Sabtu, 20 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Meski Tidak Dilegalisasi oleh Pertamina, Bisnis Pertamini Meningkat Tajam

Cr8

Selasa, 31 Januari 2017 - 18:30 WIB

BC/CR8
BC/CR8
A A A

BERITACIANJUR.COM - Meski tidak dilegalisasi oleh Pertamina, bisnis tempat penjualan bahan bakar minyak (BBM) eceran kian menjamur saja. Tempat penjualan atau yang lebih dikenal dengan istilah "Pertamini" ini lambat laun menggeser penjualan BBM eceran yang menggunakan jerigen. Keberadaan sangat mudah ditemukan disepanjang pinggir jalan baik perkotaan maupun perdesaan.

Salah seorang pedagang BBM Pertamini, Willy (46) mengatakan, pada awal mulai menekuni bisnis penjualan BBM sekitar lima tahun silam, ia harus merogoh saku agak dalam demi mendapatkan tempat BBM Pertamini. Ia mengaku membelinya seharga Rp 9 jutaan dengan sistem manual. Saat ini tempat BBM Pertamini tersebut hanya kisaran Rp 5 jutaan.

 
“Saya sudah lima tahun belakangan ini menjadi penjual BBM eceran dengan menggunakan tempat Pertamini. Waktu itu pada awalnya saya beli sampai Rp 9 jutaan, kalau sekarang  ya paling sekitar Rp 5 jutaan,” kata Willy saat ditemui "BC", Senin (30/1/2017).

 
Menurut Willy, keuntungan yang diperoleh dari hasil berjualan BBM Pertamini cukup untuk menutupi kebutuhan hidup dirinya dan keluarganya. Ia berdagang hanya sampai pukul 10.00 WIB, karena berdasarkan pengalamannya jarang yang beli kalau sudah larut malam, sehingga lebih memilih untuk istirahat.

 
“Pernah saya coba buka sampai dini hari, tapi sedikit sekali yang beli, jadi saya pilih tutup. Belum lagi masalah keamanan, ngeri kalau mendengar kabar begal atau rampok, mendingan dibuat untuk istirahat saja,” ujarnya.

 
Secara terpisah, Ridwan (28), pengusaha yang memproduksi Pertamini mengakui kalau pesanan tempat BBM Pertamini dirasakan mengalami peningkatan. Hal itu tidak terlepas bahwa manaat produk Pertamini hasil karyanya lebih efektif digunakan untuk berjualan BBM eceran.

 
"Setiap bulannya rata-rata mengeluarkan sampai 10 Pertamini, baik yang satu tabung atau 2 tabung. Kebanyakan pembeli berasa; dari Cianjur, Sukabumi dan Bogor. Bahkan ada yang dari NTT dan NTB," jelas Ridwan.

 
Untuk pesanan Pertamini yang saat ini banyak digemari pembeli kata Ridwan, Pertamini yang digital, baik itu yang satu tabung maupun yang dua tabung. Kelebihannya kalau digital tidak perlu memompa seperti yang manual, apalagi harus memperkirakan ukurannya. Sistem digitak tinggal pakai, sudah ada ukurannya.

 
“Bahan baku yang digunakan disesuaikan standar untuk meningkatkan keamanan. Kita ingin benar-benar aman, tidak perlu khawatir meledak atau lainnya,” terangnya.

 
Harga pertamini digital buatannya, untuk yang 1 tabung dijual dengan harga Rp 12,5 juta dan untuk 2 tabung dihargai Rp 18 juta. Harga tersebut belum termasuk ongkos kirim bagi yang di luar kota Cianjur, sedangkan untuk yang manual hanya tersedia yang 1 tabung dengan harga Rp 5,5 juta.

 
“Tidak hanya memproduksi dan menjual, kami juga menerima perbaikan baik yang manual maupun digital," ungkapnya. 

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 15 jam yang lalu

Pemkab Cianjur Tolak Kebijakan Impor Beras

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menolak kebijakan impor beras yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Hal itu diungkapkan, Wakil Cianjur, Herman Suherman, saat menghadiri acara panen raya padi di…

Aktualita 20 jam yang lalu

Terbongkar, RSUD Masih Berkilah

PENYEBAB amburadulnya pengelolaan limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, sudah terbongkar. Namun pejabat rumah sakit plat merah tersebut masih…

Aktualita 20 jam yang lalu

Komisi III Sidak, Pejabat RSUD Tak Ada di Tempat

KOMISI III DPRD Cianjur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Sayang Cianjur, Kamis (18/1/2018) siang.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:54 WIB

Aksi Maling Zaman Now

AKHIR-akhir ini kawanan maling spesial kantor desa tengah giat melancarkan aksinya ke sejumlah desa di wilayah Timur Kabupaten Cianjur.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:53 WIB

Pencetakan e KTP Dipusatkan di Kecamatan Ciranjang

PEMERINTAH Kabupaten Cianjur menunjuk Kecamatan Ciranjang sebagai tempat pusat layanan pembuatan e-KTP dan Kartu Keluarga (KK) bagi masyarakat yang ada di 5 Kecamatan. Antaralain, Kecamatan Ciranjang,…

Cianjur Euy 18/01/2018 21:52 WIB

Harga Daging Ayam di Cianjur Masih Capai Rp 36 Ribu Per Kg

MESKI harga daging ayam potong di Cianjur disepakati Rp 33 ribu per kilogram (Kg). Namun, dipasaran harga daging unggas itu masih terbilang mahal, mencapai Rp 36 ribu per kg.

Cianjur Euy 18/01/2018 21:51 WIB

Polres Sidak Sekolah, Sejumlah Siswa Terbukti Simpan Video Porno

PASCA terungkapnya pesta seks sesama jenis, yang satu diantara pelakunya masih berstatus pelajar. Polres Cianjur gencarkan sosialisasi dan antisipasi dengan menyambangi sejumlah SMA/SMK di Kabupaten Cianjur,…

Cianjur Euy 18/01/2018 21:50 WIB

Bulan Ini, Pasien Difteri Capai 15 Orang

PASIEN Difteri yang ditangani Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang, Cianjur jumlahnya terus bertambah. Sejak awal 2018, jumlah pasien penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi di selaput lendir hidung…

Aktualita 18/01/2018 08:10 WIB

BPLHD dan Penyidik Polda Jabar Datangi RSUD, Ada Apa?

SEGUDANG masalah terjadi di RSUD Sayang Cianjur. Tak hanya soal limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang dibiarkan menumpuk di ruangan terbuka, namun juga terdapat dua masalah besar lainnya yang hingga…

Aktualita 18/01/2018 08:05 WIB

Ini Pembohongan Publik, Wajib Diusut Tuntas

TERUNGKAPNYA kebohongan pernyataan pihak RSUD melalui Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, yang menyebutkan permasalahan menumpuknya limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) itu gara-gara kesalahan…