Selasa, 19 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

KUMKM Perlu Didorong Oleh Usaha Besar

Bisri Mustofa

Jumat, 20 Januari 2017 - 16:04 WIB

Net/Ilustrasi
Net/Ilustrasi
A A A

Agar Miliki Daya Saing Produk Akibat Daya Saing yang Masih Rendah

BERITACIANJUR.COM - Perlu adanya dorongan bagi daya saing produk usaha kecil dan menengah yang masih rendah. Dorongan tersebut tidak lain adalah agar bisa ber mitra dengan usaha besar. Selain peningkatan kualitas produk, pemerintah harus membantu menyiapkan kemitraan usaha dan mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha, Kementerian Koperasi dan UKM, Yuana Sutyowati, mengungkapkan, MEA merupakan prospek dan peluang bagi kerja sama ekonomi antarkawasan dalam skala yang lebih luas yang ditandai dengan terjadinya arus bebas (free flow) akan barang, jasa, investasi, tenaga kerja dan modal. Namun, pemberlakuan kawasan perdagangan bebas menjadi pasar tunggal, basis produksi, membuat kawasan lebih dinamis dan kompetitif.

"Kebijakan di bidang ekonomi telah dikeluarkan pemerintah Indonesia, untuk mengantisipasi dampak pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) karena dampak pemberlakuan MEA sangat dirasakan oleh pelaku usaha di Indonesia khususnya KUMKM," ucap Yuana sebagaimana dilansir pikiran-rakyat.com.

Menurut dia, KUMKM harus mampu bersaing dalam perdagangan bebas ini (MEA) dan memungkinkan mereka untuk mengembangkan potensi diri. Untuk itu, dituntut adanya keterlibatan secara intensif tenaga pendamping KUMKM yang bidang usahanya memanfaatkan sumber daya lokal dan berorientasi ekspor serta memiliki daya saing dan mampu berinteraksi di pasar global.

Untuk itu, Yuana menyatakan, pihaknya mendorong kualitas produk UMKM dan menekan biaya produksi. Dia pun akan membantu memperluas jaringan pemasaran dengan meningkatkan promosi dan mempermudah akses pembiayaan.

Dia menjelaskan, pendampingan akan dilaksanakan mulai Januari hingga Oktober 2017 dengan sasaran UKM sentra produk unggulan. Sebanyak 100 tenaga pendamping akan disebar di enam provinsi.

Dia menyebutkan, untuk Tasikmalaya Jawa Barat diturunkan sebanyak 15 tenaga pendamping, Yogyakarta (20 orang), Bali (19 orang), Kalimantan Barat (14 orang), Sulawesi Selatan (20 orang), dan Batam (12 orang). Dengan pendampingan tersebut, diharapkan KUMKM dapat memecahkan permasalahan bisnis yang dihadapi, terutama dalam menghadapi dampak kebijakan MEA.

"Tenaga pendamping yang ditunjuk juga para pelaku usaha yang berhasil," tuturnya.

Selain itu, peran Program Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM diperkuat dengan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Hal itu dilakukan dalam rangka percepatan daya saing, produktivitas, dan nilai tambah bagi KUMKM.

Dia menerangkan, PLUT KUMKM dibentuk dalam upaya mengatasi kendala KUMKM, yaitu masalah kelembagaan, produksi, pembiayaan, pemasaran, sumber daya manusia, kerja sama, dan teknologi informasi. Kerja sama pendampingan yang telah dirintis, di antaranya dengan BRI dalam pembiayaan, Kadin Indonesia dalam pemasaran online, Telkom dalam hal digitalisasi KUMKM.

"Bentuk kerja sama pendampingan dengan instansi terkait lainnya akan terus digali untuk tahun 2017," tuturnya.

Sepanjang 2016, kata Yuana, 15 PLUT sudah difasilitasi dari target 20 PLUT dan 1.214 UKM dari target 3.000 UKM. Kemudian, sebanyak 757 KUMKM sudah dibantu pemasaran dalam hal pemasaran online dengan jumlah produk 2.012 item yang telah lolos kurasi. (bbs/bis)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Aktualita 08/06/2018 07:00 WIB

Usut Tuntas Pengelolaan PPJ

MENGUATNYA dugaan penyimpangan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) di Cianjur, membuat sejumlah aktivis untuk segera melaporkannya ke pihak kepolisian. Benarkah?

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.

Aktualita 07/06/2018 08:00 WIB

Dugaan Penyelewengan Pengelolaan PPJU Makin Menguat

DUGAAN adanya kejanggalan atau penyelewengan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) di Cianjur, semakin menguat. Benarkah?