Rabu, 18 Oktober 2017 - Pukul 10:51

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

inspirasi

Tempe, Makanan Sehat yang Semakin Diminati Masyarakat Kanada

Oleh: Rudi Rusmana - Selasa 17 Januari 2017 | 11:03 WIB

Tempe, Makanan Sehat yang Semakin Diminati Masyarakat Kanada

Net/Ilustrasi

BERITACIANJUR.COM - Tempe yang menjadi makanan sehari-hari di Indonesia, kini semakin diminati oleh banyak kalangan di Kanada.


Semakin terkenalnya tempe di Kanada tak lepas dari kesadaran akan perlunya mengkonsumsi produk makanan yang sehat, alami dan rendah kalori.


Seperti dilansir laman kliksaja.co, kondisi itu juga telah menjadi gaya hidup sebagian besar masyarakat Kanada.


Kenyataan ini juga terlihat dari semakin banyaknya produk makanan organik dan gluten free yang dipasarkan di supermarket dan groceries di Vancouver.


Peluang pasar tersebut dengan jeli ditangkap oleh Andrew, diaspora Indonesia yang sempat mengenyam pendidikan Food Technology di British Columbia Institute of Technology, dengan membuat tempe yang dipasarkan dengan branding TEMPEA.


“Passion saya terhadap good food yang mendasari saya untuk mendirikan Tempea,” demikian diungkapkan oleh Andrew dalam website www.tempea.ca.


Ditemui Konjen dan Fungsi Ekonomi KJRI Vancouver dalam Vancouver Speciality Food Expo 2017, Jeffry adik dari Andrew menyatakan bahwa produksi tempe yang dihasilkan oleh Tempea secara perlahan tapi pasti telah mulai dikenal oleh masyarakat Vancouver, terutama di kalangan vegetarian dan pecinta healthy food.


Tak kurang dari 50 hingga 70 kg kedelai diolah menjadi tempe setiap minggunya untuk memenuhi pesanan dari konsumen.


“Produk kami memang belum masuk ke supermarket tapi kami memiliki pelanggan tetap restaurant vegetarian  dan setiap minggu membukabooth di farmers market,” imbuh Jeffry.


Vancouver Speciality Food  Expo 2017 berlangsung selama dua hari, 14-15 Januari 2017 menampilkan ratusan produk makanan dan minuman yang termasuk kategori gluten free, allergen free, dandiabetic/ketogenic/low FODMAP friendly needs.


Dengan tiket masuk CAD 12 atau setara Rp 120 ribu, pameran tersebut ramai didatangi pengunjung dari berbagai kelompok usia.


Tempe sebagai satu-satunya produk makanan Indonesia dalam pameran tersebut harus bersaing dengan produk lokal lainnya, namun dengan kegigihan Andrew bersaudara tempe akan semakin dikenal oleh masyarakat Kanada dan naik peringkat menjadi healthy food yang semakin digemari.

Komentar