Kamis, 18 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Dinas Pertanian Sebut Serangan Hama Masih Terkendali

Wan/Rustandi

Senin, 13 Februari 2017 - 08:30 WIB

Salah seorang petani di Kecamatan Ciranjang yang memperlihatkan serangan hama wereng yang mengakibatkan sawahnya gagal panen. (Foto : BC/Rustandi)
Salah seorang petani di Kecamatan Ciranjang yang memperlihatkan serangan hama wereng yang mengakibatkan sawahnya gagal panen. (Foto : BC/Rustandi)
A A A

Fakta Banyak Sawah Gagal Panen

BERITACIANJUR.COM - Meski fakta dilapangan puluhan hektar sawah milik petani mengalami gagal panen, termasuk belasan hektar sawan pandanwangi, karena serangan hama wereng coklat, namun Dinas Pertanian, Perkebunan, Pangan dan Holtikultura Kabupaten Cianjur, beriskukuh serangan hama  tidak dalam tahap yang mengkhawatirkan dan masih dapat ditanggulangi dengan cepat.

Pernyataan itu, dikemukakan Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Mohamad Sobur, saat ditemui Harian Berita Cianjur, jumat (10/2/2017) di ruang kerjanya. Menurut Sobur, seluruh serangan hama dapat diantisipasi dan diminimalisir pengaruhnya dengan penanganan khusus yang dilakukan dinas

“Tidak membahayakan serangannya, masih dapat ditanggulangi dengan teknologi yang dimiliki, dan di masing-masing kecamatan ada tim ahli dalam penanganan hama. Petugas di lapangann, jelas tiap bulan melaporkan perkembangan melalui kasie terkait,” katanya

Lebih rinci, Kepala Seksi Produksi Tanaman Padi, Yatti Rachmawati, membenarkan bahwa seluruh serngan hama wereng tidak menyebabkan gagal panen para petani padi. Di Cianjur untuk saat ini, tidak ada petani yang gagal panen dan serangan hama wereng yang terjadi di Cianjur tidak mengkhawatirkan

“Kita telah menempatkan di setiap Kecamatan Petugas dari provinsi yang disebut Petugas Organisme Pengganggu Tanaman (POPT), sehingga serangan itu dapat diatasi dengan segera,” katanya.

Ia menjelaskan, berdasarkan data dari bulan Oktober 2016 hingga saat ini, sawah yang terserang hama wereng kurang lebih 194 Hektar di seluruh Kabupaten Cianjur, dengan intensitasnya dalam kategori tahap ringan. Hal ini dikategorikan tahap ringan karena jika dibandingkan dengan luasnya areal tanam hingga saat ini persentasenya kecil sekali.

“Luas tanam Oktober 2016 - Maret 2017 yang tercatat hingga bulan Februari 2017 minggu kesatu seluas 75 ribu hektar, sedangkan yang terserang hama hanya 194 hektar.  Jika dipersentasekan hanya berkisar 0,26 persen, itulah sebabnya dikatakan ringan,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan wilayah terbanyak yang terkena serangan hama wereng adalah kecamatan Sukanegara dan Pagelaran dan seluruhnya telah dikendalikan. “Sudah dilakukan tiga kali penyemprotan pestisida yang bekerja sama dengan Babinsa, PPL, POPT dan Aparat desa, selain itu juga gerakan antisipasi dilakukan di Haurwangi dan Bojong Picung, Sukaluyu, Campaka Mulya, dan Campaka,” ungkapnya.

Sementara beradasarkan data yang dimiliki Harian Berita Cianjur, petani  Padi di Desa Kertamukti, Kertasari dan Cipeuyeum, Kecamatan Haurwangi,  dipaksa harus menerima kenyataan pahit, saat puluhan hektar sawah milik mereka gagal panen akibat serengan hama wereng coklat.

Berbagai upaya telah dilakukan, termasuk menggunakan sejumah insektisida dan festisida, namun tetap padi yang sudang menguning untuk dipanen, tidak terselamatkan. Kerugian akibat serangan hama kali ini, ditaksi bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Seperti diceritakan Agus Pahrudin (43), tanaman padi yang telah dirawatnya selama 90 hari, sama sekali tidak bisa dipanen. Padahal, dengan luas sawah 2800 meter persegi, biasanya bisa menghasillan gabah basah sekitar 1,2 ton.

“Sekarang mah sama sekali tidak bisa dipanen, karena semua hancur diserang hama wereng. Padahal umur padi, sudah memasuki masa panen,” kata Agus, petani yang selama ini bergabung di Kelompok Tani Sukatani, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Cianjur.

Agus mengaku, berbagai cara telah dilakukan agar tanaman padi miliknya bisa diselamatkan. Namun aneh, hama wereng coklat yang bisa menyerang batang padi hinga patah, tidak bisa diberantas meski sudah memakai insektisida yang dianggap petani paling jitu memberantas wereng.

“Hampir dua kali dalam sehari, kita menyemprotkan insek ke areal padi kita, tapi anehnya hama wereng itu tidak pernah bisa mati. Setiap pagi ke sawah, beberapa bagian sawah sudah tampak gundul, karena batang padi habis digerogoti wereng,” ungkap Agus saat ditemui Harian Berita Cianjur, di sekitar areal sawahnya.

Masih kata Agus, sekitar 25 hektar lahan pertanian padi milik petani lainnya, juga mengalami hal serupa. Kalau dihitung dengan para petani di tiga desa yang saat ini gempar terkena dampak hama wereng, jumlahnya bisa mencapai ratusan hektar lebih.

