Selasa, 24 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Cegah Terjadinya Bencana Alam, Pemkab Didesak Kaji Ulang Izin Bangunan

Heri Febriyanto

Senin, 20 Februari 2017 - 14:30 WIB

BC/Heri Febriyanto
BC/Heri Febriyanto
A A A

BERITACIANJUR.COM - Pemerintah Kecamatan Cipanas mendesak Pemkab Cianjur agar mengkaji ulang seluruh izin pendirian bangunan di sepanjang kawasan hijau yang berada di daeah rawan longsor, seperti Desa Ciloto, Sindangjaya, dan Batulawang.

Hal itu, diutarakan Camat Cipanas, Heli Kuswandi, mengingat musim hujan disertai angin kencang dengan intensitas yang cukup tinggi beberapa waktu terakhir ini memungkinkan terjadinya bencana alam seperti  tanah longsor.

“Iya memang betul, perlu dikaji ulang. Sebab, Cipanas termasuk jalur hijau sehingga pemberian izin mendirikan bangunan harus berul-betul selektif,” ujar Heli, kepada “BC”, Minggu (19/2/2017).

Heli menegaskan, jika bangunan yang banyak berdiri di wilayahnya itu terbukti tak memiliki izin agar lebih baik dibongkar. Sebab, ucap dia, akibat pembangunan yang tidak terkendali dikawasan hijau menimbulkan bencana hingga menyebabkan jatuhnya korban.

“Jika memang tak memiliki izin, kenapa harus dibiarkan! Bongkar saja langsung, sebab ini menyangkut kelestarian alam dan nyawa masyarakat yang akan terkena dampaknya,” tegasnya.

Menurutnya, pihak kecamatan sulit untuk menolak apabila pemilik bangunan sudah memenuhi persyaratan seperti tanda tangan warga, RT/RW dan kepala desa. Sebab, posisi kecamatan bukan sebagai pemberi izin, namun hanya berupa rekomendasi saja.

“Rekomendasi yang kami keluarkan berpengaruh bagi pemberian izin mendirikan bangunan, kalau benar-benar untuk rumah hunian tidak apa-apa,” katanya.

Dijelaskannya, terkait teknis pemberian izin ada di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cianjur. Sedangkan rekomendasi dari kecamatan keluar setelah pihak dinas melakukan survey ke lapangan. “Yang kami larang itukan untuk pembangunan vila, perusahaan besar dan komplek perumahan,” jelasnya.

Ditegaskannya, pihak kecamatan tidak akan menandatangani rekomendasi kalau warga, RT/RW dan kepala desa belum menandatangani karena  berbicara pencegahan harus dari bawah. “Para kades sudah tahu dan paham, karena ini sudah aturan lama,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Cianjur, Tika Latifah di tempat terpisah mengatakan, sudah seharusnya dilakukan pengkajian dan penataan ulang terkait perizinan mendirikan bangunan di kawasan Cianjur Utara yang notabene banyak terdapat daerah resapan air. “Jangan hanya karena ingin menarik investor, lantas melupakan atau mengganggu konservasi alam dan lingkungan sekitar,” kata Tika.

Menurutnya, jika terjadi bencana akibat keseimbangan alam yang terganggu dampaknya dirasakan langsung masyarakat sekitar. Alanglah baiknya, dilakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat terkait izin penggunaan lahan-lahan yang merupakan kewenangan pusat serta daerah. “Sehingga terjadi keseimbangan serta kesesuaian dan alih fungsi atau penggunaan lahan yang tepat,” tandasnya. (pur)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 4 jam yang lalu

Masyarakatnya Masih Miskin Malah Bangun Gedung

TAK hanya melabrak aturan, Megaproyek Campaka dinilai sejumlah kalangan dibangun di saat kondisi kemiskinan di Cianjur cukup memprihatinkan.

Aktualita 4 jam yang lalu

Dirut RSUD Klaim Tak Ada Masalah

DIREKTUR Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, Ratu Tri Yulia mengaku sudah memenuhi panggilan penyidik Kepolisian Resor (Polres) Cianjur untuk dimintai keterangan.

Si Maung 6 jam yang lalu

Laga El Clasico Panas Sebelum Laga Dimulai

LAGA Persib kontra Persija memang baru akan dimulai Sabtu (28/4/2018) mendatang. Namun panasnya laga bertajuk “El Clasico” sudah terasa sebelum laga dimulai.

Si Maung 6 jam yang lalu

Pede, Gomez Targetkan Kemenangan di Jakarta

BUKAN imbang tapi menang. Itulah target Pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomes, pada laga bertajuk “El Clasico” yang bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/4/2018)…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Laporan Keuangan Desa di Cianjur Belum Seragam

PEMERINTAHAN Desa (Pemdes) di Kabupaten Cianjur masih belum seragam dalam sistem laporan keuangan desa. Ada yang masih menggunakan Sistem Pengelolaan Keuangan Desa (Silokades) tapi juga yang sudah menerapkan…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Satlantas Pantau Ruas Infrastruktur Jalan

SATUAN Lalulintas Polres Cianjur, mengagendakan survei pemantauan ruas-ruas infrastruktur jalan menjelang arus mudik Idul Fitri 2018. Hal itu diungkapkan Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Rendy Setia Permana,…

Bisnis Line 18 jam yang lalu

Baru Dibuka, 'Sabore Kitchen' Diburu Pecinta Gelato

BISNIS kuliner di Kabupaten Cianjur semakin dilirik. Banyak lokasi kafe dan restoran 'anyar' tumbuh di kota yang terkenal dengan kota tauco ini. Tak heran jika antar outlet kuliner saling adu konsep,…

Aktualita 23/04/2018 08:00 WIB

Mimpi Besar Bupati yang Kontroversial

PEMINDAHAN ibu kota Cianjur ke wilayah Kecamatan Campaka rupanya merupakan rencana besar Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, setelah beberapa bulan berhasil menduduki tahta pemerintahan Kabupaten Cianjur.…

Aktualita 23/04/2018 07:55 WIB

Dunia Terbalik Ala Pemkab Cianjur

SETELAH heboh dengan Megaproyek Campaka yang melabrak aturan dan untuk pertama kalinya terjadi banjir di kawasan perkotaan, kini masyarakat Cianjur kembali dibuat heboh dengan adanya pemandangan pesawahan…

Cianjur Euy 22/04/2018 20:53 WIB

Mutia, Gadis Cilik Asal Cidaun Berprestasi di Seni Membaca Dongeng Sunda

TINGGAL dan mengenyam pendidikan di wilayah yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten, tak menjadikan halangan bagi Mutia Karin, siswa kelas IV SD Negeri Puncak Lawang, Kecamatan Cidaun untuk berkarya dan…