Minggu, 24 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Meski Tidak Dilegalisasi oleh Pertamina, Bisnis Pertamini Meningkat Tajam

Cr8

Selasa, 31 Januari 2017 - 18:30 WIB

BC/CR8
BC/CR8
A A A

BERITACIANJUR.COM - Meski tidak dilegalisasi oleh Pertamina, bisnis tempat penjualan bahan bakar minyak (BBM) eceran kian menjamur saja. Tempat penjualan atau yang lebih dikenal dengan istilah "Pertamini" ini lambat laun menggeser penjualan BBM eceran yang menggunakan jerigen. Keberadaan sangat mudah ditemukan disepanjang pinggir jalan baik perkotaan maupun perdesaan.

Salah seorang pedagang BBM Pertamini, Willy (46) mengatakan, pada awal mulai menekuni bisnis penjualan BBM sekitar lima tahun silam, ia harus merogoh saku agak dalam demi mendapatkan tempat BBM Pertamini. Ia mengaku membelinya seharga Rp 9 jutaan dengan sistem manual. Saat ini tempat BBM Pertamini tersebut hanya kisaran Rp 5 jutaan.

 
“Saya sudah lima tahun belakangan ini menjadi penjual BBM eceran dengan menggunakan tempat Pertamini. Waktu itu pada awalnya saya beli sampai Rp 9 jutaan, kalau sekarang  ya paling sekitar Rp 5 jutaan,” kata Willy saat ditemui "BC", Senin (30/1/2017).

 
Menurut Willy, keuntungan yang diperoleh dari hasil berjualan BBM Pertamini cukup untuk menutupi kebutuhan hidup dirinya dan keluarganya. Ia berdagang hanya sampai pukul 10.00 WIB, karena berdasarkan pengalamannya jarang yang beli kalau sudah larut malam, sehingga lebih memilih untuk istirahat.

 
“Pernah saya coba buka sampai dini hari, tapi sedikit sekali yang beli, jadi saya pilih tutup. Belum lagi masalah keamanan, ngeri kalau mendengar kabar begal atau rampok, mendingan dibuat untuk istirahat saja,” ujarnya.

 
Secara terpisah, Ridwan (28), pengusaha yang memproduksi Pertamini mengakui kalau pesanan tempat BBM Pertamini dirasakan mengalami peningkatan. Hal itu tidak terlepas bahwa manaat produk Pertamini hasil karyanya lebih efektif digunakan untuk berjualan BBM eceran.

 
"Setiap bulannya rata-rata mengeluarkan sampai 10 Pertamini, baik yang satu tabung atau 2 tabung. Kebanyakan pembeli berasa; dari Cianjur, Sukabumi dan Bogor. Bahkan ada yang dari NTT dan NTB," jelas Ridwan.

 
Untuk pesanan Pertamini yang saat ini banyak digemari pembeli kata Ridwan, Pertamini yang digital, baik itu yang satu tabung maupun yang dua tabung. Kelebihannya kalau digital tidak perlu memompa seperti yang manual, apalagi harus memperkirakan ukurannya. Sistem digitak tinggal pakai, sudah ada ukurannya.

 
“Bahan baku yang digunakan disesuaikan standar untuk meningkatkan keamanan. Kita ingin benar-benar aman, tidak perlu khawatir meledak atau lainnya,” terangnya.

 
Harga pertamini digital buatannya, untuk yang 1 tabung dijual dengan harga Rp 12,5 juta dan untuk 2 tabung dihargai Rp 18 juta. Harga tersebut belum termasuk ongkos kirim bagi yang di luar kota Cianjur, sedangkan untuk yang manual hanya tersedia yang 1 tabung dengan harga Rp 5,5 juta.

 
“Tidak hanya memproduksi dan menjual, kami juga menerima perbaikan baik yang manual maupun digital," ungkapnya. 

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Aktualita 08/06/2018 07:00 WIB

Usut Tuntas Pengelolaan PPJ

MENGUATNYA dugaan penyimpangan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) di Cianjur, membuat sejumlah aktivis untuk segera melaporkannya ke pihak kepolisian. Benarkah?

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.

Aktualita 07/06/2018 08:00 WIB

Dugaan Penyelewengan Pengelolaan PPJU Makin Menguat

DUGAAN adanya kejanggalan atau penyelewengan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) di Cianjur, semakin menguat. Benarkah?