Senin, 23 Oktober 2017 - Pukul 07:37

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

inspirasi

Kampung Kelinci Ikon Wisata Desa Sindanglaya

Oleh: Heri - Kamis 19 Januari 2017 | 12:00 WIB

Kampung Kelinci Ikon Wisata Desa Sindanglaya

Net/Ilustrasi

BERITACIANJUR.COM - Pemerintah Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas menyambut baik rencana Karang Taruna Nagasari yang akan menjadikan Kampung Bengkok sebagai kampung kelinci yang dapat menjadi ikon wisata desa itu.

 

Kepala Desa Sindanglaya, Yusuf Saefudin, meuturkan, pihaknya akan mendukung rencana karang taruna itu untuk menjadikan Kampung Bengkok sebagai kampung kelinci.

 

"Desa akan membantu sepenuhnya program kampung kelinci oleh karang taruna di Kampung Bengkok.Nantinya kampung kelinci itu bisa menjadi ikon wisata Desa Sindanglaya,” tutur Yusuf, kepada "BC", Rabu (18/1/2017) kemarin.

 

Yusuf mengungkapkan, jika dibandingkan dengan desa lain yang ada di Kecamatan Cipanas. Sindanglaya tidak memiliki potensi alam yang dapat dijadikan wisata andalan, sehingga kampung kelinci jika dimaksimalkan bisa menjadi ikon untuk menarik minat wisatawan berkunjung.

 

"Kalau sudah terbangun stigma disitu kampung kelinci, pasti orang tidak akan kemana-mana. Tinggal sejauhmana konsistensi masyarakat desa untuk terus beternak kelinci," ungkapnya.

 

Dirinya menilai, beternak kelinci tidak identik dengan rakyat kecil.  Melainkan menjadi sebuah potensi yang bagus untuk dikembangkan, bahkan nantinya bisa juga membudidayakan hewan ternak lain seperti domba atau bebek.

 

"Kami sebenarnya kota kecil, masih banyak yang perlu digarap namun perlu jelas dulu tata ruangnya," katanya.

 

Yusuf mengimbau kepada masyarakat Kampung Bengkok untuk tidak khawatir mengenai pemasarannya, karena nantinya akan banyak yang membeli.  "Terlebih jika pemasarannya memanfaatkan teknologi informasi secara online, seperti melalui media sosial," imbaunya.

Komentar