Selasa, 23 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Kemenkop UKM RI Targetkan 1.000 Akta Koperasi Baru di 2017

Bisri Mustofa

Senin, 06 Februari 2017 - 12:30 WIB

Petugas Penyuluh Koperasi Lapangan (PPKL) Tin Tin Rustiani (kedua dari kiri-red) tengah memberikan penyuluhan pada rapat pra koperasi yang dilaksanakan sebelum pendirian koperasi. (Foto : Istimewa).
Petugas Penyuluh Koperasi Lapangan (PPKL) Tin Tin Rustiani (kedua dari kiri-red) tengah memberikan penyuluhan pada rapat pra koperasi yang dilaksanakan sebelum pendirian koperasi. (Foto : Istimewa).
A A A

Pemda Diminta Selektif Keluarkan Rekomendasi

BERITACIANJUR.COM - Pemerintah Daerah diharapkan lebih selektif dalam memberikan rekomendasi supaya koperasi yang berkualitas yang akan disahkan oleh Kementerian Koperasi Usaha Kecil Menangah (Kemenkop UKM RI). Hal itu menyusul adanya target dari Kemenkop UKM RI pada tahun 2017 yang ingin 1.000 akta pendirian koperasi diterbitkan bagi pengusaha mikro di tanah air.

"Target 2017, kami bantu para UMK 1.000 buah ini yang harus kita lakukan," ujar Deputi Bidang Kelembagaan, Kemenkop UKM RI, Meliadi Sembiring sebagaimana dilansir pikiran-rakyat.com. 

Meliadi mengaku, akan melakukan sejumlah langkah untuk mempercepat proses realisasi. Dalam waktu dekat, dia akan menggelar rapat koordinasi dengan instansi terkait yang memiliki kelompok masyarakat binaan di bidang usaha produktif, di antaranya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Lingkungan Hidup.

"Dilakukan juga koordinasi dengan Dinas Koperasi dan UKM daerah. Kita harapkan bisa berjalan baik," kata Meliadi. 

Dia menjelaskan, program fasilitasi pembuatan akta pendirian koperasi bagi pengusaha mikro telah dilaksanakan pada 2015. Hal itu berdasarkan nota kesepahaman bersama antara Menkop UKM dan Ketua Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia pada 21 November 2014. 

Tahun 2017, kata Meliadi, telah disahkan akta pendirian koperasi baru sebanyak 308 koperasi, sedangkan yang sedang dalam proses sebanyak 73 koperasi. Untuk biaya pembuatan per akta sebesar Rp 2,5 juta yang merupakan dana subsidi dari pemerintah untuk dibayar kepada notaris.

"Khusus untuk bantuan pemerintah mekanismenya kami kasih ke koperasi dan koperasi bayar ke notaris," ujar Asisten Deputi Organisasi dan Badan Hukum Koperasi, Niniek Agustini.

Dia menerangkan, tujuan program fasilitasi pembuatan akta pendirian koperasi untuk mendorong pemberdayaan masyarakat, khususnya pengusaha mikro dalam rangka pendirian koperasi dan memberikan bantuan bagi pengusaha mikro dalam pembuatan akta pendirian koperasi oleh notaris pembuat akta koperasi.

"Selain itu, untuk membantu para pelaku usaha mikro agar mempunyai kepastian hukum dalam bentuk badan hukum koperasi," kata Niniek. Dengan online ini, Niniek mengaku, dilemanya tidak bisa menolak pihak-pihak yang hendak mendirikan koperasi. Secara prosedural, pihaknya baru akan mengesahkan ketika semua persyaratan terpenuhi. 

Untuk menjaga kualitas sekaligus pengawasan koperasi yang akan disahkan, pihaknya melibatkan dinas terkait di daerah masing-masing. Menurut dia, dinas berwenang memberikan surat pengantar setelah dinilai layak untuk mendapat pengesahan dari Kemenkop.

Kemenkop dan UKM pada 2016 juga telah meluncurkan layanan online Sistem Administrasi Badan Hukum Koperasi (Sisminbhkop). Dengan sistem ini, ungkap Niniek, layanan terhadap masyarakat dapat ditingkatkan karena dibuat cukup sederhana. "Hingga akhir Januari 2017 atau kurang dari 9 bulan setelah peluncuran telah dikeluarkan surat keputusan pengesahan akta pendirian 1.992 koperasi, dengan rata-rata waktu pemrosesan kurang lebih dua hari," ujarnya. (bis)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 2 jam yang lalu

Polres Waspadai Wilayah Pesisir Pantai Selatan Cianjur

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur mewaspadai wilayah pesisir pantai selatan dijadikan akses masuknya narkoba dari jalur laut ke wilayah hukum Cianjur. Peningkatan kewaspadaan itu, dilakukan karena wilayah…

Cianjur Euy 2 jam yang lalu

Personel Polres Latihan Peningkatan Kemampuan

SERATUSAN personel pengendali massa (Dalmas) Sat Sabhara Polres Cianjur melakukan latihan peningkatan kemampuan dalam rangka menghadapi pelaksanaan Pilkada yang akan digelar serentak bulan Juni mendatang.

Cianjur Euy 2 jam yang lalu

Antisipasi Penyebaran Difteri, Dinkes Lakukan Vaksinasi

DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur melakukan imunisasi dan pemberian vaksin kepada masyarakat di sejumlah wilayah rawan kasus difteri.Namun, keterbatasan vaksin membuat petugas hanya melakukan…

Aktualita 15 jam yang lalu

Desak Audit RSUD, Komisi IV Sebut Pemkab Cianjur Jangan Tinggal Diam

BPJS Kesehatan menunggak hingga Rp45 miliar. Itulah pengakuan dari pejabat RSUD Sayang Cianjur yang disampaikan terhadap Komisi IV DPRD Cianjur.

Aktualita 15 jam yang lalu

Aset RSUD Diduga Raib

EMPAT masalah sudah terungkap dan membuat geram banyak pihak. Kini, persoalan baru di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur kembali terbongkar. Ada apa lagi?

Cianjur Euy 22/01/2018 21:29 WIB

Cuaca Buruk, Masyarakat Agar Waspada

MASYARAKAT Kabupaten Cianjur diimbau untuk mewaspadai bencana akibat cuaca buruk yang dalam beberapa pekan terakhir melanda Tatar Santri.

Cianjur Euy 22/01/2018 21:25 WIB

Disdukcapil Siap Launching Lima Cabang Layanan

DINAS Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur membuka cabang layanan administrasi kependudukan di lima kecamatan. Tak hanya proses perekaman, pencetakan KTP el pun dapat dilaksanakan…

Cianjur Euy 22/01/2018 20:57 WIB

Tolak Alihfungsi dan Pembongkaran Bujensa

AKSI penolakan terkait alihfungsi dan pembongkaran eks Gedung SDN Ibu Jenab 1 (Bujensa, red) terus disuarakan berbagai kalangan. Bahkan, aktivis di Cianjur akan menggugat Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Aktualita 22/01/2018 08:00 WIB

Tega, Ini Jeritan Hati Pegawai RSUD

PENGAKUAN mengejutkan datang dari sejumlah pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur. Sudah dua bulan, insentif para pegawai di rumah sakit plat merah tersebut belum dibayarkan.

Cianjur Euy 21/01/2018 22:37 WIB

Sampah Berserakan di Area Asamul Husna

PEDAGANG yang biasa mangkal di sekitar area Taman Asmaul Husna, Kampung Panaruban, Desa/Kecamatan Haurwangi belum sepenuhnya sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan.