Senin, 23 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Ratusan Tanah Wakaf di Pacet tak Miliki Sertifikat

Heri Febriyanto

Senin, 20 Februari 2017 - 15:00 WIB

Net/Ilustrasi
Net/Ilustrasi
A A A

BERITACIANJUR.COM - Keberadaan sarana peribadatan seperti masjid, musholla, pondok pesantren, majelis taklim dan Taman Pemakaman Umum yang berdiri di tanah wakaf di Kecamatan Pacet, ternyata belum seluruhnya memiliki legalitas berupa akta maupun sertifikat.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Pacet, terdapat sedikitnya 370 unit masjid jami, 480 unit musholla, 212 unit pondok pesantren formal dan non formal yang tersebar di wilayah tersebut.

“Yang sudah memiliki legalitas berupa akta wakaf baru 45 persen, sedangkan yang sudah punya sertifikat ada 40 persen,” ujar Humas MUI Kecamatan Pacet, H Ade Mukhlis, kepada “BC”, Minggu ( 19/2/2017).

Melihat banyaknya bangunan yang belum memiliki legalitas sah secara hukum, MUI bekerjasama dengan Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW) Kantor Urusan Agama Kecamatan Pacet terus melakukan pendataan dan menggelar akta wakaf massal.

“Sampai saat ini kami baru memiliki data sarana peribadatan dan lembaga pendidikan, sedangkan berapa jumlah lahan pemakaman umum warga belum dilakukan pendataan,” imbuh Ade.

Dijelaskannya, permasalahan yang sering terjadi saat ini hilangnya lahan wakaf karena tidak memiliki legalitas yang sah dan hanya berupa lisan tanpa ada perjanjian secara tertulis, sehingga tidak tercatat di lembaga terkait. “Minimal bangunan yang berdiri di atas lahan wakaf, memiliki legalitas berupa segel, akta dan sertifikat,” jelasnya.

Sehingga, sambungnya, sebagian ahli waris yang mewakafkan tanah ingin menjualnya karena secara legalitas di kantor desa masih merupakan hak milik mereka. Karena banyak juga tanah yang di wakafkan berpegang kepada wasiat ahli waris.

Disisi lain, banyak juga lahan pemakaman umum yang berdiri diatas tanah wakaf di wilayah Kecamatan Pacet hilang akibat terlindas oleh pembangunan perumahan dan wisata. Termasuk ratusan makam hilang, akibat pengembangan kawasan Kota Bunga. “Saat ini tanah wakaf yang paling rawan hilang dan dijual adalah lahan pemakaman umum,” ungkap Ade. (pur)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 10 jam yang lalu

Mutia, Gadis Cilik Asal Cidaun Berprestasi di Seni Membaca Dongeng Sunda

TINGGAL dan mengenyam pendidikan di wilayah yang jauh dari pusat ibu kota kabupaten, tak menjadikan halangan bagi Mutia Karin, siswa kelas IV SD Negeri Puncak Lawang, Kecamatan Cidaun untuk berkarya dan…

Cianjur Euy 11 jam yang lalu

Dishub Cianjur Akan Rubah Sistem Tarif Angkum

DINAS Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur berencana merubah sistem tarif angkutan umum (Angkum). Kebijakan rencana itu untuk menyesuaikan kondisi angkum pasca perubahan trayek beberapa waktu lalu.

Cianjur Euy 11 jam yang lalu

Positif Amfetamin, Dua Remaja Perempuan Diamankan

DUA orang pengunjung tempat hiburan di Cianjur diamankan petugas gabungan dalam razia cipta kondisi (Cipkon) yang digelar Sabtu (21/4/2018) hingga Minggu (22/4/2018) dini hari.

Cianjur Euy 20/04/2018 21:59 WIB

Dua Polwan Polres Cianjur Ikuti Kartini Run 2018

DUA Polisi Wanita (Polwan) Polres Cianjur akan memeriahkan lomba lari bertajuk Kartini Run 2018 yang akan digelar di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (22/4/2018).

Aktualita 20/04/2018 08:00 WIB

DPRD Jadi Anak Buah Bupati?

KEBOHONGAN Ketua DPRD Cianjur, Yadi Mulyadi dan Sekretaris Dewan, Cahyo Supriyo terkait mekanisme penghapusan pendapat atau pandangan akhir fraksi, kembali terbongkar.

Aktualita 20/04/2018 07:55 WIB

4 Kader ‘Selingkuhi’ Partai, Ketuanya Malah Acuh

KASUS ‘perselingkuhan’ anggota DPRD Kabupaten Cianjur menyeruak ke ruang publik. Secara terbuka dan terang-terangan, para wakil rakyat ini begitu berani mempertontonkan permainan hati dengan pujaannya,…

Cianjur Euy 19/04/2018 21:53 WIB

Hari Kartini, Polwan Polres Cianjur Gelar Pengobatan dan Makan Gratis

LIMA ratusan orang dari sejumlah wilayah di Cianjur mengikuti pengobatan gratis di lingkungan Pasar Induk Pasirhayam, Sirnagalih, Cilaku, Kamis (19/4/2018) pagi.

Cianjur Euy 19/04/2018 21:53 WIB

Pengendara Opang Desak Hapus Angkutan Berbasis Online

RIBUAN pengendara ojek pangkalan (Opang) dan angkutan umum (Angkum) di Cianjur menggelar aksi unjukrasa di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Kamis (19/4/2018).

Cianjur Euy 19/04/2018 21:52 WIB

Prediksi Harga Beras Jelang Ramadan tak Melonjak

SEJUMLAH pedagang komoditas beras di Pasar Induk Pasirhayam, Sirnagalih, Cilaku memprediksi untuk harga beras tidak akan mengalami lonjakan menjelang Ramadan 1438 Hijriah mendatang.

Aktualita 19/04/2018 08:00 WIB

Kebohongan Ketua DPRD Terungkap

KEBOHONGAN Ketua DPRD Cianjur, Yadi Mulyadi terkait mekanisme penghapusan pendapat akhir fraksi semakin menguat. Benarkah?