Rabu, 18 Oktober 2017 - Pukul 01:34

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

retro

Syiar 'Saba Lembur' Bisa Jadi Ajang Promosi Produk Lokal

Oleh: Nuki Nugraha - Sabtu 18 Pebruari 2017 | 04:35 WIB

Syiar 'Saba Lembur' Bisa Jadi Ajang Promosi Produk Lokal

Foto: BC/Ist

BERITACIANJUR.COM - Program Syiar 'Saba Lembur' tak hanya mendorong percepatan pembangunan di wilayah desa. Melalui kegiatan kunjungan Bupati Cianjur itu, Pemerintah Desa bisa memanfaatkannya sebagai ajang promosi produk lokal masyarakat setempat.


Dikatakan Ketua Forum Pencinta Wisata Cianjur, Devi Maulana, kunjungan bupati ke desa, seharusnya bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Pemerintah Desa. Melalui kunjungan itu, setiap desa bisa menunjukan potensi lokal yang dinilai pantas untuk dikembangkan dan menjadi komoditas unggulan desa setempat.


“Potensi lokal itu tidak hanya tempat-tempat wisata saja, tapi kerajinan ataupun hasil karya masyarakat setempat yang menjadi andalan juga bisa dipromosikan,” ujar Devi, Selasa (14/2/2017).


Apalagi dalam kunjungannya ke desa-desa, kata Devi, bupati selalu menyertakan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menyangkut langsung dengan pelayanan masyarakat. Menurutnya, andai kata Pemerintah Desa bisa jeli, kunjungan itu bisa menjadi momentum yang bagus untuk berkomunikasi secara langsung dengan OPD terkait soal potensi lokal yang menjadi andalan.


“Kepala Desa atau masyarakat kan bisa berkonsultasi langsung dengan OPD terkait. Misalkan untuk soal produk lokal itu bisa langsung dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Sedangkan potensi wisata dengan Dinas Pariwsata,” jelasnya.


Devi menambahkan, selain memanfaatkan momentum itu, Pemerintah Desa juga bisa memanfaatkan jalur Dinas Pemberdayan Masyarakat dan Desa.


“Pemerintah Desa bisa melaporkan potensi desa yang ada di daerahnya ke DPMD langsung atau melalui kecamatan. Sehingga potensi desa bisa didata dan dikaji oleh Pemerintah Daerah melalui OPD terkait,” terangnya.


Ditemui terpisah, Kepala Dinas PMD, Tedy Artiawan mengatakan, untuk pengembangan potensi lokal yang ada di desa, Pemerintah Desa setempat bisa melaporkannya ke masing-masing kecamatan untuk didata dan selanjutnya akan ditampung di DPMD.


“Setelah terdata di DPMD, nantinya akan kita salurkan ke OPD terkait yang membidangi potensi lokal itu. Kalau soal wisata itu ke Dinas Pariwisata, untuk produk lokal itu bisa ke Disperindag, dan
Koperasi,” ujar Tedy.


Menurutnya, dengan berbasiskan data, tentunya ini akan memudahkan bagi Pemerintah Daerah untuk menindaklanjuti. Paling tidak, berdasarkan data itu, pemerintah bisa memprioritaskan potensi mana yang akan digarap terlebih dahulu.


“Tidak menutup kemungkinan, setelah dikaji dan dinilai tim dari pemerintah, kalau memang potensinya bagus dan bisa mendorong perekonomian masyarakat, bisa segera ditindaklanjuti,” ucapnya. (nuk)

Komentar