Sabtu, 20 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Kab. Cianjur Kehilangan PAD Miliaran Rupiah

Rustandi Zaelani

Kamis, 16 Februari 2017 - 22:43 WIB

Foto: Net/Ilustrasi
Foto: Net/Ilustrasi
A A A

Saatnya Pemerintah Melek dan Bertindak

BERITACIANJUR.COM - Sikap pemerintah yang berkutat mencari tambahan dana Pendapatan Asli Daerah (PAD), dianggap banyak kalangan membingungkan.

Ketua Lembaga Pengkajian, Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (LP3M) Hibar Kabupaten Cianjur, Harry M Sastrakusumah, mendesak agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, segera membuat regulasi yang bisa dipergunakan sebagai payung hukum untuk menerapkan pajak progresif terhadap aktivitias penyewaan villa di kawasan Puncak, Cianjur.

“Saatnya sekarang pemerintah melek dan bertindak, agar segera bisa meraup PAD ratusan juta dari kegiatan usaha penyewaan Villa. Harus diakui, pembiaaran terhadap usaha illegal itu telah membuat Cianjur kehilangan PAD ratusan juta rupiah,” kata Harry, menyikapi makin maraknya usaha liar penyewaan villa di kawasan wisata Puncak, Cianjur, belakangan ini.

Harry mengaku bingung dengan sikap pemerintah yang berkutat dalam upaya mencari peluang PAD baru untuk menambah pundi kas keuangan daerah. Sementara, potensi pendapatan yang begitu kasat mata, dibiarkan bahkan jadi lumbung duit pihak tertentu yang mengelola usaha penyewaan villa illegal di beberapa kawasan elit di Cipanas.

Menurut Harry, satunya-satunya jalan agar kehilangan PAD bisa segera ditanggulangi, Pemkab harus berani menerapkan pajak progresif tadi. Kalau diam seperti ini terus, jangan harap Pemkab memiliki daya gedor kuat dalam membenahi carut marutnya masalah tata kelola perumahaan elit alias villa di Cipanas dan sekitarnya.

Harry menegaskan, Pemkab juga harus berpikir keras tentang kelangsungan hotel yang selama ini beroperasi dengan ijin resmi dan menjadi penyetor pajak yang taat. Saat villa jadi hunian yang bisa disewa, apalagi dengan harga rendah, sudah bisa dipastikan mengancam kelangsungan hotel di Puncak, Cianjur.

Lebih jauhnya dikatakan Harry, kalau pemerintah hanya menagih PBB saja untuk villa, nilai tidak seberapa dengan pendapatan sewa yang diperoleh broker dan pemilik villa itu sendiri. Apalagi, perputaran uang hasil sewa villa lebih banyak di luar Cianjur, karena hampir 100 persen pemilik villa di Cipanas, warga ibu kota.

Masih kata Harry, tak perlu menutup mata, sebagian hasil dari penyewaan villa sekarang masuk ke kantong-kantong pihak tertentu yang membekingi kegiatan ini. Kondisi seperti itu, lanjutnya, sudah sepantasnya dihentikan, tidak peduli siapa yang berada di belakang permainan sewa villa liar ini.

Berdasarkan hasil penelusuran, usaha sewa villa liar semakin terbuka dilakukan banyak pihak di Puncak, Cianjur.  Bahkan, dengan leluasa pihak yang mengambil keuntungan dalam bisnis illegal ini memasang website yang menawarkan jasa penyewaan villa murah di Kawasan Puncak, Cianjur.

Salah satunya situs dengan alamat url https://www.airbnb.co.id, dengan terang-terangan menawarkan jasa haram ini, terutama bagi wisatawan Arab yang hendak berlibur di Puncak, Cianjur.  Dalam situs itu dilansir untuk ukuran villa dengan kafasitas delapan orang dan fasilitas cukup lengkap di Kawasan Kota Bunga, Cianjur, dibandrol dengan harga Rp1.998.650 per malam.

Sementara untuk beberapa villa dengan kafasitas kecil, dibandrol dengan harga minimal Rp500 ribu per malam. Hingga kini, binis penyewaan villa menjadi salah satu usaha paling mudah dilakukan warga dan pihak lainnya.

