Minggu, 24 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Dinas Pertanian Sebut Serangan Hama Masih Terkendali

Wan/Rustandi

Senin, 13 Februari 2017 - 08:30 WIB

Salah seorang petani di Kecamatan Ciranjang yang memperlihatkan serangan hama wereng yang mengakibatkan sawahnya gagal panen. (Foto : BC/Rustandi)
Salah seorang petani di Kecamatan Ciranjang yang memperlihatkan serangan hama wereng yang mengakibatkan sawahnya gagal panen. (Foto : BC/Rustandi)
A A A

Fakta Banyak Sawah Gagal Panen

BERITACIANJUR.COM - Meski fakta dilapangan puluhan hektar sawah milik petani mengalami gagal panen, termasuk belasan hektar sawan pandanwangi, karena serangan hama wereng coklat, namun Dinas Pertanian, Perkebunan, Pangan dan Holtikultura Kabupaten Cianjur, beriskukuh serangan hama  tidak dalam tahap yang mengkhawatirkan dan masih dapat ditanggulangi dengan cepat.

Pernyataan itu, dikemukakan Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Mohamad Sobur, saat ditemui Harian Berita Cianjur, jumat (10/2/2017) di ruang kerjanya. Menurut Sobur, seluruh serangan hama dapat diantisipasi dan diminimalisir pengaruhnya dengan penanganan khusus yang dilakukan dinas

“Tidak membahayakan serangannya, masih dapat ditanggulangi dengan teknologi yang dimiliki, dan di masing-masing kecamatan ada tim ahli dalam penanganan hama. Petugas di lapangann, jelas tiap bulan melaporkan perkembangan melalui kasie terkait,” katanya

Lebih rinci, Kepala Seksi Produksi Tanaman Padi, Yatti Rachmawati, membenarkan bahwa seluruh serngan hama wereng tidak menyebabkan gagal panen para petani padi. Di Cianjur untuk saat ini, tidak ada petani yang gagal panen dan serangan hama wereng yang terjadi di Cianjur tidak mengkhawatirkan

“Kita telah menempatkan di setiap Kecamatan Petugas dari provinsi yang disebut Petugas Organisme Pengganggu Tanaman (POPT), sehingga serangan itu dapat diatasi dengan segera,” katanya.

Ia menjelaskan, berdasarkan data dari bulan Oktober 2016 hingga saat ini, sawah yang terserang hama wereng kurang lebih 194 Hektar di seluruh Kabupaten Cianjur, dengan intensitasnya dalam kategori tahap ringan. Hal ini dikategorikan tahap ringan karena jika dibandingkan dengan luasnya areal tanam hingga saat ini persentasenya kecil sekali.

“Luas tanam Oktober 2016 - Maret 2017 yang tercatat hingga bulan Februari 2017 minggu kesatu seluas 75 ribu hektar, sedangkan yang terserang hama hanya 194 hektar.  Jika dipersentasekan hanya berkisar 0,26 persen, itulah sebabnya dikatakan ringan,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan wilayah terbanyak yang terkena serangan hama wereng adalah kecamatan Sukanegara dan Pagelaran dan seluruhnya telah dikendalikan. “Sudah dilakukan tiga kali penyemprotan pestisida yang bekerja sama dengan Babinsa, PPL, POPT dan Aparat desa, selain itu juga gerakan antisipasi dilakukan di Haurwangi dan Bojong Picung, Sukaluyu, Campaka Mulya, dan Campaka,” ungkapnya.

Sementara beradasarkan data yang dimiliki Harian Berita Cianjur, petani  Padi di Desa Kertamukti, Kertasari dan Cipeuyeum, Kecamatan Haurwangi,  dipaksa harus menerima kenyataan pahit, saat puluhan hektar sawah milik mereka gagal panen akibat serengan hama wereng coklat.