Ibon (64) warga Parungbitung RT 03/02, mengakui bencana hama wereng yang terjadi pada musim  tanam padi tahap I awal tahun ini, telah menimbulkan kerugian yang cukup besar. Para petani, kini bingung, karena untuk memulai musim tanam baru, membutuhkan dana yang tidak sedikit.

“Bencana hama wereng coklat sekaran paling parah, sehingga banyak petani yang mengaku keder untuk kembali bertani. Tidak menutup kemungkinan, banyak petani yang bangkrut dan menggadekan sawah sebagai jalan satu-satunya untuk bertahan hidup,” beber Ibon.

Pada musim tanam awal tahun ini, Ibon mengaku dirinya menanam padi dengan varietass Mikongga yang dibeli dari BPBP Kecamatan Haurwangi, seharga senilai Rp 15 ribu per kantong dengan berat 5kg. Namun, meski bibitnya berasa dari Balai Pertanian yang dikenal petani, merupakan lembaga peneliti pertanian di Cianjur, tetap saja tidak bisa tahan terhadap serangan wereng coklat.

“Awalnya kan kami petani awam ini, percaya saja kalau bibit padi dari Balai itu tahan berbagai macam penyakit, termasuk wereng coklat yang selama ini jadi momok bagi petani padi. Tapi kenyataanya, sama saja seperti bibit padi biasa yang dikembangkan petani lokal di sini,” sindirnya

Terpisah, Ketua Poktan Sukatani Endang Purnama (45)  di Kampung Parungbitung RT,01/02, Desa Kertamukti, menyebut puluhan hektar lahan pertanian milik anggotanya, mengalami gagal panen karena serangan hama wereng.

Endang mengungkap, sebelum serangan hama wereng meluas dan merugikan petani seperti sekarang, pihaknya telah melaporkannya ke UPTD Pertanian Kecamatan Haurwangi, terutama ke bagian Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan.

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 3 jam yang lalu

Muhammad Zimaam Hanya Bisa Berbaring Diatas Tempat Tidur

Muhammad Zimaam (2) putra pasangan suami istri (pasutri) Ririn Saprina (33) dan Irawan Kusuma Atmaja (34) warga Jalan Mayor Harun Kabir No. 4, Kelurahan Bojong Herang, Kecamatan Cianjur hanya bisa tergolek…

Cianjur Euy 6 jam yang lalu

Jelang Penerapan Trayek Baru, Angkum Wajib Uji KIR

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur bertindak tegas dengan melakukan pemeriksaan dan uji KIR angkutan umum (Angkum) jelang penerapan rekayasa lalulintas dan trayek angkum baru, yang akan dilaksanakan…

Cianjur Euy 6 jam yang lalu

Kapolres Cianjur Pimpin Sertijab Kasat dan Kapolsek

KAPOLRES Cianjur, AKBP Soliyah SIK, MH, memimpin upacara serah terima jabatan dan kenal pamit Kasat dan Kapolsek jajaran Polres Cianjur, Rabu (17/1/2018) pagi. Kegiatan yang digelar di Aula Amanah, Primkopol…

Aktualita 18 jam yang lalu

Hati-hati, Limbah Medis di RSUD Masih Numpuk

MESKI berbahaya bahkan mengancam kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya, namun persoalan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di RSUD Sayang Cianjur, yang dibiarkan menumpuk di ruangan…

Kick Off 19 jam yang lalu

Poin Perdana Maung di Partai Perang Para Mantan, Ini Catatan Gomez

PERANG para mantan mewarnai duel antara Persib kontra Sriwijaya FC. Maung Bandung berhasil membuka Piala Presiden 2018 dengan kemenangan.

Cianjur Euy 16/01/2018 21:47 WIB

Pekan Depan, Trayek Angkum Baru Diterapkan

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Cianjur, pekan depan akan mulai memberlakukan sistem satu arah di sejumlah ruas jalan di dalam kota Cianjur dan trayek angkutan umum (Angkum, red) baru. Hal itu dilakukan…

Cianjur Euy 16/01/2018 21:45 WIB

30 Persen DD Dialokasikan Untuk Padat Karya

UNTUK meningkatkan perekonomian masyarakat, sebesar 30 persen Dana Desa (DD) tahun ini harus dialokasikan untuk program padat karya. Hal itu, diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa…

Cianjur Euy 16/01/2018 21:43 WIB

Irda Didesak Tindak Tegas!

INSPEKTORAT Daerah (Irda) Kabupaten Cianjur diminta fokus dan serius dalam melakukan pemeriksaan terhadap pegawai dan pejabat di lingkungan RSUD Sayang, Cianjur yang diduga terlibat melakukan pungutan…

Aktualita 16/01/2018 08:00 WIB

Innalillahi, Bahan Berbahaya dan Beracun Dibiarkan Numpuk

RSUD, oh, RSUD. Ada apa dengan RSUD Sayang Cianjur? Dua mhasalah besar belum juga selesai, kini rumah sakit plat merah tersebut kembali menjadi sorotan publik. Betapa tidak, limbah bahan berbahaya dan…

Cianjur Euy 16/01/2018 07:55 WIB

Satu Pelaku Pesta Seks Sesama Jenis Ditetapkan sebagai Tersangka

SATU dari lima orang pelaku pesta seks sesama jenis di salah satu Komplek Villa di kawasan Cipanas, Sabtu (13/1/2018) sekitar pukul 22.00 Wib, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.