Kamis, 21 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Demi Ketemu Komjen Buwas, Pria Ini Jalan Kaki Sejauh 549,5 Km

Kliksaja.co

Jumat, 10 Februari 2017 - 19:30 WIB

A A A

BERITACIANJUR.COM - Namanya Agus Suwarno. Usia 69 tahun. Asal Jepara, Jawa Tengah. Dua pekan dia berjalan kaki. Tujuannya, bertemu Buwas.

Ya, Agus sudah menempuh jarak 549,5 kilometer. Dua pekan dia berjalan kaki dari dari desanya, di Dukuh Randu Sari, Jepara menuju Jakarta.

Tujuannya untuk bertemu Kepala BNN, Komjen Budi Waseso. Dalam rilis Humas BNN, Agus menyatakan ingin menghabiskan sisa umurnya untuk mengkampanyekan bahaya narkoba. 

Di ruang tunggu, Agus menceritakan kisahnya hingga akhirnya memutuskan untuk melakukan perjalanan panjang dari Jepara ke Jakarta, mulai tanggal 23 Januari tengah hari hingga 8 Februari tengah malam. 

Wajah gembira saat Agus Suwarno terlihat saat Kepala BNN, Budi Waseso menerima kehadirannya di lobby BNN, Kamis (9/2/17). 

Agus pun langsung berjabat tangan erat. Setelah itu, ia mendapatkan sebuah apresiasi berupa pin bertuliskan “Penggiat Anti Narkoba” yang ditempelkan langsung oleh Kepala BNN.  

Dalam pertemuan singkat ini, Agus yang pernah menjadi kuli panggul di Tanjung Priok, ini menyampaikan aspirasinya yaitu tentang permintaan pembangunan kantor BNN Kabupaten di daerahnya. 

Menurut Agus, persoalan narkoba di daerahnya sangat mengkhawatirkan. Ia menuturkan, di daerahnya, ada seorang pelajar SD yang mengalami mabuk setelah menyantap pisang goreng yang ternyata telah dicampuri dengan narkoba.

 Ia juga merasakan betapa banyaknya pemberitaan tentang narkoba di media massa, sehingga membuat hati Agus tergerak untuk melakukan aksi nyata menangkal ancaman narkoba. 

Di hadapan pimpinan BNN, Agus menyampaikan harapan keduanya. Yaitu ingin mendapatkan ijin untuk bisa keluar masuk sekolah dalam rangka memberikan sosialisasi bahaya narkoba pada para pelajar. 

“Harapan besar tentu saya ingin agar generasi muda saat ini, sama sekali tidak mengenal narkoba sehingga tidak terjerumus”, ungkap Agus di hadapan media yang meliputnya. 

Kepada Buwas, Agus juga menyampaikan bahwa aksi nyata menangkal ancaman narkoba sudah ia rintis di desanya. 

Bersama dengan jajaran di desanya, ia telah membangun relawan pemberantas narkoba demi menciptakan kawasan kampungnya agar terbebas dari jeratan narkoba. 

Menanggapi perjuangan tersebut, Kepala BNN memberikan apresiasi yang tinggi. Jenderal bintang tiga ini mengatakan bahwa upaya penanggulangan narkoba memang harus dimulai dari sendiri.

Komjen Buwas menilai, bahwa apa yang dilakukan oleh Agus dari Jepara ini merupakan sebuah langkah yang nyata dalam mendukung upaya penanggulangan narkoba. 

Usai pertemuan dengan Kepala BNN, Agus mengisahkan banyak kenangan yang ia dapatkan ketika melakukan perjalanan. 

Di Brebes, ia mengaku dicegat oleh seseorang yang turun dari sebuah mobil berplat Jakarta. Ia ingat betul, pria misterius ini menawarkan uang sebesar Rp 10 juta asal ia  tidak melanjutkan perjalannya ke Jakarta dan diminta kembali ke Jepara. 

Namun Agus mengaku tidak tertarik dengan tekanan seperti itu. Dia tetap pada komitmennya untuk melanjutkan perjalanan hingga ke Jakarta. 

Kejadian yang ia nilai berkesan juga ia alami ketika ia menginjakkan langkah di kota Bekasi. Di sana, ia sempat dikejar oleh seorang pelajar SMA dan mengajaknya wawancara. 

Saat wawancara tersebut, ia ditanyakan tentang motivasi utama berjalan kali sejauh ratusan kilometer untuk bertemu dengan Kepala BNN. 

Kepada anak SMA tersebut, ia mengatakan bahwa apa yang ia lakukan adalah sebagai wujud kampanye anti narkoba.

Harapannya, agar apa yang ia lakukan bisa menjadi jadi inspirasi bagi anak negeri lainnya untuk melakukan hal-hal yang konkret dalam upaya mencegah dan juga memberantas narkoba di Indonesia. 

Kesadaran akan upaya mencegah narkoba pada dasarnya sudah muncul saat dirinya berkeliling Asean pada tahun 2006 silam. 

Saat itu, ia membawa misi perdamaian sambil mengkampanyekan bahaya narkoba. Upaya ini juga tidak lepas dari peran BNN. 

Pada waktu sebelum melakukan perjalanan keliling Asean dengan mengendarai sepeda, ia mendapatkan arahan dari BNN tentang pentingnya menyampaikan pesan bahaya narkoba pada masyarakat Asean. 

Pada tahun 2016 lalu, Agus sempat mengalami masalah kesehatan yang cukup serius. Ia terkena masalah di bagian syaraf sehingga selama satu tahun tidak bisa bergerak. 

Saat sakit, ia sempat mengucapkan nazar, apabila ia sembuh ia akan berangkat ke Jakarta dengan berjalan kaki untuk menemui Kepala BNN. 

Rupanya doa yang ia panjatkan terkabul. Saat merasa pulih ia mulai berlatih jalan kaki setiap pagi berkilo-kilo meter jauhnya. 

Dalam kondisi yang sebenarnya dilarang oleh dokter untuk berjalan kaki dengan jarak yang sangat jauh, akhirnya Agus tetap pada tekadnya, yaitu bertemu dengan Kepala BNN.

Dia ingin menyampaikan aspirasi penting tentang pentingnya menangkal bahaya narkoba. Kini impiannya telah jadi kenyataan. 

Ke depan ia berjanji untuk terus melanjutkan perjuangannya memberikan pencerahan pada masyarakat agar menjauhi narkoba. (Humas BNN)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Aktualita 08/06/2018 07:00 WIB

Usut Tuntas Pengelolaan PPJ

MENGUATNYA dugaan penyimpangan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) di Cianjur, membuat sejumlah aktivis untuk segera melaporkannya ke pihak kepolisian. Benarkah?

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…