Rabu, 22 Agustus 2018 | Cianjur, Indonesia

Kab. Cianjur Kehilangan PAD Miliaran Rupiah

Rustandi Zaelani

Kamis, 16 Februari 2017 - 22:43 WIB

Foto: Net/Ilustrasi
Foto: Net/Ilustrasi
A A A

Saatnya Pemerintah Melek dan Bertindak

BERITACIANJUR.COM - Sikap pemerintah yang berkutat mencari tambahan dana Pendapatan Asli Daerah (PAD), dianggap banyak kalangan membingungkan.

Ketua Lembaga Pengkajian, Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (LP3M) Hibar Kabupaten Cianjur, Harry M Sastrakusumah, mendesak agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, segera membuat regulasi yang bisa dipergunakan sebagai payung hukum untuk menerapkan pajak progresif terhadap aktivitias penyewaan villa di kawasan Puncak, Cianjur.

“Saatnya sekarang pemerintah melek dan bertindak, agar segera bisa meraup PAD ratusan juta dari kegiatan usaha penyewaan Villa. Harus diakui, pembiaaran terhadap usaha illegal itu telah membuat Cianjur kehilangan PAD ratusan juta rupiah,” kata Harry, menyikapi makin maraknya usaha liar penyewaan villa di kawasan wisata Puncak, Cianjur, belakangan ini.

Harry mengaku bingung dengan sikap pemerintah yang berkutat dalam upaya mencari peluang PAD baru untuk menambah pundi kas keuangan daerah. Sementara, potensi pendapatan yang begitu kasat mata, dibiarkan bahkan jadi lumbung duit pihak tertentu yang mengelola usaha penyewaan villa illegal di beberapa kawasan elit di Cipanas.

Menurut Harry, satunya-satunya jalan agar kehilangan PAD bisa segera ditanggulangi, Pemkab harus berani menerapkan pajak progresif tadi. Kalau diam seperti ini terus, jangan harap Pemkab memiliki daya gedor kuat dalam membenahi carut marutnya masalah tata kelola perumahaan elit alias villa di Cipanas dan sekitarnya.

Harry menegaskan, Pemkab juga harus berpikir keras tentang kelangsungan hotel yang selama ini beroperasi dengan ijin resmi dan menjadi penyetor pajak yang taat. Saat villa jadi hunian yang bisa disewa, apalagi dengan harga rendah, sudah bisa dipastikan mengancam kelangsungan hotel di Puncak, Cianjur.

Lebih jauhnya dikatakan Harry, kalau pemerintah hanya menagih PBB saja untuk villa, nilai tidak seberapa dengan pendapatan sewa yang diperoleh broker dan pemilik villa itu sendiri. Apalagi, perputaran uang hasil sewa villa lebih banyak di luar Cianjur, karena hampir 100 persen pemilik villa di Cipanas, warga ibu kota.

Masih kata Harry, tak perlu menutup mata, sebagian hasil dari penyewaan villa sekarang masuk ke kantong-kantong pihak tertentu yang membekingi kegiatan ini. Kondisi seperti itu, lanjutnya, sudah sepantasnya dihentikan, tidak peduli siapa yang berada di belakang permainan sewa villa liar ini.

Berdasarkan hasil penelusuran, usaha sewa villa liar semakin terbuka dilakukan banyak pihak di Puncak, Cianjur.  Bahkan, dengan leluasa pihak yang mengambil keuntungan dalam bisnis illegal ini memasang website yang menawarkan jasa penyewaan villa murah di Kawasan Puncak, Cianjur.

Salah satunya situs dengan alamat url https://www.airbnb.co.id, dengan terang-terangan menawarkan jasa haram ini, terutama bagi wisatawan Arab yang hendak berlibur di Puncak, Cianjur.  Dalam situs itu dilansir untuk ukuran villa dengan kafasitas delapan orang dan fasilitas cukup lengkap di Kawasan Kota Bunga, Cianjur, dibandrol dengan harga Rp1.998.650 per malam.

Sementara untuk beberapa villa dengan kafasitas kecil, dibandrol dengan harga minimal Rp500 ribu per malam. Hingga kini, binis penyewaan villa menjadi salah satu usaha paling mudah dilakukan warga dan pihak lainnya.

