Rabu, 26 Juli 2017 - Pukul 11:48

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

inspirasi

Kandidat Jangan Cuma Menjual Mimpi

Oleh: Yusep Somantri - Rabu 02 September 2015 | 12:10 WIB

Kandidat Jangan Cuma Menjual Mimpi

VISI-MISI yang diusung para kandidat Bupati dan Wakil Bupati peserta Pilkada 2015, akan menjadi tolok ukur masyarakat untuk menentukan pilihannya. Sebijaknya visi misi yang didengungkan bukan cuma sebatas menjual mimpi. Para kandidat pun harus dibebani target rill dan mudah dicerna. Alhasil, kandidat yang terpilih nanti dapat dengan mudah dituntut pertanggungjawabannya oleh masyarakat.

 

Pemberian beban target pendapatan pada pasangan calon memang menjadi hal baru. Namun patut dicoba, apalagi tujuannya sangat positif serta secara tidak langsung mendorong kandidat untuk memikirkan bagaimana cara menggali potensi-potensi PAD yang baru.

 

Artinya, para calon tidak hanya memikirkan bagaimana menghabiskan anggaran yang ada, namun perlu didukung dengan target mencari sumber pendapatan baru, yang bisa dijadikan modal dasar untuk mendanai program program atau janji politik yang mereka tawarkan kepada masyarakat.

 

Jujur saja selama ini masyarakat hanya disuguhi program-program yang tak jauh bedanya seperti menjual mimpi. Ibaratnya seperti sistem jual beli saja, jadi kalau mereka dipilih maka masyarakat akan diberi apa yang dijanjikan tersebut.

 

Yang jelas visi misi yang dibuat para calon saat ini, cenderung sulit dicerna sebagian masyarakat. Bahkan terkesan terlalu berbelit. Sementara masyarakat saat ini kebanyakan selalu ingin yang praktis, mudah dan cepat dipahami.

 

Kalau melihat ukuran 100 hari kerja, biasanya itu kan cukup banyak program yang harus menjadi ukuran penilaiannya. Nah kalau dengan pembebanan target PAD seperti ini, tentunya akan cukup mudah untuk dituntut oleh masyarakat. Jadi posisi tawar masayarakat juga secara langsung akan menjadi tinggi dan tidak disepelekan.

 

Yusep Somantri, Direktur Institute Social Economic and Development (Inside)

Komentar