Kamis, 24 Agustus 2017 - Pukul 10:20

Image
Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

Pilkada Cianjur Rawan Konflik dan Kecurangan

Oleh: Nuki Nugraha - Kamis 03 September 2015 | 07:51 WIB

Pilkada Cianjur Rawan Konflik dan Kecurangan

ilustrasi/ant

BERITACIANJUR.COM, CIANJUR – Perhelatan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Kabupaten Cianjur rawan terjadinya konflik dan kecurangan. Hal tersebut ditegaskan Divisi Pencegahan dan Komunikasi Panwaslu Cianjur, Agus Jaelani.

 

Ia mengatakan, jika dibandingkan dengan daerah lain di Jawa Barat, tingkat kerawanan di Cianjur ini jauh lebih tinggi. Baik itu potensi terjadinya konflik, begitupun juga terkait terjadinya sejumlah pelanggaran.

 

“Bahkan soal potensi rawan konflik dan kecurangan ini disampikan juga Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI dalam rilisnya. Ini mulai terbukti, soalnya baru sepekan digelar tahapan kampanye, sejumlah pelanggaran sudah mulai terjadi,” ungkap Agus, Rabu (2/9).

 

Ia mengaku, saat ini pihaknya sudah menerima sejumlah laporan terkait pelanggaran yang dilakukan pasangan calon. Mulai dari soal penggunaan tempat ibadah dan sarana pendidikan sebagai lokasi berkampanye.

 

"Laporan tersebut sudah masuk. Ada yang dari masyarakat dan juga pengawas di lapangan. Karena jelas hal tersebut dilarang dan termasuk pelanggaran kampanye," ujar Agus namun enggan menyebutkan siapa paslon yang melakukan pelanggaran itu.

 

Bupati Cianjur, Tjetjep Muchtar Soleh saat dimintai tanggapannya menampik jika Cianjur dikatakan sebagai wilayah rawan konflik. Ia mengaku sama sekali tidak mengerti mengapa sampai ada penilaian seperti itu terhadap Cianjur. Pasalnya menurut Tjetjep, masyarakat Cianjur memiliki karakteristik yang santun dan itu bisa dilihat pada penyelenggaran Pilkada Cianjur setiap kali digelar.

 

"Saya tidak ngerti kenapa Cianjur ditetapkan sebagai daerah paling rawan. Padahal bisa dilihat sampai saat ini tidak ada permasalahan. Kampanye berjalan damai. Dan kami juga di sini selalu berteman dengan berbagai golongan, lintas partai dan tidak ada masalah. Untuk itu saya pikir pelaksanaan Pilakda di Cianjur akan tetap kondusif,” ungkapnya. (red)

Komentar