Berbagai upaya telah dilakukan, termasuk menggunakan sejumah insektisida dan festisida, namun tetap padi yang sudang menguning untuk dipanen, tidak terselamatkan. Kerugian akibat serangan hama kali ini, ditaksi bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Seperti diceritakan Agus Pahrudin (43), tanaman padi yang telah dirawatnya selama 90 hari, sama sekali tidak bisa dipanen. Padahal, dengan luas sawah 2800 meter persegi, biasanya bisa menghasillan gabah basah sekitar 1,2 ton.

“Sekarang mah sama sekali tidak bisa dipanen, karena semua hancur diserang hama wereng. Padahal umur padi, sudah memasuki masa panen,” kata Agus, petani yang selama ini bergabung di Kelompok Tani Sukatani, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Cianjur.

Agus mengaku, berbagai cara telah dilakukan agar tanaman padi miliknya bisa diselamatkan. Namun aneh, hama wereng coklat yang bisa menyerang batang padi hinga patah, tidak bisa diberantas meski sudah memakai insektisida yang dianggap petani paling jitu memberantas wereng.

“Hampir dua kali dalam sehari, kita menyemprotkan insek ke areal padi kita, tapi anehnya hama wereng itu tidak pernah bisa mati. Setiap pagi ke sawah, beberapa bagian sawah sudah tampak gundul, karena batang padi habis digerogoti wereng,” ungkap Agus saat ditemui Harian Berita Cianjur, di sekitar areal sawahnya.

Masih kata Agus, sekitar 25 hektar lahan pertanian padi milik petani lainnya, juga mengalami hal serupa. Kalau dihitung dengan para petani di tiga desa yang saat ini gempar terkena dampak hama wereng, jumlahnya bisa mencapai ratusan hektar lebih.

Ibon (64) warga Parungbitung RT 03/02, mengakui bencana hama wereng yang terjadi pada musim  tanam padi tahap I awal tahun ini, telah menimbulkan kerugian yang cukup besar. Para petani, kini bingung, karena untuk memulai musim tanam baru, membutuhkan dana yang tidak sedikit.

“Bencana hama wereng coklat sekaran paling parah, sehingga banyak petani yang mengaku keder untuk kembali bertani. Tidak menutup kemungkinan, banyak petani yang bangkrut dan menggadekan sawah sebagai jalan satu-satunya untuk bertahan hidup,” beber Ibon.

Pada musim tanam awal tahun ini, Ibon mengaku dirinya menanam padi dengan varietass Mikongga yang dibeli dari BPBP Kecamatan Haurwangi, seharga senilai Rp 15 ribu per kantong dengan berat 5kg. Namun, meski bibitnya berasa dari Balai Pertanian yang dikenal petani, merupakan lembaga peneliti pertanian di Cianjur, tetap saja tidak bisa tahan terhadap serangan wereng coklat.

“Awalnya kan kami petani awam ini, percaya saja kalau bibit padi dari Balai itu tahan berbagai macam penyakit, termasuk wereng coklat yang selama ini jadi momok bagi petani padi. Tapi kenyataanya, sama saja seperti bibit padi biasa yang dikembangkan petani lokal di sini,” sindirnya

Terpisah, Ketua Poktan Sukatani Endang Purnama (45)  di Kampung Parungbitung RT,01/02, Desa Kertamukti, menyebut puluhan hektar lahan pertanian milik anggotanya, mengalami gagal panen karena serangan hama wereng.

Endang mengungkap, sebelum serangan hama wereng meluas dan merugikan petani seperti sekarang, pihaknya telah melaporkannya ke UPTD Pertanian Kecamatan Haurwangi, terutama ke bagian Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan.

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Aktualita 08/06/2018 07:00 WIB

Usut Tuntas Pengelolaan PPJ

MENGUATNYA dugaan penyimpangan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) di Cianjur, membuat sejumlah aktivis untuk segera melaporkannya ke pihak kepolisian. Benarkah?

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.

Aktualita 07/06/2018 08:00 WIB

Dugaan Penyelewengan Pengelolaan PPJU Makin Menguat

DUGAAN adanya kejanggalan atau penyelewengan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) di Cianjur, semakin menguat. Benarkah?