Jumat, 26 Mei 2017 - Pukul 03:04

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

healthy life

Mahalnya Biaya Pengobatan Kanker di Indonesia

Oleh: Rifqi Dahwan Aziz - Minggu 19 Pebruari 2017 | 19:00 WIB

Mahalnya Biaya Pengobatan Kanker di Indonesia

Net/Ilustrasi

BERITACIANJUR.COM - Kanker merupakan penyebab kematian kedua setelah penyakit jantung dan stroke. Biaya pengobatan kanker yang dirasakan sangat mahal dituding sebagai salah satu faktor yang turut memperburuk keadaan.

 

Program BPJS Kesehatan sebenarnya dapat menjadi solusi atas hal tersebut. Sayangnya, di Indonesia belum semua obat dan terapi kanker ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

 

Akhirnya (mau-tak-mau) penderita kanker harus merogoh kocek dalam-dalam untuk biaya pengobatan. Julia Perez, salah seorang selebritas negeri ini, mengeluhkan tabungannya hanya tersisa sebesar Rp37 ribu untuk biaya pengobatan kanker yang dideritanya, sebagaimana dikutip dari laman klikdokter, Minggu (19/2/2017). 

 

Mahalnya biaya pengobatan bergantung pada tipe dan stadium kanker, serta kemungkinan efek samping yang akan timbul serta kondisi pasien. Pada kondisi ini biasanya beberapa dokter spesialis dari bidang masing-masing bekerja sama untuk memutuskan pengobatan yang tepat.

 

Akibatnya, sering kali penderita kanker membutuhkan beberapa kombinasi pengobatan untuk mengobati satu jenis kanker. Yayasan Kanker Indonesia (YKI) sendiri memperkirakan angka Rp100 juta/ bulan sebagai biaya yang diperlukan untuk pengobatan kanker.

 

Bagaimana hitung-hitungannya? Perincian yang bisa didapat misalnya seperti ini: Untuk sampai ke diagnosis awal dibutuhkan setidaknya Rp10 juta. Apabila kanker bisa dioperasi, minimal dibutuhkan Rp25- 29 juta.

 

Selanjutnya diperlukan radiasi dan kemoterapi dengan biaya Rp2- 6 juta sekali terapi. Rata-rata, penderita kanker memerlukan terapi sebanyak 6 kali terapi.

 

Kanker yang paling sering ditemui ialah kanker kulit, kanker ovarium, kanker rahim, kanker payudara, kanker prostat, kanker darah atau leukemia, kanker colorectal, dan kanker paru-paru. Selain berdasarkan organ, jenis kanker bergantung pada sel kanker itu sendiri misalnya kanker sel skuamosa.

 

Mahalnya biaya pengobatan kanker memang sangat bergantung pada stadium yang diderita. Semakin tinggi stadium kanker, maka semakin berbahaya dan besar biaya yang harus dikeluarkan. Itulah sebabnya, perlu adanya deteksi dini kanker.

Komentar