Berdasarkan data dari berbagai sumber, disebutkan ada sekitar belasan ribu villa di Kawasan Puncak, Cianjur. Dalam sehari, villa yang disewakan bisa mencapai ratusan, bahkan dalam momentum tertentu, seperti hari libur keagamaan dan Tahun Baru, semua villa di Kawasan Puncak, bisa penuh terisi dengan harga dua kali lipat bahkan lebih.

Jika dihitung sederhana saja, kalau ada sekitar 10 ribu villa yang ada di Kawasan Puncak, Cianjur, dan diwajibkan membayar pajak progresif sebesar Rp500 ribu per bulan,  maka Kabupaten Cianjur akan mendapatkan tambahan PAD sebesar Rp5 miliar per bulan.

Terpisah, Manager Kota Bunga, Cianjur, Franky membantah keterlibatan management dalam usaha sewa menyewa villa. Kegiatan itu, tandas Frangky, dilakukan oknum warga dan penjaga serta pihak lain di luar management.

“Jadi kami tidak tahu soal sewa villa di Kawasan Kota Bunga ini. selama ini, management tidak pernah sama sekali terlibat dalam usaha itu,” bantahnya saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu. (rst)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 14/08/2018 08:00 WIB

Kepala DPPPH dan Barjas Saling Tuding

SALING tuding antara Kepala DPPPH Cianjur, Ahmad Nano dan pejabat Bagian Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah Kabupaten Cianjur terkait dugaan kasus korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), langsung…

Aktualita 13/08/2018 08:00 WIB

Korupsi dan Pungli Terpantau Ramai Lancar

KORUPSI dan pungutan liar (pungli) di Cianjur terpantau ramai lancar. Itulah kalimat yang didapat Tim Nawacita -9 agenda prioritas pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, saat mengunjungi sejumlah wilayah…

Cianjur Euy 12/08/2018 22:31 WIB

Polres Cianjur Siap Amankan Kirab Obor Asian GamesXVIII

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur, Jawa Barat akan bekerja maksimal (all out) dalam pelaksanaan pengamanan perjalanan kirab obor api Asian GamesXVIII yang akan melintas dan diinapkan di Pendopo Kabupaten…

Aktualita 08/08/2018 23:28 WIB

Presidium Rakyat: Pimpinan DPRD Tak Bermoral

RATUSAN massa Presidium Rakyat Sugih Mukti kecewa usai menggelar aksi damai di Gedung DPRD Cianjur, Rabu (8/8/2018).

Cianjur Euy 08/08/2018 08:00 WIB

Petani Penggarap di Cianjur Tagih Janji Presiden

Tim Nawacita Presiden, Ruri Jumar Saef mewakili Ketua Tim Joko Daryanto, yang juga adik Jokowi blusukan ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (7/8/2018).

Aktualita 07/08/2018 08:00 WIB

Presidium Rakyat Melawan!

BUPATI Cianjur harus diingatkan kembali bahwa gerakan moral Presidium Rakyat tidak akan pernah berhenti, selama aparat penegak hukum tidak menindak tegas penguasa yang dianggap banyak melakukan pelanggaran…

Cianjur Euy 06/08/2018 21:11 WIB

Dua Rumah Ludes Terbakar

Dua unit rumah di Gang Mujahidin, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ludes terbakar, Senin (6/8/2018) pagi.

Aktualita 06/08/2018 07:00 WIB

Masalah Lagi, Korupsi Lagi

BELUM kelar dengan sederet dugaan penyimpangan atau kasus korupsi, kini kabar tak sedap kembali menerpa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur. Ada apa?

Cianjur Euy 06/08/2018 06:55 WIB

Rekanan Proyek Irigasi Untung Banyak

Pelaksanaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi DI Cihea kembali mendapat sorotan tajam pemerhati pembangunan.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:57 WIB

Untuk Memberikan Pemahaman Tentang Islam Kaafah

KABUPATEN Cianjur akan menjadi tuan rumah Jambore Nasional para dai Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI). Sediannya jambore tersebut akan dilaksanakan bertepatan dengan ulang tahun Parmusi 26 September…