Senin, 25 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Kab. Cianjur Kehilangan PAD Miliaran Rupiah

Rustandi Zaelani

Kamis, 16 Februari 2017 - 22:43 WIB

Foto: Net/Ilustrasi
Foto: Net/Ilustrasi
A A A

Saatnya Pemerintah Melek dan Bertindak

BERITACIANJUR.COM - Sikap pemerintah yang berkutat mencari tambahan dana Pendapatan Asli Daerah (PAD), dianggap banyak kalangan membingungkan.

Ketua Lembaga Pengkajian, Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (LP3M) Hibar Kabupaten Cianjur, Harry M Sastrakusumah, mendesak agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, segera membuat regulasi yang bisa dipergunakan sebagai payung hukum untuk menerapkan pajak progresif terhadap aktivitias penyewaan villa di kawasan Puncak, Cianjur.

“Saatnya sekarang pemerintah melek dan bertindak, agar segera bisa meraup PAD ratusan juta dari kegiatan usaha penyewaan Villa. Harus diakui, pembiaaran terhadap usaha illegal itu telah membuat Cianjur kehilangan PAD ratusan juta rupiah,” kata Harry, menyikapi makin maraknya usaha liar penyewaan villa di kawasan wisata Puncak, Cianjur, belakangan ini.

Harry mengaku bingung dengan sikap pemerintah yang berkutat dalam upaya mencari peluang PAD baru untuk menambah pundi kas keuangan daerah. Sementara, potensi pendapatan yang begitu kasat mata, dibiarkan bahkan jadi lumbung duit pihak tertentu yang mengelola usaha penyewaan villa illegal di beberapa kawasan elit di Cipanas.

Menurut Harry, satunya-satunya jalan agar kehilangan PAD bisa segera ditanggulangi, Pemkab harus berani menerapkan pajak progresif tadi. Kalau diam seperti ini terus, jangan harap Pemkab memiliki daya gedor kuat dalam membenahi carut marutnya masalah tata kelola perumahaan elit alias villa di Cipanas dan sekitarnya.

Harry menegaskan, Pemkab juga harus berpikir keras tentang kelangsungan hotel yang selama ini beroperasi dengan ijin resmi dan menjadi penyetor pajak yang taat. Saat villa jadi hunian yang bisa disewa, apalagi dengan harga rendah, sudah bisa dipastikan mengancam kelangsungan hotel di Puncak, Cianjur.

Lebih jauhnya dikatakan Harry, kalau pemerintah hanya menagih PBB saja untuk villa, nilai tidak seberapa dengan pendapatan sewa yang diperoleh broker dan pemilik villa itu sendiri. Apalagi, perputaran uang hasil sewa villa lebih banyak di luar Cianjur, karena hampir 100 persen pemilik villa di Cipanas, warga ibu kota.

Masih kata Harry, tak perlu menutup mata, sebagian hasil dari penyewaan villa sekarang masuk ke kantong-kantong pihak tertentu yang membekingi kegiatan ini. Kondisi seperti itu, lanjutnya, sudah sepantasnya dihentikan, tidak peduli siapa yang berada di belakang permainan sewa villa liar ini.

Berdasarkan hasil penelusuran, usaha sewa villa liar semakin terbuka dilakukan banyak pihak di Puncak, Cianjur.  Bahkan, dengan leluasa pihak yang mengambil keuntungan dalam bisnis illegal ini memasang website yang menawarkan jasa penyewaan villa murah di Kawasan Puncak, Cianjur.

Salah satunya situs dengan alamat url https://www.airbnb.co.id, dengan terang-terangan menawarkan jasa haram ini, terutama bagi wisatawan Arab yang hendak berlibur di Puncak, Cianjur.  Dalam situs itu dilansir untuk ukuran villa dengan kafasitas delapan orang dan fasilitas cukup lengkap di Kawasan Kota Bunga, Cianjur, dibandrol dengan harga Rp1.998.650 per malam.

Sementara untuk beberapa villa dengan kafasitas kecil, dibandrol dengan harga minimal Rp500 ribu per malam. Hingga kini, binis penyewaan villa menjadi salah satu usaha paling mudah dilakukan warga dan pihak lainnya.

Berdasarkan data dari berbagai sumber, disebutkan ada sekitar belasan ribu villa di Kawasan Puncak, Cianjur. Dalam sehari, villa yang disewakan bisa mencapai ratusan, bahkan dalam momentum tertentu, seperti hari libur keagamaan dan Tahun Baru, semua villa di Kawasan Puncak, bisa penuh terisi dengan harga dua kali lipat bahkan lebih.

Jika dihitung sederhana saja, kalau ada sekitar 10 ribu villa yang ada di Kawasan Puncak, Cianjur, dan diwajibkan membayar pajak progresif sebesar Rp500 ribu per bulan,  maka Kabupaten Cianjur akan mendapatkan tambahan PAD sebesar Rp5 miliar per bulan.

Terpisah, Manager Kota Bunga, Cianjur, Franky membantah keterlibatan management dalam usaha sewa menyewa villa. Kegiatan itu, tandas Frangky, dilakukan oknum warga dan penjaga serta pihak lain di luar management.

“Jadi kami tidak tahu soal sewa villa di Kawasan Kota Bunga ini. selama ini, management tidak pernah sama sekali terlibat dalam usaha itu,” bantahnya saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu. (rst)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Aktualita 08/06/2018 07:00 WIB

Usut Tuntas Pengelolaan PPJ

MENGUATNYA dugaan penyimpangan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) di Cianjur, membuat sejumlah aktivis untuk segera melaporkannya ke pihak kepolisian. Benarkah?

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.

Aktualita 07/06/2018 08:00 WIB

Dugaan Penyelewengan Pengelolaan PPJU Makin Menguat

DUGAAN adanya kejanggalan atau penyelewengan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) di Cianjur, semakin menguat. Benarkah?