Kamis, 20 September 2018 | Cianjur, Indonesia

KUMKM Perlu Didorong Oleh Usaha Besar

Bisri Mustofa

Jumat, 20 Januari 2017 - 16:04 WIB

Net/Ilustrasi
Net/Ilustrasi
A A A

Agar Miliki Daya Saing Produk Akibat Daya Saing yang Masih Rendah

BERITACIANJUR.COM - Perlu adanya dorongan bagi daya saing produk usaha kecil dan menengah yang masih rendah. Dorongan tersebut tidak lain adalah agar bisa ber mitra dengan usaha besar. Selain peningkatan kualitas produk, pemerintah harus membantu menyiapkan kemitraan usaha dan mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha, Kementerian Koperasi dan UKM, Yuana Sutyowati, mengungkapkan, MEA merupakan prospek dan peluang bagi kerja sama ekonomi antarkawasan dalam skala yang lebih luas yang ditandai dengan terjadinya arus bebas (free flow) akan barang, jasa, investasi, tenaga kerja dan modal. Namun, pemberlakuan kawasan perdagangan bebas menjadi pasar tunggal, basis produksi, membuat kawasan lebih dinamis dan kompetitif.

"Kebijakan di bidang ekonomi telah dikeluarkan pemerintah Indonesia, untuk mengantisipasi dampak pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) karena dampak pemberlakuan MEA sangat dirasakan oleh pelaku usaha di Indonesia khususnya KUMKM," ucap Yuana sebagaimana dilansir pikiran-rakyat.com.

Menurut dia, KUMKM harus mampu bersaing dalam perdagangan bebas ini (MEA) dan memungkinkan mereka untuk mengembangkan potensi diri. Untuk itu, dituntut adanya keterlibatan secara intensif tenaga pendamping KUMKM yang bidang usahanya memanfaatkan sumber daya lokal dan berorientasi ekspor serta memiliki daya saing dan mampu berinteraksi di pasar global.

Untuk itu, Yuana menyatakan, pihaknya mendorong kualitas produk UMKM dan menekan biaya produksi. Dia pun akan membantu memperluas jaringan pemasaran dengan meningkatkan promosi dan mempermudah akses pembiayaan.

Dia menjelaskan, pendampingan akan dilaksanakan mulai Januari hingga Oktober 2017 dengan sasaran UKM sentra produk unggulan. Sebanyak 100 tenaga pendamping akan disebar di enam provinsi.

Dia menyebutkan, untuk Tasikmalaya Jawa Barat diturunkan sebanyak 15 tenaga pendamping, Yogyakarta (20 orang), Bali (19 orang), Kalimantan Barat (14 orang), Sulawesi Selatan (20 orang), dan Batam (12 orang). Dengan pendampingan tersebut, diharapkan KUMKM dapat memecahkan permasalahan bisnis yang dihadapi, terutama dalam menghadapi dampak kebijakan MEA.

"Tenaga pendamping yang ditunjuk juga para pelaku usaha yang berhasil," tuturnya.

Selain itu, peran Program Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM diperkuat dengan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Hal itu dilakukan dalam rangka percepatan daya saing, produktivitas, dan nilai tambah bagi KUMKM.

Dia menerangkan, PLUT KUMKM dibentuk dalam upaya mengatasi kendala KUMKM, yaitu masalah kelembagaan, produksi, pembiayaan, pemasaran, sumber daya manusia, kerja sama, dan teknologi informasi. Kerja sama pendampingan yang telah dirintis, di antaranya dengan BRI dalam pembiayaan, Kadin Indonesia dalam pemasaran online, Telkom dalam hal digitalisasi KUMKM.

"Bentuk kerja sama pendampingan dengan instansi terkait lainnya akan terus digali untuk tahun 2017," tuturnya.

Sepanjang 2016, kata Yuana, 15 PLUT sudah difasilitasi dari target 20 PLUT dan 1.214 UKM dari target 3.000 UKM. Kemudian, sebanyak 757 KUMKM sudah dibantu pemasaran dalam hal pemasaran online dengan jumlah produk 2.012 item yang telah lolos kurasi. (bbs/bis)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 14/08/2018 08:00 WIB

Kepala DPPPH dan Barjas Saling Tuding

SALING tuding antara Kepala DPPPH Cianjur, Ahmad Nano dan pejabat Bagian Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah Kabupaten Cianjur terkait dugaan kasus korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), langsung…

Aktualita 13/08/2018 08:00 WIB

Korupsi dan Pungli Terpantau Ramai Lancar

KORUPSI dan pungutan liar (pungli) di Cianjur terpantau ramai lancar. Itulah kalimat yang didapat Tim Nawacita -9 agenda prioritas pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, saat mengunjungi sejumlah wilayah…

Cianjur Euy 12/08/2018 22:31 WIB

Polres Cianjur Siap Amankan Kirab Obor Asian GamesXVIII

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur, Jawa Barat akan bekerja maksimal (all out) dalam pelaksanaan pengamanan perjalanan kirab obor api Asian GamesXVIII yang akan melintas dan diinapkan di Pendopo Kabupaten…

Aktualita 08/08/2018 23:28 WIB

Presidium Rakyat: Pimpinan DPRD Tak Bermoral

RATUSAN massa Presidium Rakyat Sugih Mukti kecewa usai menggelar aksi damai di Gedung DPRD Cianjur, Rabu (8/8/2018).

Cianjur Euy 08/08/2018 08:00 WIB

Petani Penggarap di Cianjur Tagih Janji Presiden

Tim Nawacita Presiden, Ruri Jumar Saef mewakili Ketua Tim Joko Daryanto, yang juga adik Jokowi blusukan ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (7/8/2018).

Aktualita 07/08/2018 08:00 WIB

Presidium Rakyat Melawan!

BUPATI Cianjur harus diingatkan kembali bahwa gerakan moral Presidium Rakyat tidak akan pernah berhenti, selama aparat penegak hukum tidak menindak tegas penguasa yang dianggap banyak melakukan pelanggaran…

Cianjur Euy 06/08/2018 21:11 WIB

Dua Rumah Ludes Terbakar

Dua unit rumah di Gang Mujahidin, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ludes terbakar, Senin (6/8/2018) pagi.

Aktualita 06/08/2018 07:00 WIB

Masalah Lagi, Korupsi Lagi

BELUM kelar dengan sederet dugaan penyimpangan atau kasus korupsi, kini kabar tak sedap kembali menerpa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur. Ada apa?

Cianjur Euy 06/08/2018 06:55 WIB

Rekanan Proyek Irigasi Untung Banyak

Pelaksanaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi DI Cihea kembali mendapat sorotan tajam pemerhati pembangunan.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:57 WIB

Untuk Memberikan Pemahaman Tentang Islam Kaafah

KABUPATEN Cianjur akan menjadi tuan rumah Jambore Nasional para dai Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI). Sediannya jambore tersebut akan dilaksanakan bertepatan dengan ulang tahun Parmusi 26 September…