Rabu, 26 Juli 2017 - Pukul 11:44

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

inspirasi

Dirikan PAUD Berawal Dari Keprihatinan

Oleh: Heri - Kamis 19 Januari 2017 | 18:00 WIB

Dirikan PAUD Berawal Dari Keprihatinan

Rani Yuliani, Pendiri PAUD Edelweis

BERITACIANJUR.COM - Berawal dari keprihatinan banyaknya anak yang tidak bisa membaca, menulis dan menghitung (Calistung)  di sekitar tempat tinggalnya, menginspirasi Rani Yuliani untuk mendirikan lembaga PAUD Edelweis.

 

Meski diawal pendirian PAUD kesulitan untuk mengajak orangtua memasukkan anaknya untuk belajar, namun lambat laun mereka bisa mengerti hingga jumlah siswanya terus bertambah.

 

"Saya prihatin melihat anak-anak main gak jelas dan mereka tidak bisa membaca, menulis dan menghitung," ujarnya kepada "BC", Rabu (18/1/2017) kemarin.

 

Bahkan untuk membeli perlengkapan belajar anak-anak harus memakai uangnya sendiri. Dirinya ingin ketika mereka masuk sekolah dasar sudah bisa membaca, menulis dan menghitung.

 

"Selain mengasuh anak, saya juga memberikan pemahaman kepada orangtua agar tidak membandingkan anaknya dengan yang lain. Karena setiap anak itu unik dan punya bakat masing-masing," katanya.

 

Rani berharap,  kedepannya orangtua khususnya ibu hanya bertugas mengarahkan saja dan menstimulan anaknya. Sehingga antara anak dan ibu bisa terjalin hubungan yang baik agar tumbuh minat untuk tetap terus sekolah. (ree)

Komentar