Senin, 29 Mei 2017 - Pukul 14:30

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

healthy life

Dampak Media Sosial Terhadap Kejiwaan

Oleh: Rifqi Dahwan Aziz - Selasa 17 Januari 2017 | 13:30 WIB

Dampak Media Sosial Terhadap Kejiwaan

Net/Ilustrasi

BERITACIANJUR.COM - Salah satu hal yang paling menonjol di abad ke-21 adalah kemajuan media. Peran media dalam menyebarkan informasi sangat penting dan tak bisa dianggap remeh.

 

Pada era globalisasi, hampir semua orang memiliki setidaknya satu gadget yang digunakannya untuk melihat informasi dari media sosial. Namun sayangnya, media sosial akhi-akhir ini sering digunakan untuk memuat berita bernuansa negatif.

 

Untuk itu perlu kejelian dan kepala dingin saat membaca isu-isu bernada kebencian, kekerasan, dan berita negatif. Jika tidak dibaca dengan kritis, hal tersebut dapat berdampak buruk bagi kesehatan psikologis Anda.

 

Efek kekerasan media

Paparan kekerasan dan nuansa kebencian pada tak hanya memiliki pengaruh buruk secara psikologis pada orang dewasa. Hal yang lebih buruk, hal tersebut juga sangat memengaruhi anak-anak.

 

Pada dasarnya anak-anak belum memiliki bentuk mantap dari sikap social. Biasanya mereka akan mengambil contoh dari lingkungannya –seperti orang tua dan teman-temannya.

 

Selain contoh langsung dari lingkungan keluarga, anak juga dapat mengambil contoh dari paparan media yang ditontonnya secara terus menerus. Paparan dengan nuansa kebencian secara terus menerus dapat menyebabkan terbiasanya emosi anak terhadap materi kekerasan.

 

Anak akan berpikir bahwa berbagai tindakan agresif dan kekerasan adalah hal yang biasa serta dapat diterjemahkan dalam perilaku sehari-hari. Anak dengan paparan kekerasan juga akan memiliki sensitivitas yang lebih rendah terhadap penderitaan orang lain.

 

Beberapa penelitian menemukan bahwa berbagai tayangan kekerasan dapat menyebabkan seorang bertindak lebih agresif terhadap orang lain, dibandingkan mereka yang tidak terpapar materi kekerasan. Kecenderungan ini bahkan juga dijumpai sampai orang dewasa.

 

Menangkal pengaruh buruk media

Anak Anda gemar nonton televisi? Aturlah jam menonton televisi anak Anda. Selain itu, awasi jenis tontonan anak Anda. Akan lebih baik juga jika Anda dapat mengawasi secara langsung tontonan anak Anda.

 

Bagi Anda pengguna media sosial, cobalah untuk kritis dalam membaca berita. Carilah sumber berita terlebih dahulu. Jangan mudah terprovokasi dengan berita bernuansa kekerasan dan kebencian.

 

Jika digunakan dengan tepat, media sosial memiliki dampak baik bagi manusia. Bagi anak-anak, media dapat meningkatkan rasa ingin tahu anak, dan memperbanyak pembendaharaan kata anak.

 

Sedangkan bagi orang dewasa, media berperan dalam menyebarkan informasi dengan cepat. Namun, kita harus mencermati setiap berita di media sosial dengan kritis. Jadi, gunakanlah media sosial dengan bijak untuk mendapatkan manfaat maksimal dari media sosial dan terhindar dari efek negatif media sosial.

Komentar