Jumat, 23 Juni 2017 - Pukul 03:30

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

ekonomi bisnis

Perayaan Valentine Day Ditentang, Pedagang Aksesoris Raup Untung Berlipat Ganda

Oleh: Muhammad Kurnawan - Jumat 17 Pebruari 2017 | 23:13 WIB

Perayaan Valentine Day Ditentang, Pedagang Aksesoris Raup Untung Berlipat Ganda

Foto: BC/Muhammad Kurnawan

BERITACIANJUR.COM - Kendati banyak ditentang, namun perayaan hari kasih sayang (Valentine Day) di Cianjur mendatangkan keuntungan bagi sebagian kalangan.


Para pedagang aksesoris Valentine dibanjiri pembeli hingga omzetnya pun berlipat ganda. Hal ini dibenarkan oleh Samad Junaidi (32), pramuniaga di salah satu toko di Jalan Mangunsarkoro yang mengatakan, omzet penjualan bonekanya selama seminggu ke belakang mengalami peningkatan.


“Selama seminggu ini, sepengetahuan saya, sekitar 200 boneka terjual dengan mayoritas warna yang dibeli berwarna merah muda,” katanya.


Namun, dirinya membantah, jika tokonya mendukung perayaan Valentine Day, hanya sebatas jualan aksesoris saja. Menurutnya, bisa saja itu sebagai hadiah untuk orang mereka sayangi, tanpa harus melakukan hal tersebut.


“Kalau melihat pembeli yang usianya beragam, dari remaja hingga orang tua, kemungkinan itu untuk hadiah, bukan untuk merayakan Valentine Day, sebagai simbolis dalam menyatakan kasih sayang saja, seperti suami ke istrinya, atau anak ke orang tuanya, bisa juga antara kakak ke adik mereka,” ungkapnya.


Terpisah, Novi (26), pramuniaga di salah satu minimarket mengatakan, penjualan coklat di tempatnya bekerja melebihi target yang ditentukan perusahaan.


“Bukan laris lagi, sampai beberapa kali stok ulang, sebagian besar pembelinya remaja, tetapi ada juga orang dewasa yang membeli coklat, karena coklat yang dibeli banyak banget jadi saya tanya buat apa? Jawabannya untuk istrinya serta kedua anaknya yang perempuan minta dibelikan coklat,” terangnya sembari menyarankan untuk membeli coklat. (ree)

Komentar