Rabu, 26 Juli 2017 - Pukul 11:44

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

inspirasi

Demi Ketemu Komjen Buwas, Pria Ini Jalan Kaki Sejauh 549,5 Km

Oleh: kliksaja.co - Jumat 10 Pebruari 2017 | 19:30 WIB

Demi Ketemu Komjen Buwas, Pria Ini Jalan Kaki Sejauh 549,5 Km

BERITACIANJUR.COM - Namanya Agus Suwarno. Usia 69 tahun. Asal Jepara, Jawa Tengah. Dua pekan dia berjalan kaki. Tujuannya, bertemu Buwas.

 

Ya, Agus sudah menempuh jarak 549,5 kilometer. Dua pekan dia berjalan kaki dari dari desanya, di Dukuh Randu Sari, Jepara menuju Jakarta.

 

Tujuannya untuk bertemu Kepala BNN, Komjen Budi Waseso. Dalam rilis Humas BNN, Agus menyatakan ingin menghabiskan sisa umurnya untuk mengkampanyekan bahaya narkoba. 

 

Di ruang tunggu, Agus menceritakan kisahnya hingga akhirnya memutuskan untuk melakukan perjalanan panjang dari Jepara ke Jakarta, mulai tanggal 23 Januari tengah hari hingga 8 Februari tengah malam. 

 

Wajah gembira saat Agus Suwarno terlihat saat Kepala BNN, Budi Waseso menerima kehadirannya di lobby BNN, Kamis (9/2/17). 

 

Agus pun langsung berjabat tangan erat. Setelah itu, ia mendapatkan sebuah apresiasi berupa pin bertuliskan “Penggiat Anti Narkoba” yang ditempelkan langsung oleh Kepala BNN.  

 

Dalam pertemuan singkat ini, Agus yang pernah menjadi kuli panggul di Tanjung Priok, ini menyampaikan aspirasinya yaitu tentang permintaan pembangunan kantor BNN Kabupaten di daerahnya. 

 

Menurut Agus, persoalan narkoba di daerahnya sangat mengkhawatirkan. Ia menuturkan, di daerahnya, ada seorang pelajar SD yang mengalami mabuk setelah menyantap pisang goreng yang ternyata telah dicampuri dengan narkoba.

 

 Ia juga merasakan betapa banyaknya pemberitaan tentang narkoba di media massa, sehingga membuat hati Agus tergerak untuk melakukan aksi nyata menangkal ancaman narkoba. 

 

Di hadapan pimpinan BNN, Agus menyampaikan harapan keduanya. Yaitu ingin mendapatkan ijin untuk bisa keluar masuk sekolah dalam rangka memberikan sosialisasi bahaya narkoba pada para pelajar. 

 

“Harapan besar tentu saya ingin agar generasi muda saat ini, sama sekali tidak mengenal narkoba sehingga tidak terjerumus”, ungkap Agus di hadapan media yang meliputnya. 

 

Kepada Buwas, Agus juga menyampaikan bahwa aksi nyata menangkal ancaman narkoba sudah ia rintis di desanya. 

 

Bersama dengan jajaran di desanya, ia telah membangun relawan pemberantas narkoba demi menciptakan kawasan kampungnya agar terbebas dari jeratan narkoba. 

 

Menanggapi perjuangan tersebut, Kepala BNN memberikan apresiasi yang tinggi. Jenderal bintang tiga ini mengatakan bahwa upaya penanggulangan narkoba memang harus dimulai dari sendiri.

 

Komjen Buwas menilai, bahwa apa yang dilakukan oleh Agus dari Jepara ini merupakan sebuah langkah yang nyata dalam mendukung upaya penanggulangan narkoba. 

 

 

Usai pertemuan dengan Kepala BNN, Agus mengisahkan banyak kenangan yang ia dapatkan ketika melakukan perjalanan. 

 

Di Brebes, ia mengaku dicegat oleh seseorang yang turun dari sebuah mobil berplat Jakarta. Ia ingat betul, pria misterius ini menawarkan uang sebesar Rp 10 juta asal ia  tidak melanjutkan perjalannya ke Jakarta dan diminta kembali ke Jepara. 

 

Namun Agus mengaku tidak tertarik dengan tekanan seperti itu. Dia tetap pada komitmennya untuk melanjutkan perjalanan hingga ke Jakarta. 

 

Kejadian yang ia nilai berkesan juga ia alami ketika ia menginjakkan langkah di kota Bekasi. Di sana, ia sempat dikejar oleh seorang pelajar SMA dan mengajaknya wawancara. 

 

Saat wawancara tersebut, ia ditanyakan tentang motivasi utama berjalan kali sejauh ratusan kilometer untuk bertemu dengan Kepala BNN. 

 

Kepada anak SMA tersebut, ia mengatakan bahwa apa yang ia lakukan adalah sebagai wujud kampanye anti narkoba.

 

Harapannya, agar apa yang ia lakukan bisa menjadi jadi inspirasi bagi anak negeri lainnya untuk melakukan hal-hal yang konkret dalam upaya mencegah dan juga memberantas narkoba di Indonesia. 

 

Kesadaran akan upaya mencegah narkoba pada dasarnya sudah muncul saat dirinya berkeliling Asean pada tahun 2006 silam. 

 

Saat itu, ia membawa misi perdamaian sambil mengkampanyekan bahaya narkoba. Upaya ini juga tidak lepas dari peran BNN. 

 

Pada waktu sebelum melakukan perjalanan keliling Asean dengan mengendarai sepeda, ia mendapatkan arahan dari BNN tentang pentingnya menyampaikan pesan bahaya narkoba pada masyarakat Asean. 

 

Pada tahun 2016 lalu, Agus sempat mengalami masalah kesehatan yang cukup serius. Ia terkena masalah di bagian syaraf sehingga selama satu tahun tidak bisa bergerak. 

 

Saat sakit, ia sempat mengucapkan nazar, apabila ia sembuh ia akan berangkat ke Jakarta dengan berjalan kaki untuk menemui Kepala BNN. 

 

Rupanya doa yang ia panjatkan terkabul. Saat merasa pulih ia mulai berlatih jalan kaki setiap pagi berkilo-kilo meter jauhnya. 

 

Dalam kondisi yang sebenarnya dilarang oleh dokter untuk berjalan kaki dengan jarak yang sangat jauh, akhirnya Agus tetap pada tekadnya, yaitu bertemu dengan Kepala BNN.

 

Dia ingin menyampaikan aspirasi penting tentang pentingnya menangkal bahaya narkoba. Kini impiannya telah jadi kenyataan. 

 

Ke depan ia berjanji untuk terus melanjutkan perjuangannya memberikan pencerahan pada masyarakat agar menjauhi narkoba. (Humas BNN)

Komentar