Berdasarkan data dari berbagai sumber, disebutkan ada sekitar belasan ribu villa di Kawasan Puncak, Cianjur. Dalam sehari, villa yang disewakan bisa mencapai ratusan, bahkan dalam momentum tertentu, seperti hari libur keagamaan dan Tahun Baru, semua villa di Kawasan Puncak, bisa penuh terisi dengan harga dua kali lipat bahkan lebih.

Jika dihitung sederhana saja, kalau ada sekitar 10 ribu villa yang ada di Kawasan Puncak, Cianjur, dan diwajibkan membayar pajak progresif sebesar Rp500 ribu per bulan,  maka Kabupaten Cianjur akan mendapatkan tambahan PAD sebesar Rp5 miliar per bulan.

Terpisah, Manager Kota Bunga, Cianjur, Franky membantah keterlibatan management dalam usaha sewa menyewa villa. Kegiatan itu, tandas Frangky, dilakukan oknum warga dan penjaga serta pihak lain di luar management.

“Jadi kami tidak tahu soal sewa villa di Kawasan Kota Bunga ini. selama ini, management tidak pernah sama sekali terlibat dalam usaha itu,” bantahnya saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu. (rst)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 15 jam yang lalu

Pemkab Cianjur Tolak Kebijakan Impor Beras

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menolak kebijakan impor beras yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Hal itu diungkapkan, Wakil Cianjur, Herman Suherman, saat menghadiri acara panen raya padi di…

Aktualita 20 jam yang lalu

Terbongkar, RSUD Masih Berkilah

PENYEBAB amburadulnya pengelolaan limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, sudah terbongkar. Namun pejabat rumah sakit plat merah tersebut masih…

Aktualita 20 jam yang lalu

Komisi III Sidak, Pejabat RSUD Tak Ada di Tempat

KOMISI III DPRD Cianjur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Sayang Cianjur, Kamis (18/1/2018) siang.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:54 WIB

Aksi Maling Zaman Now

AKHIR-akhir ini kawanan maling spesial kantor desa tengah giat melancarkan aksinya ke sejumlah desa di wilayah Timur Kabupaten Cianjur.

Cianjur Euy 18/01/2018 22:53 WIB

Pencetakan e KTP Dipusatkan di Kecamatan Ciranjang

PEMERINTAH Kabupaten Cianjur menunjuk Kecamatan Ciranjang sebagai tempat pusat layanan pembuatan e-KTP dan Kartu Keluarga (KK) bagi masyarakat yang ada di 5 Kecamatan. Antaralain, Kecamatan Ciranjang,…

Cianjur Euy 18/01/2018 21:52 WIB

Harga Daging Ayam di Cianjur Masih Capai Rp 36 Ribu Per Kg

MESKI harga daging ayam potong di Cianjur disepakati Rp 33 ribu per kilogram (Kg). Namun, dipasaran harga daging unggas itu masih terbilang mahal, mencapai Rp 36 ribu per kg.

Cianjur Euy 18/01/2018 21:51 WIB

Polres Sidak Sekolah, Sejumlah Siswa Terbukti Simpan Video Porno

PASCA terungkapnya pesta seks sesama jenis, yang satu diantara pelakunya masih berstatus pelajar. Polres Cianjur gencarkan sosialisasi dan antisipasi dengan menyambangi sejumlah SMA/SMK di Kabupaten Cianjur,…

Cianjur Euy 18/01/2018 21:50 WIB

Bulan Ini, Pasien Difteri Capai 15 Orang

PASIEN Difteri yang ditangani Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang, Cianjur jumlahnya terus bertambah. Sejak awal 2018, jumlah pasien penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi di selaput lendir hidung…

Aktualita 18/01/2018 08:10 WIB

BPLHD dan Penyidik Polda Jabar Datangi RSUD, Ada Apa?

SEGUDANG masalah terjadi di RSUD Sayang Cianjur. Tak hanya soal limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang dibiarkan menumpuk di ruangan terbuka, namun juga terdapat dua masalah besar lainnya yang hingga…

Aktualita 18/01/2018 08:05 WIB

Ini Pembohongan Publik, Wajib Diusut Tuntas

TERUNGKAPNYA kebohongan pernyataan pihak RSUD melalui Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, yang menyebutkan permasalahan menumpuknya limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) itu gara-gara kesalahan…