Senin, 22 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

KUMKM Perlu Didorong Oleh Usaha Besar

Bisri Mustofa

Jumat, 20 Januari 2017 - 16:04 WIB

Net/Ilustrasi
Net/Ilustrasi
A A A

Agar Miliki Daya Saing Produk Akibat Daya Saing yang Masih Rendah

BERITACIANJUR.COM - Perlu adanya dorongan bagi daya saing produk usaha kecil dan menengah yang masih rendah. Dorongan tersebut tidak lain adalah agar bisa ber mitra dengan usaha besar. Selain peningkatan kualitas produk, pemerintah harus membantu menyiapkan kemitraan usaha dan mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha, Kementerian Koperasi dan UKM, Yuana Sutyowati, mengungkapkan, MEA merupakan prospek dan peluang bagi kerja sama ekonomi antarkawasan dalam skala yang lebih luas yang ditandai dengan terjadinya arus bebas (free flow) akan barang, jasa, investasi, tenaga kerja dan modal. Namun, pemberlakuan kawasan perdagangan bebas menjadi pasar tunggal, basis produksi, membuat kawasan lebih dinamis dan kompetitif.

"Kebijakan di bidang ekonomi telah dikeluarkan pemerintah Indonesia, untuk mengantisipasi dampak pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) karena dampak pemberlakuan MEA sangat dirasakan oleh pelaku usaha di Indonesia khususnya KUMKM," ucap Yuana sebagaimana dilansir pikiran-rakyat.com.

Menurut dia, KUMKM harus mampu bersaing dalam perdagangan bebas ini (MEA) dan memungkinkan mereka untuk mengembangkan potensi diri. Untuk itu, dituntut adanya keterlibatan secara intensif tenaga pendamping KUMKM yang bidang usahanya memanfaatkan sumber daya lokal dan berorientasi ekspor serta memiliki daya saing dan mampu berinteraksi di pasar global.

Untuk itu, Yuana menyatakan, pihaknya mendorong kualitas produk UMKM dan menekan biaya produksi. Dia pun akan membantu memperluas jaringan pemasaran dengan meningkatkan promosi dan mempermudah akses pembiayaan.

Dia menjelaskan, pendampingan akan dilaksanakan mulai Januari hingga Oktober 2017 dengan sasaran UKM sentra produk unggulan. Sebanyak 100 tenaga pendamping akan disebar di enam provinsi.

Dia menyebutkan, untuk Tasikmalaya Jawa Barat diturunkan sebanyak 15 tenaga pendamping, Yogyakarta (20 orang), Bali (19 orang), Kalimantan Barat (14 orang), Sulawesi Selatan (20 orang), dan Batam (12 orang). Dengan pendampingan tersebut, diharapkan KUMKM dapat memecahkan permasalahan bisnis yang dihadapi, terutama dalam menghadapi dampak kebijakan MEA.

"Tenaga pendamping yang ditunjuk juga para pelaku usaha yang berhasil," tuturnya.

Selain itu, peran Program Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM diperkuat dengan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Hal itu dilakukan dalam rangka percepatan daya saing, produktivitas, dan nilai tambah bagi KUMKM.

Dia menerangkan, PLUT KUMKM dibentuk dalam upaya mengatasi kendala KUMKM, yaitu masalah kelembagaan, produksi, pembiayaan, pemasaran, sumber daya manusia, kerja sama, dan teknologi informasi. Kerja sama pendampingan yang telah dirintis, di antaranya dengan BRI dalam pembiayaan, Kadin Indonesia dalam pemasaran online, Telkom dalam hal digitalisasi KUMKM.

"Bentuk kerja sama pendampingan dengan instansi terkait lainnya akan terus digali untuk tahun 2017," tuturnya.

Sepanjang 2016, kata Yuana, 15 PLUT sudah difasilitasi dari target 20 PLUT dan 1.214 UKM dari target 3.000 UKM. Kemudian, sebanyak 757 KUMKM sudah dibantu pemasaran dalam hal pemasaran online dengan jumlah produk 2.012 item yang telah lolos kurasi. (bbs/bis)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 3 jam yang lalu

Tega, Ini Jeritan Hati Pegawai RSUD

PENGAKUAN mengejutkan datang dari sejumlah pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur. Sudah dua bulan, insentif para pegawai di rumah sakit plat merah tersebut belum dibayarkan.

Cianjur Euy 13 jam yang lalu

Sampah Berserakan di Area Asamul Husna

PEDAGANG yang biasa mangkal di sekitar area Taman Asmaul Husna, Kampung Panaruban, Desa/Kecamatan Haurwangi belum sepenuhnya sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan.

Cianjur Euy 13 jam yang lalu

Akhirnya Keluarga Otim Punya Rumah Baru

RAUT wajah Otim (47) tampak berseri seri dipenuhi kebahagian. Bagaimana tidak bahagia, Minggu (21/1) dirinya bisa bertemu langsung dengan Dedi Mulyadi, Calon Wakil Gubernur Jabar.

Cianjur Euy 13 jam yang lalu

Kepengurusan Kampung KUBA Dibentuk

PROGRAM Kampung Utama Berakhlakul Karimah (KUBA) mulai dibumikan di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur. Mensukseskan program yang digagas Bupati Cianjur itu, kepengurusan Kampung KUBA mulai dibentuk di…

Cianjur Euy 13 jam yang lalu

Kecewa Kebijakan Pemkab, Warga Segel Eks SD Bujensa

SEBUAH spanduk penolakan terbentang di pagar tembok eks SDN Ibu Jenab 1 (Bujensa, red). Spanduk penolakan itu ditempel oleh warga yang menilai Pemkab Cianjur tidak menjalankan komitmen yang dibuat terkait…

Cianjur Euy 13 jam yang lalu

Stok Surplus, Pemkab Cianjur Tolak Impor Beras

CAPAIAN produksi padi di Kabupaten Cianjur tahun 2017 mencapai 105 persen. Capaian itu lebih tinggi dari tahun sebelumnya, yang hanya mencapai 100,88 persen.

Cianjur Euy 13 jam yang lalu

Mayat Pria Tanpa Identias Ditemukan Mengambang

MAYAT pria tanpa identitas ditemukan mengambang di genangan air Blok Sungai Citarum, Kampung Cinangsi RT 02/10, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Minggu (21/1/2018) sekitar pukul 13.00 WIB.

Aktualita 19/01/2018 13:13 WIB

Pemkab Cianjur Tolak Kebijakan Impor Beras

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menolak kebijakan impor beras yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Hal itu diungkapkan, Wakil Cianjur, Herman Suherman, saat menghadiri acara panen raya padi di…

Aktualita 19/01/2018 08:00 WIB

Terbongkar, RSUD Masih Berkilah

PENYEBAB amburadulnya pengelolaan limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, sudah terbongkar. Namun pejabat rumah sakit plat merah tersebut masih…

Aktualita 19/01/2018 07:55 WIB

Komisi III Sidak, Pejabat RSUD Tak Ada di Tempat

KOMISI III DPRD Cianjur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Sayang Cianjur, Kamis (18/1/2018) siang.