

Cacing bernama latin Trichuris trichiura ini memiliki panjang sekitar 4-5 cm. Setiap hari cacing ini mampu bertelur hingga 10.000 telur per hari.

 

Cacing ini hidup di usus besar lalu saat jadi cacing dewasa akan menempel di dinding usus halus dan menghisap darah. Biasanya akan menimbulkan sakit perut, nafsu makan berkurang, dan anemia.

 

Komentar