Minggu, 25 Juni 2017 - Pukul 06:58

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

ekonomi bisnis

Sempat Menguat, Rupiah Kembali Terperosok

Oleh: Maharaya Akbar - Rabu 02 September 2015 | 17:47 WIB

Sempat Menguat, Rupiah Kembali Terperosok

ilustrasi/net

BERITACIANJUR.COM, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika kembali merosot. Saat ini sudah masuk level Rp 14.156 per USD (US Dollar). Sejumlah data menguatkan informasi terperosoknya mata uang Indonesia itu, diantaranya Limas, Bloomberg, Yahoo Finance dan berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI.

 

Berdasarkan data Bloomberg nilai tukar rupiah berapa pada level Rp 14.137/USD. Posisi tersebut terdepresiasi 39 poin dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp14.098/USD. Sementara Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI menyebut posisi rupiah pada level Rp14.127/USD, melemah 46 poin dari posisi sebelumnya di level Rp14.081/USD.

 

Sedangkan data yang ada di Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp 14.094/USD, dengan kisaran harian Rp 14.009 – Rp 14.186/USD. Posisi ini menguat 11 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp 14.105/USD.

 

Anjloknya rupiah ini sejurus pulih USD hari ini karena melonjaknya antisipasi risiko karena kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi China dan global mendorong investor mengurangi taruhan yang tidak menguntungkan pada yen dan euro. (bbs)

 

Komentar